Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Reporter

Ilustrasi batuk pilek. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Pakar kesehatan yang juga Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Profesor Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat  mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.

"Batuk kronik sampai beberapa bulan dapat saja terjadi pada sebagian pasien long COVID-19 atau COVID-19 berkepanjangan," kata Tjandra.

Menurut Guru Besar Paru Universitas Indonesia itu, batuk pada dasarnya adalah mekanisme pertahanan tubuh yang menunjukkan ada gangguan di paru dan saluran napas.

"Salah kalau ada yang menyebut batuk biasa. Semua batuk itu luar biasa. Orang yang sepenuhnya sehat tidak batuk," jelasnya.

Menurutnya, keluhan batuk, apalagi kronik, menunjukkan ada masalah kesehatan di paru dan saluran pernapasan yang perlu segera diketahui penyebabnya dan ditangani dengan baik agar tidak jadi masalah berkepanjangan. Tjandra menjelaskan batuk kronik adalah batuk yang terjadi lebih dari delapan pekan, batuk akut kalau terjadi sampai tiga pekan. Sementara batuk yang dialami antara 3-8 pekan disebut batuk sub-akut.

"Jadi, penyebutan batuk akut atau kronik adalah sesuai dengan lamanya keluhan atau gejala, bukan karena berat ringannya gejala," ujarnya.

Hindari faktor risiko
Ia mengatakan sebagian besar batuk kronik dapat ditangani dengan menghindari faktor risiko seperti berhenti merokok, menghindari polusi udara dan alergi tertentu.

"Kalau memang dengan menghindari faktor risiko batuk kronik masih saja terjadi, maka perlu ditangani sesuai penyakitnya, bisa asma bronkial atau penyakit yang berhubungan, penyakit paru obstruktif kronik, infeksi virus atau bakteri, penyakit paru interstitial, sampai ke kemungkinan kanker paru," ujarnya.

Juru bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril, melaporkan sekitar 33 persen pasien COVID-19 di Indonesia mengalami long COVID-19. Gejalanya masih muncul meski pasien sudah dinyatakan sembuh.

"Long COVID-19 itu sebenarnya istilah klinis bagi seseorang yang sindromik dan pasien sudah tidak positif lagi, PCR negatif. Di Indonesia, ada datanya sekitar 33 persen long COVID-19 dan itu gangguan di saluran pernapasan paling utama," katanya.

Selain di saluran pernapasan, long COVID-19 juga bisa terjadi pada saluran cerna. Kondisi itu umumnya terjadi setelah infeksi COVID-19 selesai dan akan menetap dalam jangka waktu yang cukup lama.

"Ini berkelanjutan. Pasien selesai COVID-19 atau selesai dirawat tidak lantas hilang gejalanya. Long COVID-19 akan ada dalam waktu yang cukup lama, sekitar tiga hingga enam bulan," paparnya.

Baca juga: Penelitian Sebut 1 dari 8 Penyintas Alami Long Covid






Kasus Covid-19 China Melonjak Lagi di Tengah Protes Antipembatasan

2 jam lalu

Kasus Covid-19 China Melonjak Lagi di Tengah Protes Antipembatasan

China mencatat rekor infeksi Covid-19 tertinggi lagi setelah protes akhir pekan di seluruh negeri atas pembatasan kegiatan masyarakat.


Polisi China Disebut Menyerang Jurnalis BBC dalam Unjuk Rasa di Shanghai

3 jam lalu

Polisi China Disebut Menyerang Jurnalis BBC dalam Unjuk Rasa di Shanghai

Kantor berita nasional Inggris, BBC, menyatakan polisi China telah menyerang dan menahan salah satu jurnalisnya saat meliput protes di Shanghai.


Demo Covid di China Meluas, Berubah Jadi anti-Xi Jinping dan PKC

6 jam lalu

Demo Covid di China Meluas, Berubah Jadi anti-Xi Jinping dan PKC

Ratusan pengunjuk rasa anti=pembatasan Covid dan polisi bentrok di Shanghai, bahkan muncul teriakan turunkan Partai Komunis China, turunkan Xi Jinping


Bagaimana Rusuh di Foxconn Pengaruhi Stok iPhone 14 Pro dan Pro Max di Toko?

16 jam lalu

Bagaimana Rusuh di Foxconn Pengaruhi Stok iPhone 14 Pro dan Pro Max di Toko?

Foxconn mengaku kapasitas produksi iPhone 14 Pro dan Pro Max tak berubah menjelang musim liburan akhir tahun ini. Meski 20 ribu pekerjanya pergi.


Pengungsi Gempa Cianjur Mulai Terserang Penyakit, Terbanyak Menderita ISPA

21 jam lalu

Pengungsi Gempa Cianjur Mulai Terserang Penyakit, Terbanyak Menderita ISPA

Penyakit mulai menghinggapi penyintas Gempa Cianjur. ISPA hingga diare menghantui karena kondisi pengungsian dan cuaca buruk.


Covid-19 Terkini: 300 Subvarian Omicron dan Batuk Kronis

23 jam lalu

Covid-19 Terkini: 300 Subvarian Omicron dan Batuk Kronis

Kasus-kasus Covid-19 telah benar-benar berubah sejak Omicron terdeteksi setahun yang lalu.


Kejadian Langka, Warga China Demo Menolak Lockdown Covid-19

1 hari lalu

Kejadian Langka, Warga China Demo Menolak Lockdown Covid-19

Warga di wilayah Xinjian dan Beijing turun ke jalan memprotes pembatasan ketat yang dilakukan pemerintah China akibat naiknya kasus harian Covid-19


Protes Besar Covid-19 Meletus di China setelah Kebakaran di Wilayah Muslim Uighur

1 hari lalu

Protes Besar Covid-19 Meletus di China setelah Kebakaran di Wilayah Muslim Uighur

Sejumlah penduduk di alun-alun menyanyikan lagu kebangsaan China sementara yang lain berteriak ingin dibebaskan dari lockdown.


Daftar Lokasi Vaksinasi Booster Covid-19 di DKI Jakarta, hingga 31 Desember

2 hari lalu

Daftar Lokasi Vaksinasi Booster Covid-19 di DKI Jakarta, hingga 31 Desember

DKI Jakarta tetap membuka pelayanan vaksinasi booster Covid-19 dosis kedua di akhir pekan.


Kasus Harian Covid-19 DKI Jakarta Melonjak, Dinkes: BOR Terkendali

3 hari lalu

Kasus Harian Covid-19 DKI Jakarta Melonjak, Dinkes: BOR Terkendali

Kasus harian Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir kian melonjak. Meski demikian, Bed Occupation Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit DKI Jakarta disebut masih dalam kondisi aman.