Trik Menghadapi Anak yang Tak Suka Minum Air Putih

Reporter

Ilustrasi anak minum air putih. Unsplash.com/Johnny McClung

TEMPO.CO, Jakarta - Air putih atau air mineral adalah sumber cairan yang terbaik karena tidak mengandung gula dan kalori. Namun, penelitian menunjukkan cairan yang berwarna, seperti susu, atau memiliki rasa, misalnya dengan gula, lebih disukai oleh anak.

Anak butuh asupan air putih yang cukup karena penting bagi tumbuh kembangnya. Namun, bagaimana bila ia lebih menyukai air berwarna dengan penambah rasa?

Spesialis anak Cahyani Gita Ambarsari dari RS Pondok Indah - Bintaro Jaya memberikan beberapa trik agar konsumsi cairan harian anak tetap terpenuhi dan berasal dari minuman yang sehat. Pertama, coba taruh potongan buah segar ke dalam air mineral sebagai penambah rasa. Kemudian, pilihlah susu sapi atau susu kedelai dengan rasa tawar. Orang tua juga dapat memberikan air kelapa tanpa pemanis atau jus buah murni tanpa tambahan susu atau gula.

"Sebaliknya, produk minuman seperti soda, susu, atau jus buah dengan tambahan gula dan pewarna, serta minuman berkafein, sebaiknya dihindari," kata Cahyani.

Produk minuman ini mengandung tambahan kalori kosong, yaitu kalori tanpa nilai nutrisi dan juga dapat memperberat kerja ginjal, terutama pada anak berusia kurang dari 5 tahun. 

Orang tua perlu mengingat cairan yang berwarna dan manis mengandung kalori sehingga harus dikonsumsi secara hati-hati. Penelitian pun menunjukkan tambahan gula pada minuman anak merupakan salah satu penyebab kejadian berat badan berlebih atau obesitas dan penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit ginjal kronis, pada saat ia dewasa.

Ia menjelaskan setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi mengandung air, hanya saja dengan komposisi yang berbeda. Umumnya, sekitar 20 persen dari kebutuhan air harian akan diperoleh dari makanan, terutama buah dan sayur yang memiliki kandungan air yang tinggi, sedangkan 80 persen sisanya dipenuhi dari minuman.

Oleh karena itu, cairan atau produk minuman apapun yang dikonsumsi akan berperan dalam mencukupi kebutuhan hidrasi harian karena mengandung air. Air juga berperan penting untuk memelihara kesehatan ginjal. Hidrasi yang cukup akan membuat darah dapat mengalir bebas ke ginjal. Hal ini akan memastikan ginjal mendapat oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan anak untuk melakukan fungsinya dengan baik.

Hidrasi yang cukup juga dapat membantu ginjal membuang zat sisa dari darah dalam bentuk urine karena ada 60 persen air yang akan dibuang oleh tubuh melalui urine. Selain itu, air yang cukup juga dapat mencegah kristal-kristal pembentuk batu mengendap dan saling menempel serta membantu pembilasan saluran kemih atau membuang bakteri penyebab infeksi dari saluran kemih.

Dengan kata lain, hidrasi yang cukup dapat menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal ataupun infeksi saluran kemih yang dapat merusak ginjal. Kesimpulannya, kurangnya hidrasi dapat mengganggu fungsi ginjal, bahkan merusak organ itu.

Baca juga: 6 Mitos dan Fakta Minum Air Putih






Tips Merawat Anak dengan HIV/AIDS dari Dokter

12 jam lalu

Tips Merawat Anak dengan HIV/AIDS dari Dokter

Dokter membagikan sejumlah tips merawat anak dengan HIV/AIDS. Berikut hal penting yang perlu diperhatikan.


Hati-hati, HIV pada Anak Sering tanpa Gejala Khas

14 jam lalu

Hati-hati, HIV pada Anak Sering tanpa Gejala Khas

Dokter mengatakan HIV pada anak sering tidak menimbulkan gejala khas sehingga kadang dapat mengecoh orang tua.


Keluarga dan Konseling Psikolog, Apa Manfaatnya?

2 hari lalu

Keluarga dan Konseling Psikolog, Apa Manfaatnya?

Psikolog ini berfokus antara lain asesmen keluarga, terapi pasangan, konsultasi, pendidikan dan pelatihan, advokasi kebijakan


Ulang Tahun ke-41, Britney Spears Kirim Pesan Menyentuh untuk Anak-anaknya

2 hari lalu

Ulang Tahun ke-41, Britney Spears Kirim Pesan Menyentuh untuk Anak-anaknya

Britney Spears mengaku tidak bertemu dengan anak-anaknya selama berbulan-bulan.


Pengertian dan Fungsi Keluarga

2 hari lalu

Pengertian dan Fungsi Keluarga

Keluarga berarti kelompok orang yang disatukan oleh ikatan perkawinan, darah, atau adopsi


Direktur Kreatif Balenciaga Demna Gvasalia Minta Maaf Atas Iklan Kontroversialnya

4 hari lalu

Direktur Kreatif Balenciaga Demna Gvasalia Minta Maaf Atas Iklan Kontroversialnya

Direktur Kreatif Balenciaga Demna Gvasalia mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun Instagram-nya


BMW Donasikan 50 Ribu Euro untuk Anak Korban Gempa Cianjur

4 hari lalu

BMW Donasikan 50 Ribu Euro untuk Anak Korban Gempa Cianjur

BMW Indonesia juga berencana memberikan paket sanitasi dan kesehatan bagi anak-anak serta keluarga korban gempa Cianjur.


Terapi Bicara Jadi Salah Satu Cara Mengatasi Speech Delay Anak

5 hari lalu

Terapi Bicara Jadi Salah Satu Cara Mengatasi Speech Delay Anak

Terapi bicara dan peran aktif orangtua menjadi kunci mengatasi speech delay yang dialami anak.


Inilah Dampak jika Anak Tidak Diimunisasi Lengkap dan Tepat Waktu

5 hari lalu

Inilah Dampak jika Anak Tidak Diimunisasi Lengkap dan Tepat Waktu

Anak yang tidak diberi imunisasi lengkap dan tepat waktu dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatannya.


Inilah Penyebab dan Gejala Anak Mengalami Speech Delay

5 hari lalu

Inilah Penyebab dan Gejala Anak Mengalami Speech Delay

Speech delay adalah salah satu gangguan yang menyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan bicara.