Siapa pun Bisa Terserang Demensia, Tak Hanya Lansia

Reporter

ilustrasi demensia (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Siapapun bisa terserang demensia atau pikun. Spesialis saraf dr. Pukovisa Prawiroharjo mengatakan pikun tidak hanya menyerang lansia tetapi bisa juga yang masih berusia muda.

"Biasanya terjadi akibat trauma otak setelah kecelakaan, penggunaan NAPZA, atau akibat HIV," ujar staf pengajar di Departemen Neurologi FKUI-RSCM itu.

Pukovisa menuturkan orang-orang dapat menanggulangi pikun. Salah satunya dengan mengenali tanda dan gejala LALILULELO yang merupakan akronim dari Labil (sering labil emosi atau pendiriannya), Linglung, Lupa, Lemot, dan Logika menurun.

Selain itu, menanggulangi pikun juga bisa dengan menerapkan formula 4-4-2 untuk menganalogikan persyaratan otak tetap sehat. Formula ini antara lain bebas empat pengganggu otak, yakni zat neurotoksik dan adiktif, penyakit karidovaskular, neurotoksik, pengalaman yang merusak otak, serta penyakit otak.

Kemudian empat bahan baku optimal yang dapat menjaga kesehatan otak yakni nutrisi, istirahat yang cukup, olahraga dan aktivitas seni, serta koleksi memori yang bernilai, misalnya memilih memori atau pembelajaran sesuai prioritas untuk pengembangan diri. Terakhir, dua karakter mulia berupa kecerdasan dan kreativitas.

Deteksi dini demensia
Di sisi lain, dia juga menyarankan melakukan deteksi dini demensia dan tak termakan hoaks. Menurutnya, sekitar 20-30 persen demensia memiliki hubungan dengan genetik sehingga khususnya orang dengan riwayat keluarga demensia perlu melakukan deteksi dini.

Pukovisa menyebut faktor risiko demensia antara lain kurangnya aktivitas dan olahraga, makanan tidak bernutrisi, mengonsumsi alkohol dan rokok, dan minum obat tidur yang berkepanjangan. Faktor risiko lain yakni memiliki masalah medis yang sudah ada sebelumnya, misalnya pernah mengalami kecelakaan, penyakit gula darah, kolesterol, dan tekanan darah tinggi.

Pukovisa berpesan agar masyarakat tidak menyepelekan lupa serta aktif melakukan deteksi dini keluhan lupa karena dapat ditangani oleh ahlinya. Semakin cepat terdeteksi maka akan semakin baik.

Baca juga: Demensia Vaskular, Jenis Demensia Paling Umum Kedua Setelah Azheimer






Kista Tidak Selalu Jadi Cikal Bakal Kanker

3 hari lalu

Kista Tidak Selalu Jadi Cikal Bakal Kanker

Dokter mengatakan bahwa kista tidak selalu menjadi cikal bakal dari kanker


Wanita yang Promil Sebaiknya Lakukan Pemeriksaan Darah untuk Cek HIV

5 hari lalu

Wanita yang Promil Sebaiknya Lakukan Pemeriksaan Darah untuk Cek HIV

Dokter menyarankan agar para wanita yang sedang merencanakan kehamilan, segera melakukan pemeriksaan darah untuk HIV


4 Dampak Buruk Masalah Tidur Junk Sleep

6 hari lalu

4 Dampak Buruk Masalah Tidur Junk Sleep

Jika sudah tidur selama durasi ideal, tubuh tidak terasa bugar dan masih lesu menandakan kondisi junk sleep


Mengenal Cerebral Palsy, Gejala dan Penyebabnya

8 hari lalu

Mengenal Cerebral Palsy, Gejala dan Penyebabnya

Cerebral palsy sebuah gangguan yang disebabkan perkembangan otak yang tidak normal mempengaruhi kemampuan untuk bergerak serta menjaga keseimbangan.


Kenali Gejala-gejala dan Pengobatan ALS

12 hari lalu

Kenali Gejala-gejala dan Pengobatan ALS

ALS atau Amyotrophic Lateral Sclerosis, adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang memengaruhi sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang.


Mengenal Saraf Kranial: Apa Saja Fungsinya?

12 hari lalu

Mengenal Saraf Kranial: Apa Saja Fungsinya?

Terdapat 12 pasang saraf kranial di kepala kita.


Waspadai Gejala Epilepsi, Jangan Dibiarkan

13 hari lalu

Waspadai Gejala Epilepsi, Jangan Dibiarkan

Epilepsi adalah penyakit otak kronis tidak menular yang bisa menyerang segala usia. Kenali gejalanya sejak dini.


6 Tanda Seseorang Mengalami Krisis Identitas

14 hari lalu

6 Tanda Seseorang Mengalami Krisis Identitas

Krisis identitas seringkali terjadi di pertengahan umur 20-an, yang biasanya menimbulkan peratanyaan tentang 'siapa' diri kita sebenarnya


5 Penyebab Masalah Telinga Berdenging atau Tinnitus

15 hari lalu

5 Penyebab Masalah Telinga Berdenging atau Tinnitus

Jika parah kondisinya telinga berdenging bisa menyebabkan orang kesulitan berkonsentrasi dan tidur


Ragam Fungsi dan Manfaat Vitamin B12

23 hari lalu

Ragam Fungsi dan Manfaat Vitamin B12

Vitamin B12 membantu tubuh menghasilkan energi dengan mengubah karbohidrat menjadi glukosa. Vitamin B12 juga membantu fungsi sistem saraf secara efektif.