Perawatan yang Dapat Diberikan pada Penderita Demensia

Reporter

Ilustrasi demensia (Pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Perawat di RSUI Hesti Rahayu mencontohkan perawatan yang dapat dilakukan pada pasien demensia (ODD) setiap hari melalui jadwal Activity Daily Living (ADL). Dia mengatakan jadwal ini meliputi aktivitas seperti mandi, berpakaian, makan pada waktu yang sama.

Selain itu, memberikan bantuan pada penderita demensia untuk menulis hal-hal yang ingin dilakukan pada kegiatannya. Rencanakan juga aktivitas yang disukai ODD dan lakukan pada waktu yang sama setiap hari serta mempertimbangkan sistem pengingat yang membantu mengingatkan jadwal minum obat.

Menurut Hesti, jika ODD mengalami penurunan fungsional dan kesulitan melakukan aktivitas maka para caregiver dapat membantu dengan tetap menyertakan pasien semaksimal mungkin.

"Hal ini bertujuan untuk membantu melatih kembali fungsionalnya. Selain itu, bersikaplah lembut, menghargai dan menyajikan makanan secara konsisten," jelasnya.

Perawatan yang tepat
Lebih lanjut, ada hal yang bisa dilakukan untuk perawatan pada perubahan komunikasi dan perilaku ODD, yaitu dengan memahami suasana hatinya, mempertahankan benda atau foto yang disayangi, dan mengingatkan kembali siapa kita dengan memberikan informasi.

Selain itu, fasilitasi aktivitas ODD agar tetap aktif, seperti melakukan pekerjaan rumah, memasak, membuat kue, olahraga, dan lainnya, membantunya memulai aktivitas atau bergabung dalam aktivitasnya serta memberikan kesempatan memilih makanannya sendiri.

Menurut Hesti, kualitas hidup ODD dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu demensia, caregiver dan pelayanan medis profesional. Caregiver dapat mempengaruhi perubahan penting dalam kehidupan ODD, mempengaruhi frekuensi dan tipe terapi yang akan diterima oleh ODD.

“Tentunya caregiver perlu mengetahui informasi penyakit dan kebutuhan yang berubah, yang perlu dipenuhi pada ODD, memahami arti delirium atau kondisi tidak sadar, apa penyebabnya, dan memahami tindakan yang perlu dilakukan," ujarnya.

Hesti mengatakan Alzheimer tidak hanya terjadi pada lansia di atas 65 tahun tetapi juga pada pralansia. Untuk menangani Alzheimer pada pralansia, maka pada prinsipnya dapat dilihat dari kebutuhan orang dengan demensia tersebut.

Baca juga: Siapa pun Bisa Terserang Demensia, Tak Hanya Lansia






China Percepat Upaya Vaksinasi COVID-19 terhadap Lansia

1 hari lalu

China Percepat Upaya Vaksinasi COVID-19 terhadap Lansia

Tingkat vaksinasi yang rendah di China, terutama di antara populasi yang lebih tua, dianggap memperpanjang pendekatan keras nol-COVID-19


Korban Gempa Cianjur Meninggal Setelah 5 Hari Ngungsi ke Bogor

1 hari lalu

Korban Gempa Cianjur Meninggal Setelah 5 Hari Ngungsi ke Bogor

Jenazah korban gempa Cianjur yang meninggal di Bogor itu telah dibawa ke daerah asalnya di Cugenang dengan mobil siaga Desa Tugu Selatan, Puncak.


Catat, Inilah 5 Penyakit yang Kerap Memicu Mati Muda

2 hari lalu

Catat, Inilah 5 Penyakit yang Kerap Memicu Mati Muda

Gaya hidup yang buruk menjadi penyebab utama anak muda mengalami penyakit serius sehingga memicu terjadinya kematian dini. Berikut lima penyakit yang kerap menyebabkan mati muda.


Merasakan Sakit Dada Bagian Kiri, Bisa Disebabkan karena 7 Penyakit Ini

3 hari lalu

Merasakan Sakit Dada Bagian Kiri, Bisa Disebabkan karena 7 Penyakit Ini

Pernahkah merasakan sakit dada bagian kiri? Jangan dianggap remeh, bisa jadi itu merupakan tanda dari penyakit berbahaya.


Mengenal Penyakit Neurofibromatosis Tipe 1, Tumbuhnya Tumor pada Jaringan Saraf akibat Kelainan Genetik

3 hari lalu

Mengenal Penyakit Neurofibromatosis Tipe 1, Tumbuhnya Tumor pada Jaringan Saraf akibat Kelainan Genetik

Neurofibromatosis Tipe 1 mempengaruhi sekitar 1 dari 3.000 orang di seluruh dunia.


Seberapa Sering Harus Membersihkan Kamar Mandi Secara Menyeluruh?

4 hari lalu

Seberapa Sering Harus Membersihkan Kamar Mandi Secara Menyeluruh?

Jika sesuatu terlihat atau berbau kotor, itu berarti sudah lewat waktunya untuk membersihkan kamar mandi


Vaksin Booster Kedua untuk Lansia 60 Tahun ke Atas Sudah Tersedia di Puskesmas Jakarta Barat

5 hari lalu

Vaksin Booster Kedua untuk Lansia 60 Tahun ke Atas Sudah Tersedia di Puskesmas Jakarta Barat

Pemerintah Kota Jakarta Barat memastikan vaksin booster untuk lansia 60 tahun ke atas sudah tersedia di Pusat Kesehatan Masyarakat.


Bio Farma Produksi 5 Juta Dosis Vaksin IndoVac untuk Booster Kedua Lansia

6 hari lalu

Bio Farma Produksi 5 Juta Dosis Vaksin IndoVac untuk Booster Kedua Lansia

Bio Farma bersiap memproduksi 5 juta dosis vaksin IndoVac untuk pemberian vaksin booster kedua bagi lansia.


Pelayanan Vaksinasi Booster Kedua khusus Lansia di Jakarta hingga 31 Desember 2022

6 hari lalu

Pelayanan Vaksinasi Booster Kedua khusus Lansia di Jakarta hingga 31 Desember 2022

Lansia yang sudah memiliki tiket empat di aplikasi PeduliLindungi, bisa mendatangi lokasi vaksinasi booster.


Menkes Minta Lansia 60 Tahun Lebih dan Nakes Segera Booster Kedua

6 hari lalu

Menkes Minta Lansia 60 Tahun Lebih dan Nakes Segera Booster Kedua

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta tenaga kesehatan dan lansia di atas 60 tahun untuk segera melakukan booster kedua vaksinasi Covid-19.