Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

Reporter

Ilustrasi Diffuser. Pixabay.com/Anke Sundermeier

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang menggunakan cairan antiseptik untuk campuran diffuser. Namun, dokter Debora Aloina Ita Tarigan tak menyarankan membuat campuran tersebut karena berisiko berdampak buruk pada kulit dan tenggorokan.

"Cairan antiseptik memiliki sejumlah kandungan yang membahayakan. Apabila terkena kulit manusia bisa menyebabkan hipersensitif karena cairan mengandung klorosilenol," kata Medical Underwriter Sequis itu.

Menurutnya, zat ini dapat berisiko menyebabkan perubahan warna kulit, ruam, iritasi, dan kulit terbakar. Kemudian apabila sampai tertelan maka dapat menyebabkan erosi faring (penipisan atau pengikisan jaringan tenggorokan), edema laring atau penyempitan saluran pernapasan, gangguan pernapasan akut, hingga dapat terjadi henti jantung.

Dia menuturkan sampai saat ini belum ada penelitian membuktikan diffuser dapat menjadi bagian tatalaksana pencegahan COVID-19. Penggunaan diffuser juga belum terbukti aman sebagai metode penguapan cairan antiseptik untuk mensterilisasi udara. Menurutnya, justru penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan, mulai dari iritasi pada mata hingga potensi kerusakan pada organ pernapasan.

Membahayakan saluran pernapasan
Sementara itu, penggunaan minyak esensial pada diffuser masih relatif aman untuk saluran pernapasan. Namun, Debora mengingatkan penderita gangguan pernapasan seperti yang memiliki riwayat asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan gangguan kronis lain agar lebih waspada atau menghindari penggunaan diffuser. Hal ini karena uap diffuser berpotensi menyebabkan iritasi di saluran pernapasan.

Debora mengingatkan masyarakat tak sembarang meniru dan menyebarkan percobaan tren do it yourself diffuser atau konten kesehatan lain yang belum tervalidasi kebenarannya, seperti mencampur antiseptik pada diffuser. Dia mengajak masyarakat aktif melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 daripada bereksperimen sendiri dengan dalil dapat mencegah penyebaran virus.

Hal terbaik yang dapat dilakukan dengan menaati protokol kesehatan, yakni selalu memakai masker dan rajin mencuci tangan, memperhatikan kebersihan lingkungan, dan menjaga imunitas dengan cara mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, cukup beristirahat, dan mengelola stres dengan baik.

"Selain itu, ada baiknya kita mempersiapkan diri dari kemungkinan terserang penyakit dengan memiliki asuransi kesehatan agar bisa mendapatkan perawatan medis lebih cepat dan berkualitas," tuturnya.

Baca juga: Viral Diffuser Dettol untuk Tangkal Virus Corona, Benar Ampuh?






Kasus Covid-19 China Melonjak Lagi di Tengah Protes Antipembatasan

2 jam lalu

Kasus Covid-19 China Melonjak Lagi di Tengah Protes Antipembatasan

China mencatat rekor infeksi Covid-19 tertinggi lagi setelah protes akhir pekan di seluruh negeri atas pembatasan kegiatan masyarakat.


Polisi China Disebut Menyerang Jurnalis BBC dalam Unjuk Rasa di Shanghai

3 jam lalu

Polisi China Disebut Menyerang Jurnalis BBC dalam Unjuk Rasa di Shanghai

Kantor berita nasional Inggris, BBC, menyatakan polisi China telah menyerang dan menahan salah satu jurnalisnya saat meliput protes di Shanghai.


Demo Covid di China Meluas, Berubah Jadi anti-Xi Jinping dan PKC

6 jam lalu

Demo Covid di China Meluas, Berubah Jadi anti-Xi Jinping dan PKC

Ratusan pengunjuk rasa anti=pembatasan Covid dan polisi bentrok di Shanghai, bahkan muncul teriakan turunkan Partai Komunis China, turunkan Xi Jinping


Bagaimana Rusuh di Foxconn Pengaruhi Stok iPhone 14 Pro dan Pro Max di Toko?

16 jam lalu

Bagaimana Rusuh di Foxconn Pengaruhi Stok iPhone 14 Pro dan Pro Max di Toko?

Foxconn mengaku kapasitas produksi iPhone 14 Pro dan Pro Max tak berubah menjelang musim liburan akhir tahun ini. Meski 20 ribu pekerjanya pergi.


Covid-19 Terkini: 300 Subvarian Omicron dan Batuk Kronis

23 jam lalu

Covid-19 Terkini: 300 Subvarian Omicron dan Batuk Kronis

Kasus-kasus Covid-19 telah benar-benar berubah sejak Omicron terdeteksi setahun yang lalu.


Mengenal Pneumonia, Penyebab Kematian Anak Terbesar

1 hari lalu

Mengenal Pneumonia, Penyebab Kematian Anak Terbesar

Pneumonia adalah penyakit yang menyebabkan paru-paru berisi dahak, lendir, atau nanah yang diakibatkan oleh virus, jamur, atau bakteri.


Kejadian Langka, Warga China Demo Menolak Lockdown Covid-19

1 hari lalu

Kejadian Langka, Warga China Demo Menolak Lockdown Covid-19

Warga di wilayah Xinjian dan Beijing turun ke jalan memprotes pembatasan ketat yang dilakukan pemerintah China akibat naiknya kasus harian Covid-19


Protes Besar Covid-19 Meletus di China setelah Kebakaran di Wilayah Muslim Uighur

1 hari lalu

Protes Besar Covid-19 Meletus di China setelah Kebakaran di Wilayah Muslim Uighur

Sejumlah penduduk di alun-alun menyanyikan lagu kebangsaan China sementara yang lain berteriak ingin dibebaskan dari lockdown.


Daftar Lokasi Vaksinasi Booster Covid-19 di DKI Jakarta, hingga 31 Desember

2 hari lalu

Daftar Lokasi Vaksinasi Booster Covid-19 di DKI Jakarta, hingga 31 Desember

DKI Jakarta tetap membuka pelayanan vaksinasi booster Covid-19 dosis kedua di akhir pekan.


Kasus Harian Covid-19 DKI Jakarta Melonjak, Dinkes: BOR Terkendali

3 hari lalu

Kasus Harian Covid-19 DKI Jakarta Melonjak, Dinkes: BOR Terkendali

Kasus harian Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir kian melonjak. Meski demikian, Bed Occupation Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit DKI Jakarta disebut masih dalam kondisi aman.