4 Jenis Makanan untuk Kesehatan Mata, Bukan Cuma Wortel

Reporter

Editor

Mitra Tarigan

Ilustrasi mata wanita. Unsplash.com/Alexandra Gorn

TEMPO.CO, JakartaMata adalah jendela dunia. Dokter Spesialis Mata RS An-Nisa dan Klinik Mata Netra Tangerang, Karinca Melia Arundini mengatakan rata-rata mata bekerja 16 jam sehari. "Jumlah itu banyak loh, lebih dari setengah hari," katanya pada WiSTEM2D Talk bertajuk Amazing Contact Lenses pada 13 Oktober 2022 yang disiarkan secara daring. 

Karinca mengatakan penggunaan mata itu bisa lebih dari 16 jam ketika seseorang sedang asyik nonton serial atau televisi. "Teman-teman yang nonton drakor atau series, pasti matanya bekerja lebih banyak. Kebayang kalau mata ada gangguan, maka akan mempengaruhi kegiatan sehari-hari," lanjutnya. 

Sebagai panca indera yang sangat penting, mata sangat perlu untuk dijaga. "Agar bisa dinikmati dalam jangka waktu yang lama, sampai tua. Karena semakin tua usia, paparan cahaya semakin banyak dan metabolisme juga semakin berkurang. Hal ini memicu kerusakan oksidatif," katanya. 

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata sedari dini. Salah satu cara pencegahannya adalah dengan mengkonsumsi makanan dan mikronutrien. "Kerusakan oksidatif dapat dikurangi dengan diet anti oksidan dan anti inflamasi," lanjutnya. 

Berikut 4 jenis makanan untuk kesehatan mata: 

1. Vitamin C 

Vitamin C bisa didapat dari jeruk, anggur, kiwi, stroberi, tomat paprika merah dan hijau, serta brokoli. 

2. Vitamin E

Vitamin E bisa didaoat dari almond, kuaci, minyak zaitun dan alpukat. "Tidak disangka kan, camilan seperti kuaci bagus manfaatnya untuk kesehatan mata. Jadi jangan cuma makan wortel saja," katanya. 

3. Zinc

Kita bisa mendapatkan zinc dari kacang-kacangan, biji-bijian, daging atau makanan laut, produk susu dan juga telur. 

4. Lutein dan Zeaxantahin

Kedua zat ini sebenarnya sudah ada di mata kita. Namun terkadang perlu juga ditambah dengan asupan agar kebutuhannya terpenuhi. Beberapa makanan yang bisa menambah zat ini adalah kangkung, bayam, lobak, brokoli, asparagus serta buah-buahan berwarna seperti pepaya, persik dan mangga. 

Bertepatan dengan momentum Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day), Johnson & Johnson Indonesia (PT Johnson & Johnson Indonesia) bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) mengajak peningkatan kualitas kesehatan generasi muda Indonesia, khususnya perempuan muda. Salah satu caranya adalah dengan menggelar seminar edukasi kesehatan mata bertajuk “WiSTEM2D Talk: Amazing Contact Lenses” secara daring bagi 150 siswa SMA dan mahasiswa. 

Studi International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) pada tahun 2020 menyebutkan bahwa 1,1 miliar orang di dunia mengalami kehilangan kemampuan penglihatan dengan tingkat keparahan mulai dari ringan, berat, hingga kebutaan total dan diprediksi akan terus meningkat hingga 1,75 milyar orang di tahun 2050. Kondisi yang lebih memprihatinkan lagi, 55 persen penderita masalah penglihatan ini adalah kaum perempuan.  Hal ini terjadi akibat berbagai hambatan yang dihadapi perempuan untuk mengakses layanan dasar perawatan kesehatan mata, termasuk biaya, ketidakmampuan untuk bepergian, kurangnya dukungan sosial, dan terbatasnya akses ke informasi dan sumber daya.

Webinar WiSTEM2D Talk untuk Tingkatkan Kesadaran dan Akses Generasi Muda terhadap Kesehatan Mata/Johnson n Johnson

Devy Yheanne, Country Leader of Communications and Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia mengungkapkan timnya selalu berperan aktif dalam menciptakan terobosan-terobosan yang dapat membantu masyarakat dalam menghadapi beragam tantangan kesehatan, termasuk gangguan penglihatan. "Selain melalui berbagai produk kesehatan yang kami miliki, upaya ini juga diwujudkan dalam inisiatif WiSTEM2D (Women in Science, Technology, Engineering, Math, Manufacturing, and Design) yang diadakan untuk menyediakan akses yang setara bagi perempuan, khususnya generasi muda, terhadap wawasan dan sumber daya mengenai kesehatan, termasuk kesehatan mata," katanya. 

Timnya meyakini, tingkat kesadaran dan kualitas kesehatan yang lebih baik akan membukakan lebih banyak potensi dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka secara menyeluruh. "Harapannya, semakin banyak pihak yang terinspirasi dari inisiatif ini untuk turut serta mengkampanyekan pentingnya keterjangkauan masyarakat terhadap informasi dan layanan kesehatan demi mewujudkan komunitas dan dunia yang lebih sehat," katanya. 

Sejatinya, pemeriksaan mata secara berkala sangat penting untuk dilakukan. Hal ini dapat membantu kita untuk mengetahui kondisi indera penglihatan dan melakukan penanganan lebih awal bila terdeteksi adanya gangguan. Namun sayangnya, survei Hello Health tahun 2021 menunjukkan 45 persen masyarakat Indonesia belum pernah memeriksakan matanya. Mereka baru merasakan urgensi untuk melakukan pemeriksaan bila mulai mengalami penglihatan yang rabun (49%) atau gejala lain yang tak biasa (41 persen). Bahkan, hanya 1 dari 10 orang yang benar-benar pergi ke dokter spesialis mata sebagai bagian dari pemeriksaan rutin. 

Robert Gardiner, Academic Advisor and Operations Counsel Prestasi Junior Indonesia mengatakan data tersebut mengindikasikan bahwa rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan mata disebabkan oleh minimnya wawasan. Oleh karena itu, partisipasi pelajar dalam kegiatan ini akan menjadi pengalaman yang membukakan pandangan serta memicu munculnya kesadaran dan perubahan perilaku dalam perawatan kesehatan mata. "Kami berharap para peserta juga termotivasi untuk membagikan wawasan yang telah mereka peroleh kepada keluarga dan kerabat terdekat agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang peka terhadap isu kesehatan mata. Dengan dukungan Johnson & Johnson Indonesia, PJI akan terus mengeksplorasi tantangan masyarakat di bidang kesehatan lainnya dan berupaya mengembangkan inisiatif edukasi kesehatan untuk membantu menyediakan solusinya,” katanya. 

Baca: Macam Gangguan Mata pada Anak






3 Hal tentang Mata Berkedip: Fungsi, Jumlah, Risiko Kesehatan

2 hari lalu

3 Hal tentang Mata Berkedip: Fungsi, Jumlah, Risiko Kesehatan

Mata berkedip penting untuk kesehatan


Belum Diketahui Sebabnya, Ini Pemicu Penyakit Mata Malas pada Anak

2 hari lalu

Belum Diketahui Sebabnya, Ini Pemicu Penyakit Mata Malas pada Anak

Mata malas bisa berkaitan denan penyakit mata lainnya.


Mata Berkedip Terlalu Sering, Apa Saja Penyebabnya?

2 hari lalu

Mata Berkedip Terlalu Sering, Apa Saja Penyebabnya?

Mata berkedip berlebihan ada berbagai penyebab yang mempengaruhi kondisi itu


Mana yang Lebih Kaya Nutrisi, Apel Merah atau Apel Hijau?

5 hari lalu

Mana yang Lebih Kaya Nutrisi, Apel Merah atau Apel Hijau?

apel memilili beberapa jenis salah satunya ada apel merah dan apel hijau. manakah yang lebih kaya nutrisi, apel hijau atau merah? simak jawabannya disini


Manfaat Beras Hitam Selain untuk Penurunan Berat Badan, Apa Lagi?

7 hari lalu

Manfaat Beras Hitam Selain untuk Penurunan Berat Badan, Apa Lagi?

Beras hitam memberikan sejumlah menfaat kesehatan bagi tubuh, antara lain untuk penurunan berat badan dan kesehatan mata.


Kombinasi Suplemen yang Tidak Boleh Dicampur karena Berbahaya

9 hari lalu

Kombinasi Suplemen yang Tidak Boleh Dicampur karena Berbahaya

Suplemen memang dapat membantu meningkatkan kesehatan tetapi juga memiliki banyak risiko. Lebih-lebih mix dua suplemen yang tidak dianjurkan dokter.


Memahami Penggunaan Retinol dalam Perawatan Kulit Wajah

12 hari lalu

Memahami Penggunaan Retinol dalam Perawatan Kulit Wajah

Sebelum memutuskan menggunakan retinol dalam perawatan wajah, penting untuk memahami produk yang satu ini.


Rekomendasi 12 Eye Cream Brand Lokal untuk Atasi Mata Panda

14 hari lalu

Rekomendasi 12 Eye Cream Brand Lokal untuk Atasi Mata Panda

Kini sudah banyak eye cream brand lokal untuk atasi mata panda dengan harga terjangkau, apa saja itu? Simak rekomendasi berikut.


4 Manfaat Stroberi, Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

14 hari lalu

4 Manfaat Stroberi, Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Stroberi mengandung banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh. Mengonsumsinya bisa menurunkan risiko penyakit jantung.


Pemakai Skincare Harus Tahu, Retinol Tak Boleh Digunakan Bersamaan dengan Vitamin C

14 hari lalu

Pemakai Skincare Harus Tahu, Retinol Tak Boleh Digunakan Bersamaan dengan Vitamin C

Retinol dan vitamin C adalah dua bahan dalam skincare yang pengaplikasiannya tidak boleh secara bersamaan.