Penyebab Gagal Jantung, Hipertensi dan Jantung Koroner

Reporter

Ilustrasi gagal jantung. shutterstock.com

TEMPO.CO, JakartaGagal jantung merupakan kondisi ketika otot jantung tidak memompa darah dengan normal. Ketika hal ini terjadi, darah tidak mengalir lancar dan cairan dapat menumpuk di paru-paru hingga menyebabkan sesak napas. Kondisi jantung tertentu seperti penyempitan arteri di jantung (penyakit arteri koroner) atau tekanan darah tinggi secara bertahap membuat jantung terlalu lemah atau kaku untuk mengisi dan memompa darah dengan benar. 

Gagal jantung dapat berlangsung terus-menerus (kronis) atau mungkin dimulai tiba-tiba. Selain jantung koroner dan hipertensi, beberapa faktor lain yang juga menyebabkan gagal jantung adalah kardiomiopati atau kondisi yang mempengaruhi otot jantung, artimia, kerusakan pada katup jantung, penyakit jantung bawaan, minum alkohol, merokok, dan apnea tidur atau ketidakmampuan bernapas dengan benar saat tidur.

Spesialis jantung dan pembuluh darah di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK), Rarsari Soerarso, menjelaskan jantung koroner, hipertensi, hingga apnea tidur merupakan beberapa faktor risiko dari terjadinya gagal jantung.

"Penyebab gagal jantung terbanyak kalau di RS Harapan Kita itu pertama koroner dan kedua baru hipertensi," ujar Rarsari.

Ciri gagal jantung
Ia mengatakan beberapa ciri gagal jantung yang dapat dikenali adalah sesak napas saat istirahat atau beraktivitas, kelelahan luar biasa, napas pendek, detak jantung cepat, tidak nafsu makan, batuk dan bersin setiap saat, kenaikan berat badan secara drastis, serta sering buang air kecil di malam hari.

"Biaya gagal jantung itu besar banget dan banyak orang yang enggak tahu kalau dia sudah mengarah ke gagal jantung. Dia juga akan sering bolak balik dirawat," tutur Rarsari.

Berdasarkan data I-HEFCARD, 17,2 persen pasien gagal jantung di Indonesia meninggal saat perawatan rumah sakit, 11,3 persen meninggal dalam satu tahun perawatan, dan 17 persen mengalami rawat inap berulang. Menurut Rarsari, saat ini sudah banyak pilihan untuk pengobatan gagal jantung. Yang paling utama adalah kontrol ketat atas obat dan gaya hidup serta pemantauan yang cermat.

Seiring dengan perkembangan kondisi pasien, dokter juga dapat menawarkan pilihan pengobatan lebih lanjut. Tujuannya untuk mencegah terjadinya hal yang lebih buruk seperti menurunkan risiko kematian dan kebutuhan rawat inap, meredakan gejala, serta meningkatkan kualitas hidup.

Baca juga: Apa Perbedaan Henti Jantung dan Gagal Jantung?






5 Mitos tentang Pengaruh Makanan terhadap Kesehatan Jantung

6 jam lalu

5 Mitos tentang Pengaruh Makanan terhadap Kesehatan Jantung

Telur dan lemak dianggap buruk untuk kesehatan jantung, demikian juga dengan daging merah. Faktanya?


Konsumsi Garam Berlebih Bisa Berbahaya, Hipertensi dan Gagal Jantung Siap Datang

8 jam lalu

Konsumsi Garam Berlebih Bisa Berbahaya, Hipertensi dan Gagal Jantung Siap Datang

Mengonsumsi garam berlebih bisa memicu penyakit berbahaya seperti contohnya hipertensi. Dalam jangka panjang bisa sebabkan gagal jantung.


Sindrom Patah Hati Berpotensi Sebabkan Kematian, Ini Pentingnya Mengelola Stres

1 hari lalu

Sindrom Patah Hati Berpotensi Sebabkan Kematian, Ini Pentingnya Mengelola Stres

Broken heart syndrome atau sindrom patah hati dikenal dapat berujung fatal hingga kematian. Kenali penyebabnya berikut.


Mengenal Tangier, Kelainan pada Tubuh yang Dapat Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

5 hari lalu

Mengenal Tangier, Kelainan pada Tubuh yang Dapat Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Penyakit tangier ditandai dengan berkurangnya kadar high-density lipoprotein (HDL) dalam darah secara signifikan.


Penjelasan Sains tentang Rasa Sakit Akibat Patah Hati

5 hari lalu

Penjelasan Sains tentang Rasa Sakit Akibat Patah Hati

Hati-hati, putus cinta dan patah hati dapat memicu luapan emosi negatif yag berdampak pada kesehatan mental.


Manfaat Beras Hitam Selain untuk Penurunan Berat Badan, Apa Lagi?

7 hari lalu

Manfaat Beras Hitam Selain untuk Penurunan Berat Badan, Apa Lagi?

Beras hitam memberikan sejumlah menfaat kesehatan bagi tubuh, antara lain untuk penurunan berat badan dan kesehatan mata.


5 Risiko Buruk Kebanyakan Mengonsumsi Lemak Jenuh

7 hari lalu

5 Risiko Buruk Kebanyakan Mengonsumsi Lemak Jenuh

Lemak jenuh terkandung dalam banyak makanan produk hewani maupun nabati.


Cegah Penyakit Tidak Menular dengan Cara CERDIK

8 hari lalu

Cegah Penyakit Tidak Menular dengan Cara CERDIK

Dokter mengingatkan pentingnya pola hidup CERDIK untuk menekan prevalensi penyakit tidak menular. Apa itu?


Menilik Perbedaan Serangan Jantung dan Gagal Jantung

9 hari lalu

Menilik Perbedaan Serangan Jantung dan Gagal Jantung

Serangan jantung kondisi ketika tiba-tiba ada pengurangan aliran darah atau penyumbatan


Inilah 6 Mitos yang Keliru terkait Kesehatan Jantung

11 hari lalu

Inilah 6 Mitos yang Keliru terkait Kesehatan Jantung

Selama ini terdapat sejumlah mitos terkait kesehatan jantung, salah satunya menurunkan intensitas kegiatan fisik setelah didiagnosis memiliki masalah jantung.