Mengenali Jenis Penyakit Polio

Bidan Puskesmas Cisimeut memberikan vaksin polio kepada seorang anak Suku Baduy Luar di Kampung Kaduketug, Lebak, Banten, Sabtu 23 Juli 2022. Upaya imunisasi jemput bola yang dilakukan Puskesmas setempat tersebut guna meningkatkan kesadaran akan kesehatan anak kepada warga Suku Baduy serta mencegah anak terjangkit berbagai penyakit. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan menjelaskan, pasien di Aceh tertular polio akibat air sungai yang tercemar kotoran tinja. Sungai itu tempat bermain anak-anak. 

Kementerian Kesehatan telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa atau KLB Polio setelah ditemukan satu kasus di Aceh. Penetapan status itu karena sebelumnya Indonesia telah menerima sertifikat bebas polio dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO pada 2014.

Apa saja jenis penyakit polio?

Seseorang yang mengalami polio mengalami gejala ringan. Polio penyakit berbahaya yang menyebabkan kelumpuhan, khususnya bagian lengan, kaki, atau otot yang mengontrol pernapasan. Sebab, virus polio yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut atau hidung akan membuat lbanyak salinan di tenggorokan dan usus.

Selain kelumpuhan, kematian menjadi risiko paling pasien yang  terserang virus polio. Virus itu memiliki tiga tipe, yaitu virus polio liar tipe 1, 2, dan 3 (WPV1, WPV2 dan WPV3). Kini, polio liar tipe 2 dan 3 telah diberantas.

Baca: KLB Polio, Bagaimana Penetapan Status Kejadian Luar Biasa?

Polio mempengaruhi tubuh seseorang tergantung lokasi virus berkembang biak dan menyerang. Mengutip Cleveland Clinic, penyakit yang satu ini pun memiliki beragam jenis, yaitu sebagai berikut: 

1. Poliomielitis abortif

Polio jenis ini menyebabkan gejala, seperti flu dan penyakit usus. Polio ini hanya berlangsung beberapa hari dan tidak menyebabkan masalah jangka panjang.

2. Poliomielitis non-paralitik 

Polio ini menyebabkan meningitis aseptik, yaitu pembengkakan di bagian sekitar otak. Ini menyebabkan lebih banyak gejala daripada poliomielitis abortif yang gagal. Orang yang mengalami polio ini harus dirawat di rumah sakit.

3. Poliomielitis paralitik 

Polio ini terjadi ketika virus polio menyerang otak dan sumsum tulang belakang. Akibatnya, seseorang mengalami kelumpuhan otot-otot yang menyulitkan dalam bernapas, berbicara, menelan, dan menggerakkan anggota tubuh.

4. Polioensefalitis 

Jenis polio ini termasuk yang langka dan sebagian besar menyerang bayi. Akibatnya, bayi mengalami pembengkakan otak.

5. Sindrom pasca-polio 

Sindrom ini terjadi ketika gejala polio kembali bertahun-tahun setelah infeksi.

Baca: KLB Polio, Pemerintah akan Gelar Imunisasi di Seluruh Kabupaten dan Kota di Aceh

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Viral Perawat di Palembang Diduga Lakukan Malpraktik terhadap Bayi, Apa Hukumannya?

5 jam lalu

Viral Perawat di Palembang Diduga Lakukan Malpraktik terhadap Bayi, Apa Hukumannya?

Kasus perawat potong jari bayi di RS Muhammadiyah Pelmbang menggegerkan. Perbuatannya diduga malpraktik, apakah itu?


2 Kasus Baru Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Dinkes Imbau Setop Beri Obat Sirop untuk Sementara

6 jam lalu

2 Kasus Baru Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Dinkes Imbau Setop Beri Obat Sirop untuk Sementara

Kementerian Kesehatan RI mengungkap temuan dua kasus baru Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) di DKI Jakarta pada awal tahun 2023. Dua kasus tersebut dilaporkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta.


Kasus Gagal Ginjal Akut Kembali Muncul, Komisi IX DPR Tagih Tanggung Jawab BPOM

7 jam lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut Kembali Muncul, Komisi IX DPR Tagih Tanggung Jawab BPOM

DPR meminta BPOM bertanggung jawab atas kembali munculnya kasus gagal ginjal akut pada anak.


2 Kasus Baru Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Satu Pasien Meninggal Usai Konsumsi Praxion

9 jam lalu

2 Kasus Baru Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Satu Pasien Meninggal Usai Konsumsi Praxion

Satu kasus yang terkonfirmasi gagal ginjal akut atau Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) di Jakarta dialami anak berusia 1 tahun.


Data Terbaru Gagal Ginjal Akut Pada Anak: 326 Kasus, 204 Korban Meninggal

11 jam lalu

Data Terbaru Gagal Ginjal Akut Pada Anak: 326 Kasus, 204 Korban Meninggal

Dua kasus baru gagal ginjal akut ditemukan di DKI Jakarta, Kemenkes merilis data terbaru kasus tersebut.


Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Kemenkes Pastikan Obat Sirup yang Diduga Jadi Penyebabnya Sudah Ditarik

11 jam lalu

Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Kemenkes Pastikan Obat Sirup yang Diduga Jadi Penyebabnya Sudah Ditarik

Kemenkes menyebut satu korban baru gagal ginjal akut pada anak mengonsumsi obat sirup penurun demam merk Praxion.


Belum Diketahui Sebabnya, Ini Pemicu Penyakit Mata Malas pada Anak

11 jam lalu

Belum Diketahui Sebabnya, Ini Pemicu Penyakit Mata Malas pada Anak

Mata malas bisa berkaitan denan penyakit mata lainnya.


Ditemukan 2 Kasus Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Kemenkes Terbitkan Surat Kewaspadaan

11 jam lalu

Ditemukan 2 Kasus Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Kemenkes Terbitkan Surat Kewaspadaan

Dua kasus gagal ginjal akut di Jakarta telah ditemukan. Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat kewaspadaan untuk Dinas Kesehatan.


Kasus Baru Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Kemenkes: 1 Terkonfirmasi, 1 Suspek

12 jam lalu

Kasus Baru Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Kemenkes: 1 Terkonfirmasi, 1 Suspek

Kementerian Kesehatan menyatakan baru satu kasus baru gagal ginjal akut yang terkonfirmasi. Satu kasus lainnya masih dalam status suspek.


Waspada Lagi Gangguan Ginjal Akut, 1 Anak Meninggal di Jakarta

12 jam lalu

Waspada Lagi Gangguan Ginjal Akut, 1 Anak Meninggal di Jakarta

BPOM sudah mengeluarkan perintah penghentian sementara produksi dan distribusi obat yang dikonsumsi dua pasien anak gangguan ginjal akut itu.