Anak Cenderung Bersifat Pemberontak? Kenali Akarnya dan Hindari Terbawa Emosi

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Ilustrasi ibu dan anak perempuan. Freepik.com/Peoplecreations

TEMPO.CO, Jakarta -Amukan dan amarah anak-anak termasuk bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka bagi orang tua, tetapi melakukan aktivitas dengan anak-anak pemberontak bisa menjadi rutinitas yang paling membuat stres.

Sehingga, Anda menyadari anak merupakan orang yang mandiri, dengan pikiran dan perasaan yang mungkin tidak sejalan dengan orang tuanya. 

Penyebab Karakter Pemberontak

Melansir dari verywellfamily, seorang anak memberontak atau bertindak perilaku yang tidak pantas digunakan untuk menutupi perasaan sakit, takut, atau kesepian yang lebih dalam. Beberapa anak melakukan tindakan, karena mereka menanggapi dengan cara yang normal terhadap situasi yang membuat mereka kesal sampai pada titik tidak dapat mengelola emosi.

Anak-anak mungkin bertingkah akan sesuatu yang terjadi di luar aturan pemikirannya, misalnya seorang anak yang diintimidasi di sekolah kemungkinan menunjukkan kemarahan dan frustasi dengan memberontak di rumah. Dalam kasus masalah sensorik, seperti gangguan pemrosesan sensorik, anak autis dan sejumlah tanpa diagnosis khusus memiliki tantangan sensorik yang membuat penglihatan dan suara bisa menyakitkan secara fisik. 

Mencari Perhatian

Memberontak juga merupakan cara untuk mendapatkan perhatian - positif atau negatif - dari orang dewasa. Ada baiknya menggunakan berbagai strategi pengasuhan untuk anak yang sering mencari perhatian melalui perilaku negatif. Termasuk anak yang gampang tantrum alias rewel panjang.

Terlepas dari usia, kurangnya kontrol bisa membuat frustasi bagi siapapun yang menanganinya, menurut laman healthline. Hal ini sering menjadi sebab pemberontakan pada balita dan anak kecil, karena sebagian besar hari mereka berada di luar kendali - mulai dari apa yang akan dikenakan, apa yang akan dimakan, dan bahkan apa yang dapat mereka tonton. 

Baca juga : Begini Cara Kate Middleton Menangani Anak Tantrum

Meskipun sebagian besar perilaku anak disebabkan oleh pertarungan atas kemandirian dan kontrol, anak-anak cenderung menghadapi gangguan pemberontak yang meliputi perselisihan atau pertengkaran dengan orang dewasa; sikap negatif; marah; atau bahkan agresif dengan teman sebaya; sampai keinginan balas dendam. 

Namun, tindakan ini juga berkaitan dengan masalah kesehatan atau fisik lainnya. Jadi, sebelum anda menganggap anak sebagai ‘gangguan pemberontak’, anda harus memastikan tidak masalah bahwa tidak ada masalah mendasar lainnya. 

Mampu membedakan antara akar penyebab pemberontakan, akan membantu orang tua memastikan perkembangan anak berhasil melalui perkembangan emosinya. Melalui upaya perbaikan perilaku dan penanganan yang tepat, mereka akan mampu menghadapi apapun yang terjadi pada masa dewasa. 

BALQIS PRIMASARI
Baca juga : 5 Hal Kebiasaan yang Berguna Buat Keakraban Dengan Anak-anak


Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik
https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung.






Amnesty: Ratusan Anak Thailand Berpotensi Dipenjara karena Ikut Gerakan Protes

10 jam lalu

Amnesty: Ratusan Anak Thailand Berpotensi Dipenjara karena Ikut Gerakan Protes

Para terdakwa yang masih kanak-kanak saat dugaan pelanggarannya menghadapi tuntutan pidana, banyak di antaranya terkait dengan gerakan protes 2020-202


Waspada Kasus Penculikan, Bagaimana Memberitahu ke Anak-anak?

2 hari lalu

Waspada Kasus Penculikan, Bagaimana Memberitahu ke Anak-anak?

Bagaimana mengajari anak-anak cara melindungi diri dari upaya penculikan dan menjaga mereka tetap aman? Ikuti tips ini.


Kapan Sebaiknya Anak-Anak Mendalami Belajar Calistung?

2 hari lalu

Kapan Sebaiknya Anak-Anak Mendalami Belajar Calistung?

Calistung atau membaca, menulis, berhitung perlu dipelajari dan dikembangkan oleh anak-anak


Tips 5 Cara Mencegah Insomnia pada Anak-anak

3 hari lalu

Tips 5 Cara Mencegah Insomnia pada Anak-anak

Insomnia juga sering terjadi pada masa remaja karena ini adalah saat anak mulai melepaskan melatonin di malam hari daripada di masa kanak-kanak.


Mengenal Marie Kondo, Ratu Kerapian yang Mengaku Malas Beberes Rumah setelah Punya 3 Anak

6 hari lalu

Mengenal Marie Kondo, Ratu Kerapian yang Mengaku Malas Beberes Rumah setelah Punya 3 Anak

Marie Kondo kini mulai merelakan rumahnya tidak lagi rapi setelah memiliki tiga anak. Berikut profil perempuan yang dijuluki Ratu Kerapian tersebut.


Memanas, Militer Rwanda Tembak Jet Tempur Kongo

14 hari lalu

Memanas, Militer Rwanda Tembak Jet Tempur Kongo

Rwanda menyebut ini merupakan insiden ketiga saat jet tempur Republik Demokratik Kongo melanggar wilayah udaranya


Jepang Krisis Anak? Ini Cara-cara Pemerintah Mengerek Angka Kelahiran

14 hari lalu

Jepang Krisis Anak? Ini Cara-cara Pemerintah Mengerek Angka Kelahiran

Tokyo sedang menghadapi ancaman demografi penduduk dengan rendahnya angka kelahiran sehingga disebut Jepang krisis anak. Apa upaya mereka?


Tips Orang Tua Menjaga Anak-anak dari Berubah Jadi Orang People Pleaser

20 hari lalu

Tips Orang Tua Menjaga Anak-anak dari Berubah Jadi Orang People Pleaser

Orang tua harus tahu ada garis tipis antara menjadi orang yang baik hati dan perhatian dan tidak enakan alias people pleaser.


DKI Gencar OTT Pembuang Sampah Sembarangan, Berlaku juga ke Anak-Anak

20 hari lalu

DKI Gencar OTT Pembuang Sampah Sembarangan, Berlaku juga ke Anak-Anak

Warga Jakarta yang buang sampah sembarangan bisa dikenai sanksi denda hingga Rp500 ribu


Bu Kasur, Penulis Lagu Anak hingga Produser Film Amrin Membolos

23 hari lalu

Bu Kasur, Penulis Lagu Anak hingga Produser Film Amrin Membolos

Bu Kasur memproduksi film anak-anak Amrin Membolos pada 1996