Jangan Diabaikan, Kenali Tanda-Tanda Awal Epilepsi dan Cara Penanganannya

Ilustrasi anak kejang/epilepsi. Redcross.org.uk

TEMPO.CO, Jakarta -Epilepsi adalah penyakit otak kronis tidak menular yang mempengaruhi orang-orang dari segala usia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 50 juta orang di seluruh dunia menderita epilepsi.

Selain itu, epilepsi mempengaruhi hampir 12 juta orang di India, terhitung hampir seperenam dari beban global, namun banyak orang tidak terdiagnosis. Berikut tanda-tanda awal epilepsi yang jangan diabaikan dikutip dari Times of India.

Orang yang menderita epilepsi kerap ditandai kejang yang terjadi secara tiba-tiba. Kejang adalah lonjakan tiba-tiba dari aktivitas elektrikal yang tidak biasa dan berlebihan di otak sehingga menyebabkan perubahan kesadaran, perilaku, maupun gerakan abnormal.

“Seseorang yang menderita epilepsi dapat mengalami lebih dari satu jenis kejang seperti kejang absence yang dapat menyebabkan penderitanya berkedip cepat atau menatap ke atas dalam waktu singkat, kejang tonik yang menyebabkan kekakuan otot, kejang fokal kompleks di mana seseorang tidak dapat merespons untuk beberapa menit, atau kejang fokal sederhana yang dapat menyebabkan kedutan atau perubahan sensasi, seperti rasa atau bau yang tidak biasa,” ujar Dr. Atma Ram Bansal, Associate Director dari Epilepsy Program, Institute of Neurosciences.

Berikut faktor-faktor yang menyebabkan epilepsi

  • Infeksi. ini diketahui merupakan penyebab utama epilepsi di seluruh dunia. 
  • Faktor genetik, kadang-kadang diturunkan dalam keluarga atau karena perubahan genetik yang didapat.
  • rendahnya kadar oksigen saat lahir.
  • sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel otak.
  • “Cacat lahir yang memengaruhi otak, terutama pada mereka yang kejangnya tidak terkontrol oleh obat antikejang. Beberapa cacat bawaan yang dikaitkan dengan epilepsi termasuk displasia kortikal fokal, polimikrogyria, dan tuberous sclerosis,” kata Dr Bansal.
  • Jaringan parut otak setelah cedera kepala, kerusakan otak setelah stroke dan tumor juga dapat menyebabkan epilepsi.

Tergantung pada jenis kejang, gejala dapat bervariasi. Namun, kejang berulang adalah tanda utama epilepsi. Tanda-tandanya meliputi:

  • Kehilangan kesadaran sementara
  • Gerakan otot yang tidak terkendali
  • Masalah komunikasi dan pemahaman
  • Gejala psikis seperti ketakutan dan kecemasan
  • Masalah pernapasan
  • Tangan tersentak tiba-tiba dan benda-benda jatuh dari tangan
  • Tatapan kosong

 

Berikut beberapa langkah yang mesti dilakukan pada orang yang mengalami kejang akibat epilepsi:

  • Jangan mengerumuni agar penderita bisa bernafas lebih leluasa.
  • Baringkan penderita dalam posisi miring. Ini akan mencegah dari kesulitan bernapas akibat muntahan atau air liur.
  • Jangan memasukkan apapun seperti air, obat-obatan atau makanan ke dalam mulut penderita karena dapat membuatnya tersedak.
  • Jangan mencoba mengontrol atau menghentikan gerakan kejang dari penderita karena dapat membuatnya terluka.
  • Letakkan handuk lembut atau bantal di bawah kepala penderita agar ia tidak melukai diri sendiri selama mengalami gerakan kejang.

HATTA MUARABAGJA
Baca juga : 







PeduliLindungi Berganti Jadi Aplikasi SatuSehat, Ini Tujuannya dan Manfaatnya bagi Pengguna

3 hari lalu

PeduliLindungi Berganti Jadi Aplikasi SatuSehat, Ini Tujuannya dan Manfaatnya bagi Pengguna

Pemerintah mengintegrasikan melakukan transformasi aplikasi Pedulilindungi menjadi aplikasi SatuSehat.


Penyandang Disabilitas Tewas Ditabrak Kereta Api Trans Sulawesi di Barru

5 hari lalu

Penyandang Disabilitas Tewas Ditabrak Kereta Api Trans Sulawesi di Barru

Seorang petani La Sudding, 53 tahun meninggal akibat ditabrak kereta api Trans Sulawesi di Kabupaten Barru, Rabu, 01 Februari 2023.


Pemain Taxi Driver, Song Deok Ho Diperiksa Polisi Akibat Pakai Jasa Calo untuk Hindari Wajib Militer

6 hari lalu

Pemain Taxi Driver, Song Deok Ho Diperiksa Polisi Akibat Pakai Jasa Calo untuk Hindari Wajib Militer

Song Deok Ho mengaku menggunakan jasa calo dan memalsukan diagnosis gejala epilepsi untuk menghindari wajib militer.


Rusia Menuduh Kyiv Bertanggung Jawab atas Serangan Rumah Sakit di Donbass

7 hari lalu

Rusia Menuduh Kyiv Bertanggung Jawab atas Serangan Rumah Sakit di Donbass

Rusia menuding Kiev dan sekutunya dari negara-negara Barat bertanggung jawab atas hancurnya sebuah rumah sakit umum di Kota Donbass


Pertemuan Forum Dekan Kedokteran, Ini Rekomendasi Soal Dokter Spesialis

7 hari lalu

Pertemuan Forum Dekan Kedokteran, Ini Rekomendasi Soal Dokter Spesialis

AHS dianggap sebagai salah satu solusi pemenuhan kebutuhan jumlah, distribusi, dan kualitas dokter dan dokter spesialis di Indonesia.


Dugaan Malpraktik Yuliantika Lumpuh Usai Operasi Caesar, Kuasa Hukum RS Buah Hati Buka Suara

11 hari lalu

Dugaan Malpraktik Yuliantika Lumpuh Usai Operasi Caesar, Kuasa Hukum RS Buah Hati Buka Suara

Kuasa hukum Yuliantika menegaskan tidak ada perdamaian dalam kasus dugaan malpraktik ini, dan akan kembali mengajukan gugatan.


Diduga Jadi Korban Malpraktik, Yuliantika Selalu Ditolak Rumah Sakit di Tangsel

11 hari lalu

Diduga Jadi Korban Malpraktik, Yuliantika Selalu Ditolak Rumah Sakit di Tangsel

Kelurga sempat mencoba memeriksakan Yuliantikan, namun selalu ditolak oleh rumah sakit di Tangsel. Diduga jadi korban malpraktik.


Yuliantika, Warga Ciputat Tiga Tahun Lumpuh Karena Malpraktik Saat Melahirkan

11 hari lalu

Yuliantika, Warga Ciputat Tiga Tahun Lumpuh Karena Malpraktik Saat Melahirkan

Yuliantika, seorang warga Ciputat, Tangerang Selatan hanya bisa berbaring. Kondisinya lumpuh karena diduga malpraktik di sebuah rumah sakit.


Cukai Rokok Naik, Ini Fasilitas yang Bisa Dibangun Pakai Duit Pungutan Tembakau

11 hari lalu

Cukai Rokok Naik, Ini Fasilitas yang Bisa Dibangun Pakai Duit Pungutan Tembakau

Bukan hanya untuk mengontrol konsumsi rokok, cukai tembakau bisa dimanfaatkan untuk membangun fasilitas umum.


Perawat di Inggris Akan Mogok Kerja Lagi

16 hari lalu

Perawat di Inggris Akan Mogok Kerja Lagi

Puluhan ribu perawat di Inggris akan mogok pada bulan depan untuk menuntut kenaikan gaji.