3 Fase dalam Tahapan Trauma Healing Penyintas Bencana?

Anggota Yayasan Aku Badut Indonesia (YABI) menghibur anak-anak korban kebakaran permukiman di kawasan Taman Sari, Jakarta, Kamis 22 April 2021. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai trauma healing bagi anak-anak. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

TEMPO.CO, Jakarta - Trauma healing menjadi salah satu alternatif penyembuhan yang diberikan bagi para penyintas tragedi yang memilukan. Salah satunya trauma healing dilakukan untuk para penyintas gempa Cianjur. Pemberian trauma healing merupakan salah satau strategi untuk mengatasi gangguan psikologis, seperti kecemasan, panik, dan gangguan lainnya karena melemahnya fungsi-fungsi mental yang domiliki individu.

Melansir smccu.unesa.ac.id, dalam prosedurnya, para korban akan diajak melakukan kegiatan yang menyenangkan sehingga bisa melupakan trauma terhadap bencana. Sementara bentuik trauma healing yang bisa diberikan untuk anak-anak melalui permainan, seperti diajak bernyanyi, bercerita, dan kegiatan-kegiatan bermain lainnya.

Baca: BPBD DKI Kirim Tim Trauma Healing untuk Korban Gempa Cianjur

Tahapan Trauma Healing

Melansir share.upmc.com, setidaknya ada tiga tahapan dalam trauma healing, yaitu:

Fase 1: Keamanan dan Stabilitas

Tahap pertama dari trauma healing adalah tahap keamanan dan stabilitas. Dalam tahap ini, para psikolog akan membahas kebutuhan korban, seperti obat-obatan dan kebutuhan lainnya untuk proses pemulihan. Selain itu, tahap pertama ini juga diberikan pelatihan untuk menangani emosi berlebih, mengatur perasaan, mengelola ketakutan, hingga menstabilkan diri Anda ketika dihadapkan dengan pemicu trauma.

Fase 2: Mengingat dan Menerima

Selanjutnya, para ahli meminta korban untuk mengingat dan memproses konsekuensi atas peristiwa traumatis. Para ahli mental juga mengajak untuk mengakui apa yang telah hilang.  Pemrosesan psikologis ini seringkali seiring dengan penyembuhan tubuh. Rasa sakit atau kemunduran fisik bisa memperlambat pemulihan mental dan emosional, bahkan menjadi sumber pemicu.

Fase 3: Memulihkan Hubungan

Tahapan terakhir dari pemulihan trauma adalah tentang pemberdayaan untuk merekonstruksi hubungan. Pada awalnya, korban akan merasa ragu dengan perubahan yang dialami dalam dirinya setelah mengalami peristiwa teaumatis. Hal ini membuat para korban merasa takut dan malu saat berhadapan dengan orang lain atas hal yang menimpa mereka.

Tahap ini psikolog akan membantu korban dengan memahami dan mencari resolusi atas trauma yang dialami. Para korban akan diberikan pelatihan mental agar kembali siap dalam berbaur dan beraktivitas di tengah masyarakat. Dengan demikian, korban mulai terbiasa lagi dalam menjalani hidup seperti biasa.

NAOMY A. NUGRAHENI

Baca juga: Mengenal Post Traumatic Stress Disorder, Trauma Para Korban Bencana Alam

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Orang Tua Perlu Awasi Perilaku Anak untuk Cegah Kekerasan Seksual

2 jam lalu

Orang Tua Perlu Awasi Perilaku Anak untuk Cegah Kekerasan Seksual

Orang tua supaya selalu melakukan pengawasan dan memperhatikan segala sikap dan perilaku anak untuk melindungi dari bahaya kekerasan seksual.


Eskapisme: Ketika Seseorang Memilih Melarikan Diri dari Kenyataan

7 jam lalu

Eskapisme: Ketika Seseorang Memilih Melarikan Diri dari Kenyataan

Eskapisme kehendak atau kecenderungan menghindar dari kenyataan dengan mencari hiburan


Konser Dewa 19 di JIS Disebut Bencana Besar, Mahasiswa UI Meninggal, dan Bripka Madih Suka Teror Tetangga Jadi Top 3 Metro

15 jam lalu

Konser Dewa 19 di JIS Disebut Bencana Besar, Mahasiswa UI Meninggal, dan Bripka Madih Suka Teror Tetangga Jadi Top 3 Metro

Konser Dewa 19 di JIS disebut bencana besar, mahasiswa UI meninggal, dan Bripka Madih suka meneror tetangga jadi Top 3 Metro hari ini.


Dampak Buruk Akibat Mengalami Ghosting

17 jam lalu

Dampak Buruk Akibat Mengalami Ghosting

Pengakhiran hubungan secara ghosting atau menghilang secara tiba-tiba rentan berakibat buruk terhadap pasangannya


Angin Kencang Terjang Wilayah Terdampak Gempa Cianjur, 3 Orang Terluka

2 hari lalu

Angin Kencang Terjang Wilayah Terdampak Gempa Cianjur, 3 Orang Terluka

Angin Kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur, termasuk di daerah terdampak bencana gempa bumi.


Inilah Cara Mengatasi Gejolak Emosional Akibat Keguguran

3 hari lalu

Inilah Cara Mengatasi Gejolak Emosional Akibat Keguguran

Keguguran dapat membuat orang tua merasakan campur aduk emosi. Berikut adalah beberapa langkah mengatasi gejolak emosional akibat keguguran.


Nasib Korban Gempa Cianjur: Bantuan Huntara Rp 1 Juta Batal, Uang Tunggu Hunian Rp 500 Ribu Belum Jelas

3 hari lalu

Nasib Korban Gempa Cianjur: Bantuan Huntara Rp 1 Juta Batal, Uang Tunggu Hunian Rp 500 Ribu Belum Jelas

Pemkab Cianjur membatalkan rencana pemberian dana bantuan Huntara Rp 1 juta per keluarga bagi warga yang terdampak gempa Cianjur


Psikolog Ingatkan Pengawasan Orang Tua untuk Cegah Penculikan Anak

5 hari lalu

Psikolog Ingatkan Pengawasan Orang Tua untuk Cegah Penculikan Anak

Psikolog mengingatkan pentingnya meningkatkan pengawasan orang tua untuk mencegah penculikan anak yang kini tengah marak.


Ramai soal Penculikan Anak, Perhatikan Kondisi Psikologis Korban

5 hari lalu

Ramai soal Penculikan Anak, Perhatikan Kondisi Psikologis Korban

Psikolog mengatakan anak korban penculikan akan merasakan trauma yang membuat cemas dan tidak aman sehingga dapat mengganggu kegiatan sehari-hari.


Waspada Berlebihan Efek PTSD, Mengenali Gejala Hyperarousal dan Terapi Mengatasinya

6 hari lalu

Waspada Berlebihan Efek PTSD, Mengenali Gejala Hyperarousal dan Terapi Mengatasinya

Hyperarousal gejala utama gangguan stres pascatrauma atau PTSD