Kesemutan dan Kebas, Gejala Terkena Neuro HIV

Reporter

Ilustrasi kesemutan. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Data terbaru Kemenkes menunjukkan sekitar 51 persen kasus HIV baru yang terdeteksi diidap oleh remaja. Berdasarkan data modeling AEM, pada 2021 diperkirakan sekitar 526.841 orang hidup dengan HIV dengan estimasi kasus baru sebanyak 27 ribu kasus. Data Kemenkes juga menunjukkan sekitar 12.533 kasus HIV dialami oleh anak usia 12 tahun ke bawah.

Spesialis saraf di RSUP Fatmawati Jakarta, Arfan Mappalilu, mengatakan kebas atau kesemutan yang tidak kunjung menghilang dapat menjadi salah satu gejala neuro HIV atau sistem saraf yang terdampak akibat infeksi HIV.

"Kalau penyebabnya bukan karena penyakit neuro HIV, biasanya kita minum vitamin neurotropik bisa hilang dan bisa timbul lagi lama," ujar Arfan. "Namun, kalau karena dasarnya neuro HIV kita obati cenderung berkurangnya sedikit saja. Kemudian nanti beberapa hari timbul lagi karena memang dasar penyakitnya masih ada."

Menyerang sistem saraf
Infeksi virus HIV biasanya tidak langsung menyerang sistem saraf tetapi mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh. Hal itu menimbulkan potensi masuknya virus, kuman, atau bakteri ke dalam tubuh, termasuk jenis yang dapat menyerang sistem saraf seperti tuberculosis (TB) dan toksoplasma. 

Dia menjelaskan beberapa gejala ringan neuro HIV seperti yang menyerang sistem saraf perifer terjadi dalam bentuk sering merasakan kebas atau kesemutan. Sementara yang parah dapat menyerang sistem saraf pusat di otak.

"Sepanjang virusnya belum diobati atau komplikasinya belum diobati, hanya gejalanya, bisa berkurang sedikit bisa juga tidak," jelas Arfan.

Baca juga: Yang Tak Boleh Dilakukan Ibu dengan HIV pada Bayinya






Risiko Buruk Sering Mengikat Rambut Terlalu Kencang

1 hari lalu

Risiko Buruk Sering Mengikat Rambut Terlalu Kencang

Ikat rambut kencang seperti sanggul dan kepang yang ketat jika terlalu sering dan lama menyebabkan sakit kepala dan kerontokan


Gerak Wajah Tak Terkendali, Apa Itu Tardive Dyskinesia?

3 hari lalu

Gerak Wajah Tak Terkendali, Apa Itu Tardive Dyskinesia?

Tardive dyskinesia istilah medis gangguan gerak wajah tak terkendali akibat efek samping dari obat antipsikotik


Inilah Tanda-tanda dan Penanganan Sindrom Apert

4 hari lalu

Inilah Tanda-tanda dan Penanganan Sindrom Apert

Sindrom Apert merupakan kondisi genetik yang terjadi ketika persendian pada tengkorak bayi yang baru lahir menutup terlalu dini.


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

5 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.


Makanan yang Harus Dihindari Anak yang Sedang Batuk

6 hari lalu

Makanan yang Harus Dihindari Anak yang Sedang Batuk

Meski buah baik untuk kesehatan, ternyata ada beberapa buah yang sebaiknya dihindari anak-anak saat mengalami batuk karena melepas histamin.


Manfaat Kacang Panjang: Sehatkan Mata dan Perbanyak ASI

9 hari lalu

Manfaat Kacang Panjang: Sehatkan Mata dan Perbanyak ASI

Daun kacang panjang bisa meningkatkan kesehatan mata dan memperbanyak ASI


Pemeran Thor Chris Hemsworth Berisiko Menderita Alzheimer, Ini Penyebab dan Gejalanya

10 hari lalu

Pemeran Thor Chris Hemsworth Berisiko Menderita Alzheimer, Ini Penyebab dan Gejalanya

Pemeran Thor Chris Hemsworth mengalami risiko tinggi terkena alzheimer. Apa penyebab dan gejala serta efek dari penyakit ini?


Kemenkes Tetapkan KLB Campak, Bisa Sebabkan Kematian Jika Tak Ditangani Tepat

11 hari lalu

Kemenkes Tetapkan KLB Campak, Bisa Sebabkan Kematian Jika Tak Ditangani Tepat

Kemenkes tetapkan KLB campak di Indonesia, bisa berakibat kematian jika tak ditangani secara tepat. Apa penyebabnya?


Kejang Otot Tiba-Tiba, Apa Itu Mioklonus?

11 hari lalu

Kejang Otot Tiba-Tiba, Apa Itu Mioklonus?

Mioklonus merupakan istilah medis untuk menyebut sentakan atau kejang otot yang di luar kendali tubuh


Mengenal Brain, Virus Komputer Pertama di Dunia

13 hari lalu

Mengenal Brain, Virus Komputer Pertama di Dunia

Virus Brain menargetkan PC buatan IBM.