TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa waktu lalu, dua remaja di Makassar menculik dan membunuh anak berusia 10 tahun agar bisa menjual ginjal korban. Namun usai membunuh, mereka urung menjual ginjal korban karena tak mengetahui letaknya dan kehilangan kontak dengan orang yang mau bertransaksi organ.
Maraknya perdagangan ilegal ginjal karena banyak penderita gagal ginjal yang butuh transplantasi organ vital tersebut, selain rutin cuci darah. Padahal proses transplantasi tak bisa sembarangan. Prosedur persiapan transplantasi yang mulus memerlukan kerja sama yang baik antara koordinator transplan, tim advokasi rumah sakit yang melaksanakan tugas KTN yang baik, dokter spesialis nefrologi yang memastikan tingkat kecocokan organ donor dan resipien, spesialis radiologi yang dapat menampilkan pembuluh darah donor dan resipien dengan baik, serta seluruh tim dokter spesialis yang memastikan toleransi operasi pasien cukup untuk melaksanakan transplantasi.
Pada prosedur transplantasi ginjal, ada dua operasi yang dilakukan dan memerlukan donor serta resipien. Syarat menjadi donor salah satunya memiliki golongan darah sama dengan penerima. Namun, dengan pengembangan keilmuan sebenarnya golongan darah berbeda pun bisa ditransplankan dengan menambah biaya untuk menghilangkan antibodinya. Selain biaya, risiko penolakan juga lebih besar.
“Menyumbangkan ginjal agar bisa dipakai hanya bisa satu, cocok dulu. Enggak bisa kita tiba-tiba dapat ginjal dipakai. Kalau ditolak, yang dapat pun jadi meninggal, tadinya hidup. Tidak akan ada rumah sakit yang menerima ginjal tak jelas untuk dipakai,” jelas spesialis bedah urologi konsultan di RSCM, Dr. dr. Nur Rasyid, SpU (K), seraya menekankan prosedur transplantasi harus dikerjakan oleh ahlinya di rumah sakit.
Sejak 1977
Transplantasi ginjal sudah dilakukan di Indonesia sejak 1977 namun baru berkembang pesat pada 2011 dan sampai saat ini telah dilakukan lebih dari 1.200 kasus. Tindakan ini pun mengalami berbagai kemajuan dalam bidang medis dan bedah. Awalnya, prosedur dilakukan dengan memasukkan alat laparaskopi melalui rongga perut (peritoneum di mana terdapat usus dan organ-organ lain), kemudian membuka ruangan belakang tempat ginjal berada.
Menurut Rasyid, sejak 2018 dikembangkan teknik baru, laparaskopi langsung ke lokasi ginjal (retroperitoneal). Proses ini butuh keterampilan yang lebih baik dari operator namun memberikan keuntungan, yaitu komplikasi yang lebih rendah bagi pendonor. Penyakit ginjal kronis yang awalnya tak bergejala dan tak diobati dapat berujung gagal ginjal. Transplantasi ginjal masih dikatakan sebagai terapi terbaik untuk menanganinya. Namun, prosedur ini hanya bisa dilakukan oleh ahli di rumah sakit.
Baca juga: Beda Cara Transplantasi Ginjal dari Orang yang Masih Hidup dan Sudah Meninggal