Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Yang Perlu Diperhatikan bila Ingin Beri Sumbangan

Reporter

Warga yang terdampak banjir bandang memilih pakaian hasil sumbangan di area Posko Pengungsian Bencana Banjir Bandang, lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegal Cangkring, Jembrana, Bali, Sabtu 22 Oktober 2022. Sebanyak 258 orang dari 79 kepala keluarga yang rumahnya rusak akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada Minggu 16 Oktober di kawasan jembatan Bilukpoh, Jembrana tersebut mengungsi di sebuah balai yang dijadikan posko pengungsian. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Warga yang terdampak banjir bandang memilih pakaian hasil sumbangan di area Posko Pengungsian Bencana Banjir Bandang, lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegal Cangkring, Jembrana, Bali, Sabtu 22 Oktober 2022. Sebanyak 258 orang dari 79 kepala keluarga yang rumahnya rusak akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada Minggu 16 Oktober di kawasan jembatan Bilukpoh, Jembrana tersebut mengungsi di sebuah balai yang dijadikan posko pengungsian. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi pengumpulan dana perlu mencari tahu apa kebutuhan target sasaran dan siapa saja pendonor yang dilibatkan agar kegiatan memberi sumbangan yang dilakukan tepat sasaran dan tujuan yang diinginkan tercapai. Begitu kata staf khusus Presiden Republik Indonesia, Ayu Kartika Dewi.

“Harus memikirkan pendonor yang ingin dilibatkan. Selama ini jangan-jangan yang difokuskan ke organisasi kita saja, lupa kalau target sasarannya butuh apa,” ucapnya.

Ia menyebut dalam membuat organisasi pengumpulan dana harus mempertimbangkan tujuan awal yang dibuat organisasi tersebut. Jika hanya berfokus pada target sasaran dan mengejar pendonor aktif, organisasi tersebut tidak akan berjalan sesuai visi misi awal yang biasanya dimulai dari keresahan hati ingin mencapai suatu cita-cita.

Sedangkan jika hanya berfokus pada tujuan awal, organisasi tersebut tidak akan mendapat profit yang diharapkan karena pandangannya yang terbatas sehingga perlu dipikirkan secara matang cita-cita dibentuknya organisasi dan target apa yang ingin dicapai ke depannya, kata Ayu. Salah satu pendiri toleransi.id ini juga membeberkan langkah-langkah dalam pembuatan suatu organisasi agar tidak ada kesalahpahaman dalam menjalankannya yang dinamakan Cop Gooa.

Pertama harus ditentukan konteks, yang artinya keresahan apa yang sedang dialami sekitar. Kedua bisa menentukan objektif atau yang ingin dicapai di masa depan dari keresahan yang dirasakan tersebut. Ketiga, sebuah organisasi harus menentukan bagaimana cara mencapai yang direncanakan tersebut, yang disebut prinsip. Dalam tahapan ini perlu juga dicari tahu batasan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

“Biasanya perdebatan terjadi di dalam organisasi karena belum sepakat tentang batasannya di awal,” ucapnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Perhatikan tahapan
Selanjutnya jika sudah bisa membentuk organisasi dengan tahapan tersebut maka aktivitas jadi hal harus dilakukan untuk menjalankan program yang diinginkan. Aktivitas akan memberikan hasil jika bisa dijalankan dengan baik. Harapannya adalah organisasi bisa berjalan melakukan tugasnya. Selanjutnya hasil dari hasil tadi adalah pengeluaran yang diharapkan terwujud dan bisa bermanfaat bagi masyarakat dan terwujud juga tujuan akhir dari visi misi dibangunnya organisasi.

“Kalau sudah menerapkan Cop Gooa di organisasi masing-masing, konflik di dalam organisasi, bertengkarnya lebih sedikit karena ada kesepakatan sebelumnya,” ujar Ayu.

Selain Cop Gooa, organisasi juga harus dipegang orang-orang yang tepat dan memegang peranan yang terdiri atas persetujuan pemegang kekuasaan tertinggi, orang yang menjalankan tugas, menentukan kontributor atau orang yang memberikan saran atau ide agar tidak terjadi kesalahan dalam membuat keputusan. Terakhir adalah eksekutor atau eksekusi menjalankan program yang telah disepakati dan informan atau orang yang akan diberitahu terakhir jika program sudah berjalan baik.

Tools ini akan sangat powerful kalau mau diklarifikasi sejak awal,” ujarnya.

Baca juga:

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


7 Kiat Mempertajam Ingatan bagi Anda yang Suka Lupa

5 hari lalu

Ilustrasi otak. medicalnews.com
7 Kiat Mempertajam Ingatan bagi Anda yang Suka Lupa

Jika sering lupa, Anda bisa melakukan beberapa aktivitas ini untuk mempertajam ingatan.


KPU: Uang Elektronik dan Jasa Transportasi Wajib Dimasukkan dalam Laporan Dana Kampanye

5 hari lalu

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy'ari saat mengunjungi KPU Provinsi Bali, Denpasar, Sabtu, 5 November 2022 Tempo/Eka Yudha Saputra
KPU: Uang Elektronik dan Jasa Transportasi Wajib Dimasukkan dalam Laporan Dana Kampanye

Ketua KPU Hasyim Asy'ari menyatakan uang elektronik hingga jasa transportasi masuk ke dalam laporan dana kampanye yang harus dihitung.


5 Tips agar Semangat Kembali Bekerja setelah Libur Lebaran

32 hari lalu

Ilustrasi dua wanita bekerja dalam satu ruangan. Foto: Freepik.com/Pressfoto
5 Tips agar Semangat Kembali Bekerja setelah Libur Lebaran

Beberapa kegiatan ini bisa mendorong proses penyesuaian tubuh dan pikiran untuk kembali terbiasa menjalani rutinitas setelah libur Lebaran.


Fenomena Minta Sumbangan di Tengah Jalan, Gubernur Sumbar: Bisa Jadi Titik Kemacetan hingga Potensi Kecelakaan

5 April 2023

Mahyeldi Ansharullah.
Fenomena Minta Sumbangan di Tengah Jalan, Gubernur Sumbar: Bisa Jadi Titik Kemacetan hingga Potensi Kecelakaan

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyoroti kebiasaan sebagian warga meminta sumbangan di tengah jalan menjelang Lebaran


Peduli Krisis Iklim, 2 Organisasi Indonesia Raih APAC Sustainability Seed Fund

4 April 2023

Dua organisasi dari Indonesia, Alam Sehat Lestari (ASRI) dan Yayasan Solar Chapter Indonesia (Solar Chapter) berhasil menerima pendanaan dari APAC Sustainability Seed Fund. (Google)
Peduli Krisis Iklim, 2 Organisasi Indonesia Raih APAC Sustainability Seed Fund

Keduanya terpilih dari total 13 organisasi yang menerima pendanaan dari program ini.


Cara Mengatasi Sulit BAB saat Berpuasa

2 April 2023

Ilustrasi wanita di toilet. Shutterstock
Cara Mengatasi Sulit BAB saat Berpuasa

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan BAB menjadi sulit saat berpuasa, Lalu bagaimana cara mengatasi sulit BAB saat berpuasa?


Dermawan, Legenda Basket Kareem Abdul-Jabbar Jual Trofi dan Cincin Juara NBA untuk Disumbangkan

17 Maret 2023

Dermawan, Legenda Basket Kareem Abdul-Jabbar Jual Trofi dan Cincin Juara NBA untuk Disumbangkan

Kareem Abdul-Jabbar merupakan legenda NBA yang terkenal dermawan. Alih-alih menyimpan trofi dan cincin juara, Kareem menjualnya untuk disumbangkan.


6 Tanda Lingkungan Kerja yang Disfungsional Organisasi

10 Maret 2023

Ilustrasi pekerja keras. Freepik/Arthurhidden
6 Tanda Lingkungan Kerja yang Disfungsional Organisasi

Ketika komunikasi dalam lingkungan kerja berjalan buruk akan menyebabkan kesalahpahaman, kebingungan, dan konflik


Multitasking, Apakah Sungguh Efektif Mengerjakan Tugas Ganda?

27 Februari 2023

Ilustrasi multitasking. thenewdaily.com.au
Multitasking, Apakah Sungguh Efektif Mengerjakan Tugas Ganda?

Multitasking kemampuan mengerjakan dua atau lebih pekerjaan secara sekaligus


Elon Musk Sumbangkan Rp 29,6 Triliun dari Saham Tesla untuk Amal

15 Februari 2023

Elon Musk. REUTERS/Dado Ruvic
Elon Musk Sumbangkan Rp 29,6 Triliun dari Saham Tesla untuk Amal

Elon Musk kembali menyumbang dari saham Tesla untuk kegiatan amal. Apa motifnya?