Jamur Kapang, Jamur yang Mudah Tumbuh Pada Baju Bekas Impor, Begini Penjelasannya

Suasana penjualan pakaian impor bekas di Pasar Senen, Jakarta, Kamis, 3 November 2022. Data BPS menunjukkan, pada tahun 2021, hanya ada 8 ton impor baju bekas yang masuk ke Indonesia lewat pos tarif HS 6309 (worn clothing and other worn articles/pakaian dan produk lainnya digunakan) dengan total nilai 44.000 dollar AS. Tempo/Tony Hartawan
Suasana penjualan pakaian impor bekas di Pasar Senen, Jakarta, Kamis, 3 November 2022. Data BPS menunjukkan, pada tahun 2021, hanya ada 8 ton impor baju bekas yang masuk ke Indonesia lewat pos tarif HS 6309 (worn clothing and other worn articles/pakaian dan produk lainnya digunakan) dengan total nilai 44.000 dollar AS. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas melarang penjualan baju bekas impor atau thrifting yang sedang marak. Menurutnya usaha baju bekas impor itu merugikan para pengusaha tekstil dalam negeri dan membawa penyakit.

Salah satunya mengenai efek yang ditimbulkan dari memakai barang bekas orang lain. Melansir um-surabaya.ac.id, beberapa pakaian bekas mengandung jamur, salah satunya jamur kapang.

Jamur kapang yang terdapat pada pakaian bekas disebabkan oleh udara yang lembab dan kurangnya aliran udara. Jamur ini memiliki ciri-ciri berwarna putih atau terkadang berwarna hitam kehijauan yang beraroma khas seperti bau apak serta bau tanah. Kemudian kapang tumbuh bercabang-cabang membentuk serabut. Sehingga keberadaan jamur tersebut biasanya berada di permukaan pakaian dan bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jamur kapang menyebabkan beberapa penyakit akibat dari paparannya. Seperti gatal-gatal dan reaksi alergi pada kulit, efek beracun iritasi, hingga infeksi karena pakaian tersebut melekat langsung pada tubuh.

Jamur kapang yang tumbuh di pakaian tentunya berbahaya bagi kesehatan. Bahkan, jamur ini tidak akan hilang walaupun pakaian tersebut sudah direndam dengan air panas dan dicuci berkali-kali.

Dirangkum dari Publikasi "Faktor Yang Berhubungan Dengan Keberadaan Kapang Aspergillus Sp. Pada Kamar Kos Tanpa Induk Semang Di Kelurahan Sekaran" oleh Maulidhina Mahardika Kapang merupakan mikroorganisme multiseluler anggota Kingdom Fungi yang membentuk hifa.

Kapang bersifat aktif karena merupakan organisme saprofit dan mampu memecah bahan-bahan organik kompleks menjadi bahan yang lebih sederhana. Di bawah mikroskop dapat dilihat bahwa kapang terdiri dari benang atau disebut hifa. Kemudian kumpulan hifa ini dikenal sebagai miselium.

Pertumbuhan kapang dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain.

1. Kandungan Substrat

Substrat merupakan sumber nutrien utama bagi fungi. Nutrien baru dapat dimanfaatkan sesudah fungi mengekskresi enzim ekstraseluler yang dapat mengurai senyawa-senyawa kompleks dari substrat tersebut menjadi senyawa senyawa yang lebih sederhana.

2. Suhu

Suhu dalam ruangan berkaitan dengan pertumbuhan jamur kapang. Berdasarkan penelitian Rachmatantri menyatakan antara suhu dan mikroorganisme dinyatakan memiliki hubungan yang signifikan. Semakin tinggi suhu, maka jumlah mikroorganisme akan cenderung banyak. Sebaliknya semakin rendah suhu, maka jumlah mikroorganisme cenderung sedikit.

3. Kelembapan

Pengaturan kelembapan sangat penting dalam ruangan. Kelembapan tinggi dan debu dapat menyebabkan jamur kapang dan kontaminan biologis lainnya berkembang biak. Tingkat kelembaban relatif terlalu tinggi maupun rendah dapat menyebabkan suburnya pertumbuhan mikroorganisme.

4. Oksigen

Kapang bersifat aerobik (membutuhkan oksigen), sedangkan ragi atau khamir bersifat aerobik fakultatif (dapat hidup baik pada keadaan aerobik maupun anaerobik).

5. Derajat Keasaman (pH)

Secara umum, pH optimum yang bisa diterima oleh kebanyakan fungi adalah 3,8 – 5,6. Dibandingkan dengan bakteri yang mempunyai rentang pH antara 6,5 – 7,5,  pH fungi jauh lebih asam. 

6. Air

Miselium fungi hanya akan dapat tumbuh pada larutan yang mengandung air atau pada keadaan udara yang lembab. Meskipun demikian, ada juga beberapa fungi yang tetap dapat menghasilkan spora dan tubuh buah tetapi tidak dapat tumbuh baik dalam keadaan kekeringan yang ekstrim.

Jamur Kapang cenderung tumbuh pada aneka substrat, baik di lingkungan darat, perairan, maupun udara. Kapang dapat ditemukan di kayu lapuk, buah-buahan yang terlalu masak, makanan yang membusuk, dedaunan, batang pohon, kertas, tekstil, kulit, dan lain-lain.

Selain itu, jamur kapang juga di dikembangbiakkan di laboratorium. Pada media yang sesuai, kapang dapat tumbuh dan bersporulasi dengan cepat. Hal inilah yang menyebabkan kapang merupakan salah satu kontaminan yang umum ditemukan di laboratorium.

Pilihan Editor: Jokowi Larang Thrifting, Apa Bahaya Pakai Baju Bekas Impor?

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.








Menteri Perdagangan Perbolehkan Pedagang Jual Baju Bekas Impor, Syaratnya

2 jam lalu

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, dan Menteri Koperasi UKM Teten Masduki, menunjukkan tas bekas impor di Tempat Penimbunan Pebaean (TPP) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa, 28 Maret 2023. Sebanyak 7.363 bal berisi baju dan barang bekas lainnya  ini didapat dari sejumlah gudang-gudang penjualan domestik di berbagai titik. Tempo/Tony Hartawan
Menteri Perdagangan Perbolehkan Pedagang Jual Baju Bekas Impor, Syaratnya

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengizinkan pedagang menjual baju bekas impor dengan syarat tertentu.


Ridwan Kamil Belum Temukan Solusi Nasib Pedangan Thrifting

23 jam lalu

 Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) Memberikan Keynote Speech Acara Forum group discussion media gathering SKK Migas di Holiday Inn Bandung Pasteur, Kota Bandung, Senin (3/10/2022). (Angga/Biro Adpim)
Ridwan Kamil Belum Temukan Solusi Nasib Pedangan Thrifting

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu belum menemukan titik terang nasib para penjual thrifting, khususnya di Pasar Cimol Gedebage.


UMKM Tergencet Impor, Teten Masduki Usul Produk Cina Berlabuh Dulu di Papua

1 hari lalu

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi UKM Teten Masduki (kedua kanan), Dirjen Bea Cukai Askolani  (kanan), dan Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto (kedua kiri) saat meninjau langsung tumpukan pakaian bekas yang telah di bungkus di Tempat Penimbunan Pebaean (TPP) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa 28 Maret 2023. Baju-baju bekas ini merupakan hasil penindakan yang dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dan Bareskrim Polri. 7.363 bal (balepressed) ini didapat dari sejumlah gudang-gudang penjualan domestik di berbagai titik. Tempo/Tony Hartawan
UMKM Tergencet Impor, Teten Masduki Usul Produk Cina Berlabuh Dulu di Papua

Menteri Koperasi Teten Masduki mengusulkan supaya impor produk Cina masuk dari pelabuhan di Papua, tidak langsung masuk ke pasar Pulau Jawa.


Pemerintah Bersinergi Berantas Pakaian Bekas Asal Impor

1 hari lalu

Pemerintah Bersinergi Berantas Pakaian Bekas Asal Impor

Sebanyak 7.363 bal senilai Rp80 miliar dimusnahkan di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat


Dirjen Bea Cukai Ungkap Modus Penyelundupan Baju Bekas Impor: Tak Cuma Jalur Tikus

2 hari lalu

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa penumpang di bandara. Dok. Bea Cukai
Dirjen Bea Cukai Ungkap Modus Penyelundupan Baju Bekas Impor: Tak Cuma Jalur Tikus

Direktur Jenderal Bea Cukai Askolani mengungkapkan modus penyelundupan baju bekas impor.


Sita Baju Bekas Impor, Bea Cukai: Selundupan dari Singapura, Malaysia, Vietnam dan Thailand

2 hari lalu

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa penumpang di bandara. Dok. Bea Cukai
Sita Baju Bekas Impor, Bea Cukai: Selundupan dari Singapura, Malaysia, Vietnam dan Thailand

Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Askolani mengungkapkan hasil penyitaan 7.363 bal pakaian bekas impor.


Bea Cukai dan Bareskrim Polri Sita 7 Ribu Bal Pakaian Bekas Impor Senilai Rp 80 Miliar

2 hari lalu

7.363 bal pakaian bekas asal impor senilai lebih dari Rp 80 miliar disita oleh Bea Cukai di Tempat Penimbunan Pabean (TPP) Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kawasan Industri Jababeka III, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. TEMPO/Riani Sanusi Putri
Bea Cukai dan Bareskrim Polri Sita 7 Ribu Bal Pakaian Bekas Impor Senilai Rp 80 Miliar

Tim gabungan Bea Cukai dan Bareskrim Polri telah melakukan operasi sita pakaian bekas impor pada 20-25 Maret 2023.


Larangan Impor Baju Bekas. Teten: Kalau E-commerce Tak Ada Ampun, Pedagang Kecil Masih Boleh

3 hari lalu

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melakukan pertemuan dengan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana di Kemenkop UKM, Rabu, 15 Februari 2023. Teten menggandeng PPATK untuk melakukan pengawasan terhadap koperasi-koperasi bermasalah. TEMPO/Riri Rahayu
Larangan Impor Baju Bekas. Teten: Kalau E-commerce Tak Ada Ampun, Pedagang Kecil Masih Boleh

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan e-commerce harus terus memantau penjualan baju bekas impor maupun pakaian impor ilegal.


Dua Menteri Sepakat Berantas Impor Pakaian Bekas Ilegal

3 hari lalu

Dua Menteri Sepakat Berantas Impor Pakaian Bekas Ilegal

MenKopUKM dan Mendag segera menutup keran impor pakaian bekas yang selama ini dijalankan oleh penyelundup.


Sri Mulyani: Bea Cukai Rampas 15,86 Ton Narkoba dan 563 Bal Pakaian Bekas Impor

3 hari lalu

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan saat konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa, 31 Januari 2023. Kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi global di 2023 didorong oleh meningkatnya konsumsi dan investasi masyarakat hingga penyetopan kebijakan zero Covid-19 di Cina.  TEMPO/Tony Hartawan
Sri Mulyani: Bea Cukai Rampas 15,86 Ton Narkoba dan 563 Bal Pakaian Bekas Impor

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap capaian Direktorat Jenderal Bea Cukai merampas 15,85 ton Narkoba.