Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pengamat Sebut Kurikulum Sekarang Lebih Simpel, Tak Perlu PPDB SD Bersyarat Calistung

Reporter

image-gnews
Ilustrasi. TEMPO/Aditia Noviansyah
Ilustrasi. TEMPO/Aditia Noviansyah
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim meminta sekolah-sekolah untuk mengikuti aturan menghapus syarat baca, tulis, hitung (calistung) saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Dasar pada Tahun Ajaran Baru mendatang. Pelarangan calistung sebagai syarat PPDB telah ada sejak 2010 lewat Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan serta Peraturan Mendikbudristek Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPDB namun faktanya masih banyak SD yang mensyaratkan kecakapan calistung untuk masuk. 

"Secara historis, materi pembelajaran hingga tahun 90-an untuk anak SD kelas 1 memang benar-benar pengenalan calistung, tidak memerlukan syarat anak memiliki kemampuan calistung sebelum masuk SD. Dulu zaman kurikulum sejak 1975 hingga 1990-an, buku pelajaran anak SD kelas 1 itu rata-rata hanya terdiri dari tiga kalimat dan per kalimat hanya terdiri dari tiga kata seperti, 'Ini ibu Budi'," jelas pengamat pendidikan Ahmad Fahrizal Rahman saat dihubungi Jumat, 31 Maret 2023.

Seiring waktu, perkembangan kurikulum di tahun 2000-an yang lebih menekankan kepada kemampuan kecerdasan kognitif, afektif, dan keterampilan, dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) hingga Kurikulum 2013 (K13), materi pembelajaran anak SD sejak kelas 1 menjadi lebih kompleks. Buku pelajaran untuk anak SD kelas 1 berisi paragraf panjang yang tersusun dari beberapa kalimat. 

"Tentu hal ini yang menuntut siswa yang masuk SD sudah memiliki kemampuan calistung yang memadai. Oleh karena itu, banyak SD yang mengadakan tes calistung dan banyak TK yang mengajarkan calistung karena tuntutan kurikulum tersebut," lanjut peraih gelar S2 jurusan Teknologi Pembelajaran di Universitas Negeri Malang itu.

Tekankan pendidikan karakter
Sejak perubahan Kurikulum Merdeka yang dicanangkan oleh Nadiem, beban kurikulum untuk anak SD kelas 1 lebih ditekankan kepada soft skill anak. Kurikulum ini lebih menekankan pada pendidikan karakter anak sehingga materi yang disampaikan di buku pelajaran pun jauh lebih sederhana. Buku pelajaran kelas 1 SD (yang resmi dari pemerintah) saat ini rata-rata per halaman hanya berisi satu gambar dengan kalimat yang pendek. Guru diarahkan untuk bercerita tentang keadaan atau interaksi sosial yang terdapat pada gambar kepada anak-anak.

"Tentu langkah penghapusan tes calistung oleh Mendikbud ini sejalan dengan perubahan kurikulum yang telah dijalankan sehingga secara pelaksanaan idealnya tidak menjadi masalah dengan penghapusan tes calistung. Hanya saja, memang sejauh pengetahuan kami, kurikulum merdeka ini masih belum benar-benar 100 persen diterapkan di seluruh wilayah Indonesia karena penerapannya masih bersifat opsional. Beberapa sekolah masih melaksanakan kurikulum lama. Tentu hal ini bisa menyebabkan penghapusan tes calistung belum bisa terlaksana secara menyeluruh juga," papar alumni Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya itu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut Ahmad, sebetulnya beban pelajaran sekarang jauh lebih ringan karena tak perlu pemahaman yang kompleks di awal selama sekolah, guru, dan orang tua murid sudah paham Kurikulum Merdeka itu beban materinya tidak seberat kurikulum lama. Pihak guru tentu juga tidak terlalu terbebani harus cepat-cepat mengajarkan anak kemampuan calistung supaya anak bisa memahami konten materi yang kompleks.

"Terutama orang tua juga, kalau paham beban materi pelajaran tidak menuntut kemampuan awal anak untuk memahami materi yang kompleks, tentu orang tua juga tidak terbebani untuk memberikan pelajaran atau les calistung kepada anak demi tuntutan masuk SD yang perlu calistung," tambah Sekretaris Yayasan sekolah Yayasan Al Muslim Sidoarjo milik keluarganya itu.

"Sejauh ini opini yang beredar di masyarakat tes calistung dihapuskan. Padahal selama ini kurikulum menuntut anak memiliki kemampuan calistung karena kurikulumnya sudah disederhanakan," tandasnya.

Pilihan Editor: Dampak Dihapusnya Tes Calistung pada Guru dan Murid

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Bang Onim Minta Sejarah Palestina Masuk Kurikulum Pendidikan Indonesia

2 hari lalu

Bang Onim relawan Indonesia di Palestina saat menghadiri aksi damai Depok bersama Palestina di Jalan Boulevard Grand Depok City, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Minggu, 26 November 2023. TEMPO/Ricky Juliansyah
Bang Onim Minta Sejarah Palestina Masuk Kurikulum Pendidikan Indonesia

Relawan Abdullah Onim atau Bang Onim mengusulkan sejarah Palestina dan Masjid Al-Aqsa masuk kurikulum pendidikan Indonesia


Tahun Terakhir Menjabat, Nadiem Makarim Yakin Gerakan Merdeka Belajar Terus Berlanjut

2 hari lalu

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim dalam upacara peringatan Hari Guru Nasional, Sabtu, 23 November 2023. Dok. Kemendikbud
Tahun Terakhir Menjabat, Nadiem Makarim Yakin Gerakan Merdeka Belajar Terus Berlanjut

Mendikbudristek Nadiem Makarim menitipkan pesan agar gerakan Merdeka Belajar terus berlanjut pada peringatan hari Guru Nasional.


PGRI Harap Guru Swasta yang Jadi PPPK Bisa Kembali ke Sekolah Asal

2 hari lalu

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam acara Peringatan HUT ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2023 di Jakarta, pada Sabtu 25 November 2023. ANTARA/Yashinta Difa
PGRI Harap Guru Swasta yang Jadi PPPK Bisa Kembali ke Sekolah Asal

Jokowi sebelumnya menyebut 544 ribu guru honorer telah lolos seleksi menjadi ASN PPPK selama 2021-2022.


Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2023, Begini Nadiem Makarim Banggakan Program Kerjanya

3 hari lalu

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim saat upacara HUT RI ke-78. Dokumentasi: Kemendikbud.
Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2023, Begini Nadiem Makarim Banggakan Program Kerjanya

Nadiem Makarim membanggakan sejumlah program kerjanya dalam upacara peringatan Hari Guru Nasional 2023 hari ini.


Pidato Nadiem di Hari Guru Nasional 2023: Saya Sedih, Pasti Rindu Bertemu Ibu Bapak Guru

3 hari lalu

Nadiem saat upacara Hari Guru Nasional 2023. Dok: Kemendikbud.
Pidato Nadiem di Hari Guru Nasional 2023: Saya Sedih, Pasti Rindu Bertemu Ibu Bapak Guru

Nadiem mengungkapkan isi hatinya dalam pidato di Hari Guru Nasional 2023.


Mengenal Homeschooling Primagama Bali, Sekolah Informal yang Fokus Kembangkan Bakat Anak

7 hari lalu

salah satu siswa HSPG. Dok: Kemendikbud.
Mengenal Homeschooling Primagama Bali, Sekolah Informal yang Fokus Kembangkan Bakat Anak

HSPG Bali merupakan Pusat Kegiatan belajar Masyarakat (PKBM), sekolah informal untuk kembangkan bakat anak.


Kemendikbud Sebut Realisasi Program Prioritas Merdeka Belajar Makin Baik

20 hari lalu

Mendikbudristek Nadiem Makarim saat Peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-25. Dok. Kemendikbud
Kemendikbud Sebut Realisasi Program Prioritas Merdeka Belajar Makin Baik

Sekretaris Jenderal Kemendikbud Suharti menjelaskan pelaksanaan berbagai program prioritas Merdeka Belajar semakin membaik.


Nadiem Makarim Paparkan Upaya Kemendikbud Tangani Kekerasan di Sekolah

21 hari lalu

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 24 Mei 2023. Rapat tersebut membahas kesiapan pemerintah pusat dalam mendukung persiapan pengisian formasi guru PPPK. TEMPO/M Taufan Rengganis
Nadiem Makarim Paparkan Upaya Kemendikbud Tangani Kekerasan di Sekolah

Nadiem Makarim menyatakan keseriusan kementeriannya dalam mengatasi masalah kekerasan di lingkungan pendidikan saat hadir dalam rapat kerja di DPR.


SD Negeri di IKN Rawan Banjir Direvitalisasi, Nadiem Pesan Hal Ini

22 hari lalu

Warga berusaha mengevakuasi barang miliknya saat banjir di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Selasa malam, 11 Januari 2022. Sebanyak 12 desa di Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar terendam banjir akibat meluapnya Sungai Pengaron. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
SD Negeri di IKN Rawan Banjir Direvitalisasi, Nadiem Pesan Hal Ini

Di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur kini sedang dilakukan pembangunan dan revitalisasi dua sekolah.


Nadiem Makarim Cabut Gelar Profesor Taruna Ikrar, Begini Prosedurnya

22 hari lalu

Taruna Ikrar. wikipedia.org
Nadiem Makarim Cabut Gelar Profesor Taruna Ikrar, Begini Prosedurnya

Mendikbudristek Nadiem Makarim mencabut gelar profesor milik Taruna Ikrar, dosen di Universitas Malahayati, Bandar Lampung.