Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Heboh Kasus Indomie Ayam Spesial, BPOM Terbitkan Pedoman Mitigasi Efek Samping Etilen Oksida

Reporter

Editor

Mitra Tarigan

image-gnews
Indomie rasa Ayam Spesial yang dilarang Beredar di Taiwan. Istimimewa
Indomie rasa Ayam Spesial yang dilarang Beredar di Taiwan. Istimimewa
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menerbitkan pedoman mitigasi risiko kesehatan dari dampak buruk senyawa Etilen Oksida (EtO) pada produk pangan di Indonesia. Dilansir dari keterangan tertulis Biro Kerja Sama dan Humas BPOM RI di Jakarta, Kamis 27 April 2023, pedoman tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala BPOM Nomor 229 Tahun 2022 sebagai langkah antisipasi mencegah terjadinya efek samping EtO yang membahayakan kesehatan konsumen. Kepala Biro Kerja Sama dan Humas BPOM RI Noorman Effendi yang dikonfirmasi di Jakarta mengatakan pedoman tersebut merupakan langkah kehati-hatian pemerintah menyusul penarikan produk mi instan merek Indomie Ayam Spesial produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk di Kota Taipei, Taiwan, per 24 April 2023.

Keputusan otoritas kesehatan di Taiwan disebabkan larangan penggunaan EtO pada pangan di negara setempat.

Dampak buruk yang muncul tergantung pada seberapa tinggi paparan EtO pada tubuh. Paparan Etilen Oksida dalam beberapa kasus bisa memicu kondisi berat seperti limfoma, leukimia, kanker perut.

Dalam rilis tersebut dijelaskan, metode analisis yang digunakan oleh Taiwan FDA adalah penentuan 2-Chloro Ethanol (2-CE), yang hasil ujinya dikonversi sebagai EtO. Oleh karena itu, kadar EtO sebesar 0,187 ppm setara dengan kadar 2-CE sebesar 0,34 ppm.

Sementara ketentuan aman di Indonesia diatur dalam Batas Maksimal Residu (BMR) 2-CE sebesar 85 ppm berdasarkan standar internasional yang diatur Codex Alimentarius Commission (CAC). Selain itu, BPOM juga melakukan sosialisasi dan pelatihan secara berkala kepada asosiasi pelaku usaha dan eksportir produk pangan termasuk eksportir ke Taiwan, terkait dengan peraturan terbaru yang berlaku di negara tujuan ekspor.

BPOM mengusulkan EtO dan 2-CE sebagai priority list contaminant for evaluation by Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA). BPOM memerintahkan pelaku usaha termasuk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk untuk melakukan mitigasi risiko, guna mencegah terjadinya kasus berulang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Upaya yang dilakukan di antaranya menjaga keamanan, mutu, dan gizi produk pangan olahan yang diproduksi dan diekspor serta memastikan bahwa produk sudah memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor. Produsen juga perlu memastikan penanganan bahan baku yang digunakan untuk seluruh produk baik lokal maupun ekspor agar tidak tercemar EtO.

Caranya, dengan memilih teknologi pengawetan bahan baku dengan menggunakan metode nonfumigasi seperti sterilisasi uap pada pra-pengapalan, meminimalkan penggunaan bahan tambahan pangan yang mengandung residu EtO pada proses produksi atau menggunakan teknik pengolahan suhu tinggi untuk memastikan EtO menguap maksimal.

BPOM juga mendorong produsen melakukan pengujian residu EtO di laboratorium terakreditasi untuk persyaratan rilis produk ekspor dan melaporkan kepada BPOM. BPOM telah melakukan audit investigasi sebagai tindak lanjut terhadap hasil pengawasan otoritas kesehatan Kota Taipei. BPOM memastikan, pihak industri telah melakukan langkah-langkah mitigasi risiko untuk memastikan residu EtO memenuhi ketentuan.

Pilihan Editor: BPOM Nyatakan Indomie Ayam Spesial Aman Dikonsumsi

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Tips Buat Konten Ulasan Kosmetik yang Obyektif dari BPOM dan Dokter Kecantikan

14 hari lalu

Ilustrasi mencoba produk kosmetik. Boldsky
Tips Buat Konten Ulasan Kosmetik yang Obyektif dari BPOM dan Dokter Kecantikan

Berikut lima tips dari BPOM dan pakar yang perlu diperhatikan agar konten kecantikan ulasan produk kosmetik tetap obyektif.


BPOM Luncurkan 2 Buku Edukasi Kosmetik Aman untuk Influencer dan Masyarakat

14 hari lalu

Peluncuran program INSPIRASI (Intensifikasi Peningkatan Literasi Beauty Enthusiast) oleh Kepala BPOM, Rabu 20 September 2023 di Hotel Shangri-La Jakarta. TEMPO/Intan Setiawanty
BPOM Luncurkan 2 Buku Edukasi Kosmetik Aman untuk Influencer dan Masyarakat

Dalam rangka edukasi soal kosmetik aman untuk para beauty enthusiast, BPOM meluncurkan dua buku panduan memilih dan mempromosikan produk kosmetik.


BPOM Luncurkan Program INSPIRASI untuk Edukasi soal Kosmetik

14 hari lalu

Peluncuran program INSPIRASI (Intensifikasi Peningkatan Literasi Beauty Enthusiast) oleh Kepala BPOM, Rabu 20 September 2023 di Hotel Shangri-La Jakarta. TEMPO/Intan Setiawanty
BPOM Luncurkan Program INSPIRASI untuk Edukasi soal Kosmetik

BPOM meluncurkan program baru yang bertujuan untuk mengedukasi beauty enthusiast agar dapat mendukung pengawasan kosmetik di Indonesia.


Cara Buka Usaha Warmindo dan Kelebihannya

16 hari lalu

Salah satu usaha dengan modal kecil yang bisa dicoba adalah warmindo. Harga makanan yang disajikan cukup terjangkau dan disukai banyak orang. Foto: Canva
Cara Buka Usaha Warmindo dan Kelebihannya

Salah satu usaha dengan modal kecil yang bisa dicoba adalah warmindo. Harga makanan yang disajikan cukup terjangkau dan disukai banyak orang.


3 Pesaing Terdekat Indomie, Ada Mie Sedaap Hingga Lemonilo

25 hari lalu

Lemonilo SpektaRasa Rendang Padang/Lemonilo
3 Pesaing Terdekat Indomie, Ada Mie Sedaap Hingga Lemonilo

Pangsa pasar Indomie 88,6 persen responden mengaku sering mengonsumsi Indomie dalam setahun terakhir. Lalu, apakah merek mie instan pesaing Indomie?


Sejarah Indomie, Mie Instan Nomor Satu di Indonesia

25 hari lalu

Ilustrasi mi instan merek Indomie Ayam Spesial/Antara
Sejarah Indomie, Mie Instan Nomor Satu di Indonesia

Untuk menjadi merek sepopuler sekarang, tentunya Indomie memiliki sejarah yang panjang.


Resep dan Cara Membuat Mie Bangladesh, Olahan Mi Instan yang Sedang Populer

28 hari lalu

Ilustrasi mi instan. shutterstock.com
Resep dan Cara Membuat Mie Bangladesh, Olahan Mi Instan yang Sedang Populer

Mie Bangladesh jadi salah satu varian resep olahan mi instan yang sedang populer.


Kratom Dinilai Mengandung Psikotropika, Kemendag Bakal Temui BNN Sebelum Dorong Ekspor

33 hari lalu

Seorang petani kratom sedang memetik daun kratom di wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. (ANTARA/Timotius)
Kratom Dinilai Mengandung Psikotropika, Kemendag Bakal Temui BNN Sebelum Dorong Ekspor

Kemendagakan akan berdiskusi dengan BNN dan BPOM sebelum mendorong ekspor kratom.


Viral, Kisah Awal Berdirinya Indomie yang Disebut Diciptakan oleh Djajadi Djaja

34 hari lalu

Djajadi Djaja, pemilik mie Gaga. Foto: PT Wicaksana
Viral, Kisah Awal Berdirinya Indomie yang Disebut Diciptakan oleh Djajadi Djaja

Media sosial Indonesia dihebohkan tentang sejarah Indomie yang merupakan produk hasil ambil alih PT Indofood terhadap perusahaan milik Djajadi Djaja


Terkini Bisnis: Sosok Djajadi Djaja Pendiri Mie Gaga, Jokowi Minta LRT Jabodebek Jangan Diejek

34 hari lalu

Djajadi Djaja, pemilik mie Gaga. Foto: PT Wicaksana
Terkini Bisnis: Sosok Djajadi Djaja Pendiri Mie Gaga, Jokowi Minta LRT Jabodebek Jangan Diejek

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Kamis sore, 31 Agustus 2023 antara lain sosok Djajadi Djaja, pendiri mie Gaga yang lagi viral.