Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

10 Jenis Psikotes yang Banyak Digunakan Untuk Seleksi Kerja

image-gnews
Penyandang tuna daksa mengikuti ujian psikotes Seleksi Penerimaan Khusus Penyandang Disabilitas di gedung Pusat Study dan Pelayanan Disabilitas (PSLD)  Universitas Brawijaya, Malang, 29 Juli 2015. Ujian khusus yang diadakan sebagai syarat masuk perguruan tinggi negeri tersebut di ikuti oleh 27 peserta. TEMPO/Aris Novia Hidayat
Penyandang tuna daksa mengikuti ujian psikotes Seleksi Penerimaan Khusus Penyandang Disabilitas di gedung Pusat Study dan Pelayanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya, Malang, 29 Juli 2015. Ujian khusus yang diadakan sebagai syarat masuk perguruan tinggi negeri tersebut di ikuti oleh 27 peserta. TEMPO/Aris Novia Hidayat
Iklan

TEMPO.CO, JakartaArti psikotes menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sebuah prosedur pemeriksaan yang sudah mengalami pembakuan, yang mana dimaksudkan untuk menyelidiki dan menentukan bagaimana sifat psikis individu atau juga bisa disebut dengan pengujian mental.

Umumnya, tes ini digunakan saat Anda sedang melamar pekerjaan ke suatu instansi atau perusahaan. Sehingga salah satu fungsinya adalah menentukan terkait kemampuan pencari kerja, khususnya jika bekerja saat kondisi stres atau mendapat tekanan tertentu dan tes ini nantinya akan menilai bagaimana potensinya. 

Berdasarkan psikotes tersebut, nantinya perusahaan akan bisa membuat keputusan yang tepat, baik dalam proses rekrutmen atau proses promosi karyawan. Dalam tesnya sendiri, ada sekitar 10 jenis psikotes saat melamar pekerjaan.

1. Tes Logika Aritmatika

Pertama ada tes logika aritmatika yang umumnya menyediakan soal berupa deret angka. Tugas dari kandidat yang mengerjakan soal ini adalah memahami pola angka tersebut. Umumnya, tes ini ditujukan pada mereka yang secara spesifik melamar di bidang finansial dan analis data.

2. Tes Logika Matematika

Hampir sama dengan tes logika sebelumnya, tes logika matematika ini juga masih berkaitan dengan menghitung. Bedanya, soal yang disajikan umumnya adalah soal cerita yang harus diselesaikan dengan batas waktu tertentu.

3. Tes Pauli atau Kraeplin

Selanjutnya ada juga tes Pauli yang cukup populer di kalangan banyak orang. Tes ini  pertama kali ditemukan oleh Richard Pauli pada 1938 sebagai pengembangan lebih lanjut terkait tes Kraeplin oleh Emil Kraeplin.

Tes Pauli umumnya terdiri dari 2000 masalah perhitungan dengan 50 angka di setiap kolomnya yang harus dihitung angka per angka secara sistematis oleh kandidat dari atas ke bawah, serta mengerjakannya harus dilakukan dengan tepat. 

4. Tes Wartegg

Berikutnya ada juga tes Wartegg yang mana adalah tes menggambar proyektif. Tes ini mulanya dikembangkan oleh psikolog bernama Ehrig Wartegg pada 1920 hingga 1930 an. Untuk bentuk tes ini yaitu terdiri atas delapan panel kotak putih yang setiap kotak nantinya akan berisi tanda kecil yang digunakan sebagai titik awal.

Adapun tugas kandidat adalah menyelesaikannya menjadi sebuah gambar. Nantinya, penilaian tes ini berdasarkan pada konten dan bagaimana aspek kualitatif gambar, yang dapat mencerminkan kepribadian kandidat yang mengerjakan tes ini.

5. Tes Kemampuan Verbal

Untuk mengetahui bagaimana kemampuan calon pekerja dalam menghadapi suatu masalah atau situasi juga bisa dengan tes kemampuan verbal. Karena penilaian ini berdasarkan pada bagaimana seseorang bisa memahami sebab akibat dari permasalahan yang dihadapinya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Adapun jenis dari tes ini juga beragam mulai dari pengelompokan kata, sinonim, antonim, korelasi makna dan lain-lain.

6. Tes Edward Personal Preference Schedule (EPPS)

Kemudian ada juga EPPS atau tes kepribadian yang bersifat verbal dimana seseorang diminta memilih satu dari dua pertanyaan yang ada. Tujuannya agar bisa mengetahui bagaimana kepribadian atau karakter kandidat dengan lebih detail.l

7. Tes Menggambar Pohon atau Manusia

Ada juga jenis tes menggambar pohon atau manusia di selembar kertas berukuran A4. Tujuannya sendiri yaitu untuk mengetahui sifat psikologis seseorang. Adapun untuk penilaiannya biasanya berdasarkan bagaimana seseorang menggambar posisi atau letak pohon, berapa jumlah pohonnya, serta seberapa tinggi pemaknaan seseorang terhadap gambar tersebut.

8. Tes Army Alpha Intelegence

Tes Army Alpha Intelegence merupakan psikotes yang menggunakan kombinasi deret angka dan bentuk yang saling berkaitan. Fungsinya adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan daya tangkap dan kecepatan penerimaan instruksi seseorang.

9. Tes Logika Penalaran

Kemudian ada juga tes logika penalaran yang bertujuan untuk mengukur kecerdasan calon kandidat. Selain itu, tes ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan seseorang dalam membentuk serta menemukan kesimpulan dari soal atau permasalahan yang disajikan.

10. Tes House Tree Person Test (HTTP)

Jenis psikotes terakhir yaitu tes HTTP atau House Tree Person Test yang biasanya digunakan untuk menentukan bagaimana kepribadian seseorang. Umumnya, tes ini dievaluasi saat wawancara kerja.

Pilihan editor: 7 Tujuan Berbeda dari Hasil Tes Psikotes, Apa Saja?

AWALIA RAMADHANI 

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Terpopuler: Sri Mulyani Prediksi Subsidi Energi 2024 bakal Membengkak, PT Pos Indonesia Bantah PHK Karyawan

4 hari lalu

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4 November 2019. Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja APBN 2019 dan rencana kerja APBN tahun anggaran 2020. TEMPO/Tony Hartawan
Terpopuler: Sri Mulyani Prediksi Subsidi Energi 2024 bakal Membengkak, PT Pos Indonesia Bantah PHK Karyawan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan realisasi subsidi dan kompensasi energi tahun 2024 akan membengkak.


Bantah PHK Karyawan, PT Pos Indonesia: Pemutusan Hubungan Kerja karena Pensiun Alami

5 hari lalu

Petugas menyortir paket barang yang akan dikirim melalui PT Pos Indonesia (Persero) di Kantor Pos Bandar Lampung, Lampung, Kamis 13 April 2023. Menurut petugas kantor pos setempat memasuki pekan keempat jelang Lebaran pengiriman paket pos mengalami peningkatan hinga 50 persen lebih dibandingkan hari biasa dan diprediksi terus mengalami kenaikan. ANTARA FOTO/Ardiansyah
Bantah PHK Karyawan, PT Pos Indonesia: Pemutusan Hubungan Kerja karena Pensiun Alami

PT Pos Indonesia menyebut tak ada pemutusan hubungan kerja atau PHK karyawan.


Penjelasan Dirut Garuda Indonesia atas Sengkarut dengan Serikat Pekerja

9 hari lalu

Ketua Harian Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tomy Tampatty mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa, 9 November 2021. Kedatangan Tomy mewakili Sekarga untuk memberikan dukungan pengusutan indikasi tindak pidana korupsi di Garuda Indonesia. Tempo/Hendartyo Hanggi
Penjelasan Dirut Garuda Indonesia atas Sengkarut dengan Serikat Pekerja

Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan direksi hanya menghentikan pemotongan gaji atau iuran karyawan terhadap Sekarga.


Terpopuler: Cerita Karyawan Indofarma yang Belum Digaji Penuh sejak Awal Tahun, Jawaban Presiden Jokowi soal Budi Arie Didesak Mundur

9 hari lalu

Karyawan Indofarma Group melakukan aksi penuntutan upah Juni 2024 yang tak kunjung diterima, serta beberapa permasalahan perusahaan lainnya, di Indofarma Marketing Office, Manggarai pada Selasa, 2 Juli 2024. TEMPO/Bagus Pribadi
Terpopuler: Cerita Karyawan Indofarma yang Belum Digaji Penuh sejak Awal Tahun, Jawaban Presiden Jokowi soal Budi Arie Didesak Mundur

Karyawan Indofarma Group terus menuntut pihak direksi agar membayarkan gaji bulan Juni 2024 yang hingga saat ini tak kunjung dibayarkan.


Asosiasi Produsen Serat dan Benang: 21 Pabrik Tekstil dan Garmen Tutup, 150 Ribu Karyawan Kena PHK

14 hari lalu

Pekerja menyelesaikan produksi kain sarung di Pabrik Tekstil Kawasan Industri Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat 4 Januari 2019. Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) pada tahun 2019 mencapai 15 miliar dollar AS atau naik 11 persen dibandingkan target pada tahun 2018. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Asosiasi Produsen Serat dan Benang: 21 Pabrik Tekstil dan Garmen Tutup, 150 Ribu Karyawan Kena PHK

APSyFI mencatat saat ini 21 industri tekstil di Indonesia gulung tikar. Sementara 31 pabrik terancam tutup. Ada 150 ribu karyawan kena PHK.


6 Fakta Perseteruan Serikat Karyawan dengan Manajemen Garuda Indonesia

23 hari lalu

Pekerja cargo menurunkan Envirotainer berisi vaksin COVID-19 Sinovac dari pesawat Garuda Indonesia setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa 2 Maret 2021. Sebanyak 10 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac dalam bentuk curah kembali tiba di Indonesia, yang selanjutnya akan dibawa ke Bio Farma untuk diproduksi. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
6 Fakta Perseteruan Serikat Karyawan dengan Manajemen Garuda Indonesia

Manajemen Garuda Indonesia sedang berseteru dengan karyawannya. Disinyalir situasi kerja tidak harmonis.


Rapat dengan DPR, Sekarga Jabarkan Pelanggaran Garuda Indonesia terhadap Karyawan

24 hari lalu

Karyawan Garuda Indonesia yang tergabung dalam Sekarga, APG dan IKAGI saat memberikan keterangan Pers terkait pensiun dini, Jumat 28 Mei 2021. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO
Rapat dengan DPR, Sekarga Jabarkan Pelanggaran Garuda Indonesia terhadap Karyawan

Sekarga menyatakan PT Garuda Indonesia secara sepihak melakukan pemotongan penghasilan karyawan.


Fakta-Fakta Pos Indonesia Adopsi Teknologi dan Robotik, Picu PHK Massal?

26 hari lalu

Petugas Pos Indonesia menunjukkan lembaran materai Rp10.000 yang dijual di Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021. Kenaikan tarif materai ini dilakukan karena tarif materai tidak mengalami kenaikan selama 20 tahun. Meski naik, Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengatakan tarif bea meterai Indonesia dibandingkan negara lain  masih lebih rendah misalnya jika dibandingkan dengan Korea Selatan. TEMPO/Tony Hartawan
Fakta-Fakta Pos Indonesia Adopsi Teknologi dan Robotik, Picu PHK Massal?

PT Pos Indonesia akan memperluas penggunaan robot untuk sortir barang, dikhawatirkan sebabkan PHK Massal.


Ditolak Karyawan, Angkasa Pura Sebut Penggabungan Perusahaan Masuk dalam PSN

29 hari lalu

Ilustrasi - Bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I. ANTARA/HO-Angkasa Pura I
Ditolak Karyawan, Angkasa Pura Sebut Penggabungan Perusahaan Masuk dalam PSN

Sekarpura II menolak rancangan penggabungan usaha antara PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II ke dalam PT Angkasa Pura Indonesia.


Serikat Karyawan Angkasa Pura II Minta Penggabungan Usaha Ditunda

29 hari lalu

Petugas memeriksa pesawat di Bandara Soekarno-Hatta jelang mudik lebaran, Tangerang, Banten, Jawa Barat, Kamis, 13 April 2023. PT Angkasa Pura II menyebut Bandara Soekarno-Hatta diproyeksikan melayani hingga 3,19 juta orang pemudik pada masa Angkutan Lebaran 2023 atau naik sekitar 19,47 persen dibandingkan 2022. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Serikat Karyawan Angkasa Pura II Minta Penggabungan Usaha Ditunda

Serikat Karyawan PT Angkasa Pura II meminta penundaan rancangan penggabungan usaha PT Angkasa Pura II ke dalam PT Angkasa Pura Indonesia.