Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Cek Perilaku Berikut, Sudah Waktunya Anda Meninggalkan Pasangan

Reporter

image-gnews
Ilustrasi pasangan bertengkar/berpisah. Shutterstock
Ilustrasi pasangan bertengkar/berpisah. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai masalah dalam rumah tangga dapat berujung perpisahan atau perceraian. Tak hanya faktor eksternal saja, tindakan dalam menyelesaikan masalah juga dapat menentukan arah hubungan ke depan.  

Banyak tanda yang menunjukkan hubungan sedang menuju ke arah perceraian dan hubungan akan segera berakhir. Dilansir dari Times of India, berikut empat tanda yang dapat memprediksi perceraian.

Kritik beracun 
Biasanya melibatkan penyerangan terhadap karakter atau kepribadian pasangan daripada membahas perilaku atau tindakan tertentu. Kritik dapat merusak hubungan emosional antara pasangan dan meningkatkan potensi perceraian. Menurut penelitian, ketika menggunakan kata tidak pernah dan selalu, artinya saat itu Anda sedang menghakimi dan mengomentari karakter pasangan alih-alih berfokus pada masalah yang sedang dihadapi. 

Defensif 
Maksudnya adalah kecenderungan untuk menanggapi kritik dengan sikap defensif, penyangkalan, atau serangan balik. Ketika pasangan bersikap defensif, hubungan bisa jadi semakin panas dan berujung pada keretakan. Dengan bersikap defensif, Anda hanya akan mencari-cari alasan dan tidak bertanggung jawab atas tindakan atau kesalahan yang telah diperbuat. Untuk menghindari hal itu, apabila Anda dan pasangan tengah dihadapkan pada suatu masalah, Anda harus bertanggung jawab atas kesalahan yang diperbuat dan teguran atau keluh kesah yang disampaikan oleh pasangan agar tidak memperkeruh hubungan.  

Menutup diri 
Menarik diri dari komunikasi atau menutup diri secara emosional selama konflik. Tindakan seperti itu akan menghambat penyelesaian masalah dan meningkatkan risiko perceraian. Tak jarang hal ini dilakukan oleh sejumlah pasangan yang melakukan kesalahan dengan mempraktikkan perlakuan diam yang akan semakin memperkeruh hubungan. Oleh karena itu, pasangan yang tengah bertengkar perlu untuk meredakannya dan belajar untuk mengenali ketika salah satu kewalahan atas pertengkaran tersebut.  

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Penghinaan 
Anda mungkin tidak menyadari ketika menghela napas, memutar mata, mengejek pasangan, menyindir, atau menunjukkan ketidaksukaan pada pasangan merupakan tanda penghinaan. Ini satu tanda yang paling berbahaya dan dapat dikatakan sebagai perusak hubungan. Jika tidak diatasi, hal ini akan berujung pada kebencian selama bertahun-tahun.

Pilihan Editor: 7 Cara Mencegah Perceraian dalam Rumah Tangga

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung.

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Jaga Kehrmonisan dengan Pasangan dengan Kenali Konflik

9 jam lalu

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Freepik.com/tirachardz
Jaga Kehrmonisan dengan Pasangan dengan Kenali Konflik

Psikiater mengatakan mengenali konflik lalu jujur pada diri sendiri menjadi langkah awal menjaga keharmonisan hubungan romantis dengan pasangan.


Lebih dari Seribu Anak-anak di Kamp Pengungsian di Sudan Meninggal

2 hari lalu

Rawda Mohammed Ismail, seorang wanita Sudan yang melarikan diri dari konflik di Geneina di wilayah Darfur Sudan, mengipasi anaknya Abdelerrahman Bakr, yang menderita kekurangan gizi, di rumah sakit misi Medecins Sans Frontieres (MSF) di Adre, Chad 24 Juli 2023. REUTERS/Zohra Bensemra
Lebih dari Seribu Anak-anak di Kamp Pengungsian di Sudan Meninggal

Lebih dari 1.200 anak-anak usia di bawah lima tahun meninggal di sejumlah kamp pengungsian di Sudan karena wabah campak dan gizi buruk akut


Konflik di Pulau Rempang, Pengamat Ingatkan Pemerintah soal Kualitas Investasi di Atas Capaian Angka

3 hari lalu

Nelayan mengecek perahu motornya saat tidak melaut di perkampungan nelayan Sembulang, Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, Minggu, 17 September 2023. Sejak dua pekan terakhir nelayan di pulau tersebut tidak melaut dampak dari rencana relokasi warga untuk proyek strategis nasional (PSN) Rempang Eco-City Pulau Rempang. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna
Konflik di Pulau Rempang, Pengamat Ingatkan Pemerintah soal Kualitas Investasi di Atas Capaian Angka

Pulau Rempang bakal dikembangkan menjadi Rempang Eco City, sebuah kawasan industri, perdagangan, hingga wisata yang terintegrasi.


Memahami Monogami Modern, Bukan Sekedar Jumlah Pasangan

3 hari lalu

Ilustrasi pasangan berbincang santai. Foto: Freepik.com/Our-Team
Memahami Monogami Modern, Bukan Sekedar Jumlah Pasangan

Monogami modern bisa diartikan sebagai mengisi lembaran baru dengan orang berbeda, bukan berganti pasangan tapi perubahan dalam diri masing-masing.


Ragam Persoalan yang Bikin Pernikahan Tak Bahagia

4 hari lalu

Ilustrasi bertengkar. Shutterstock
Ragam Persoalan yang Bikin Pernikahan Tak Bahagia

Berbagai masalah sering mempengaruhi hubungan pernikahan. Terapis pun mengungkapkan ancaman-ancaman pada kebahagiaan perkawinan.


Peneliti Ungkap Orang Cenderung Cari Pasangan yang Mirip, dari Segi Apa?

5 hari lalu

Ilustrasi pasangan/Whatsapp
Peneliti Ungkap Orang Cenderung Cari Pasangan yang Mirip, dari Segi Apa?

Banyak yang mengaku memilih pasangan dengan sifat dan kesenangan yang berlawanan tapi penelitian menyebut kebanyakan pasangan memiliki kesamaan.


Antara Psikopat dan Narsisis, Apa Saja yang Perlu Diwaspadai?

6 hari lalu

Ilustrasi pasangan posesif/psikopat. Shutterstock
Antara Psikopat dan Narsisis, Apa Saja yang Perlu Diwaspadai?

Apa beda psikopat dengan narsisis dan apa pula yang perlu diwaspadai bila punya pasangan psikopat? Psikolog memberi jawabannya.


Presiden Jokowi Sebut Konflik di Pulau Rempang Imbas Komunikasi Kurang Baik, Direktur Celios Komentar Begini

6 hari lalu

Warga Pulau Rempang, Kepulauan Riau mengikuti Aksi Kamisan ke-787 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 14 September 2023. Mereka meminta pemerintah untuk segera memenuhi hak-hak korban dan keluarga korban pelanggaran HAM berat serta meminta aparat keamanan untuk tidak bertindak represif terhadap masyarakat sebagaimana yang terjadi dalam peristiwa kericuhan di Pulau Rempang, Kepulauan Riau. ANTARA/Sigid Kurniawan
Presiden Jokowi Sebut Konflik di Pulau Rempang Imbas Komunikasi Kurang Baik, Direktur Celios Komentar Begini

Ekonom dari Center of Economi and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebut konflik yang terjadi di Pulau Rempang bukan semata-mata karena masalah komunikasi.


Terkini: Pendaftaran Uji Coba Gratis Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai Besok, Warga Pulau Rempang Bakal Sampaikan Ini ke Bahlil

7 hari lalu

Rangkaian EMU Kereta Api Cepat Jakarta Bandung di Stasiun Tegalluar. Foto : KCIC
Terkini: Pendaftaran Uji Coba Gratis Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai Besok, Warga Pulau Rempang Bakal Sampaikan Ini ke Bahlil

KCIC mengumumkan pendaftaran uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung untuk masyarakat umum akan dimulai besok, Sabtu, 16 September 2023.


5 Cara Bercerai dengan Orang Narsistik

7 hari lalu

Ilustrasi pasangan bertengkar/berpisah. Shutterstock
5 Cara Bercerai dengan Orang Narsistik

Susan Pava, seorang pengacara keluarga dan perkawinan, menyebutkan tentang ciri-ciri orang dengan gangguan kepribadian narsistik (NPD).