Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Penyebab Sulit Redakan Kesedihan karena Kehilangan Orang Tersayang

Reporter

image-gnews
Ilustrasi wanita sedih. Shutterstock
Ilustrasi wanita sedih. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, JakartaKesedihan adalah hal normal setelah kehilangan seseorang yang disayangi, termasuk yang meninggal dunia, dan prosesnya tidak sama pada masing-masing orang. Meski demikian, secara umum periode kesedihan yang paling berat adalah enam bulan pertama setelah kehilangan dan bisa berlanjut sampai dua tahun, kata psikoterapis Andrea Dorn, namun durasi tak selalu sama pada setiap orang.

Tak jarang, pada sebagian orang kesedihan bisa berlangsung bertahun-tahun, bahkan dekade. Namun sebagian akan merasakan gejala kesedihan yang terus berkurang secara bertahap seiring waktu, jelas Dorn, yang juga penulis When Someone Dies: A Children’s Mindful How-To Guide on Grief and Loss.

Akan tetapi, tak jarang pula periode kesedihan terberat tak berkurang. Anda akan terus terperangkap di dalamnya dan merasa tak bisa melangkah maju. Inilah yang disebut kesedihan tak berujung dan secara resmi telah dianggap sebagai masalah kesehatan mental di 2021.

Sedih tak berujung adalah tipe kesedihan yang terus dialami seseorang dan mengakibatkan tekanan emosional, rasa sakit dan sedih karena kehilangan, lama setelah periode kesedihan normal sudah berlalu, kata Dorn.

"Hal ini bisa terjadi ketika orang tak punya kesempatan untuk memproses secara utuh dan terus dilanda kesedihan," ujarnya kepada HuffPost.

Berikut penyebab kesedihan tak ada habisnya menurut terapis sehingga Anda bisa mengenalinya dan mencari bantuan dan dukungan untuk meneruskan hidup.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

1. Merasakan emosi intens dan persisten terkait kematian
Anda sering dibebani perasaan seperti kesedihan, kemarahan, dan putus asa terkait kehilangan sehingga sulit untuk menjalani fungsi seperti biasa.

2. Menghindari hal-hal yang mengingatkan pada orang yang sudah wafat
Anda menghindari tempat, hobi, atau orang-orang yang mengingatkan pada orang tersayang yang sudah tak ada karena merasa terlalu menyakitkan. "Contohnya tak mau ke pemakaman, melihat foto-foto orang yang sudah tak ada, atau melakukan aktivitas yang dulu biasa dilakukan bersama," sebut Dorn.

3. Sulit menerima kenyataan orang tersebut sudah tak ada
Anda terus menyangkal dan tak percaya orang tersayang itu sudah meninggal dan terus berpikir dia masih ada. Hal ini akan mencegah Anda untuk memproses emosi terkait kehilangan, kata Dorn.

Pilihan Editor: Pakar Bagi Saran Atasi Patah Hati usai Putus Cinta, Jangan Buru-buru Cari yang Baru

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Joe Biden Disebut Alami Penurunan Kognitif, Begini Cara Mencegahnya saat Menua

11 jam lalu

Presiden AS Joe Biden berbicara di acara NATO untuk memperingati 75 tahun aliansi tersebut, di Washington, AS, 9 Juli 2024. REUTERS/Yves Herman
Joe Biden Disebut Alami Penurunan Kognitif, Begini Cara Mencegahnya saat Menua

Di usia 81 tahun, Presiden AS Joe Biden diduga telah mengalami penurunan kognitif. Cegah masalah kognisi saat menua dengan cara berikut.


PIWF 2024 Sediakan 60 Kelas untuk Seimbangkan Tubuh, Pikiran dan Jiwa

12 jam lalu

Zamri Mamat, Deputi Chief Marketing Officer Plaza Indonesia (tengah) bersama praktisi wellness dan partner PIWF 2024, saat jumpa pers di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis 18 Juli 2024. TEMPO/Yunia Pratiwi
PIWF 2024 Sediakan 60 Kelas untuk Seimbangkan Tubuh, Pikiran dan Jiwa

PIWF atau Plaza Indonesia Wellness Festival 2024 menghadirkan 60 kelas untuk memberikan pengalaman dan skills baru tentang kesehatan mental dan fisik


Anak Terlibat Judi Online, Penanganan Diminta Utamakan Sisi Psikologis

6 hari lalu

Ilustrasi pemain judi online. Menkopolhukam Hadi Tjahjanto juga mengatakan bahwa satgas judi online telah mengantongi data ratusan jurnalis yang bermain judi online. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Anak Terlibat Judi Online, Penanganan Diminta Utamakan Sisi Psikologis

Penanganan anak yang terlibat judi online diminta mengutamakan sisi psikologis, ini alasannya.


Tips Mengelola Emosi Bagi Ibu dengan Baby Blues, Ungkapkan pada Orang Terdekat

6 hari lalu

Ilustrasi ibu sedih saat mengasuh bayinya. Foto: Unsplash/Hollie Santos
Tips Mengelola Emosi Bagi Ibu dengan Baby Blues, Ungkapkan pada Orang Terdekat

Baby blues terjadi pada 80 persen ibu yang baru melahirkan. Simak tips kelola emosi bagi baby blues.


Beda Baby Blues dan Depresi setelah Melahirkan

7 hari lalu

Ilustrasi baby blues. shutterstock.com
Beda Baby Blues dan Depresi setelah Melahirkan

Kondisi baby blues dan depresi pada ibu melahirkan berbeda. Apa saja perbedaannya?


Viral Video Sejumlah Warga di Banjarmasin Mabuk Kecubung, Apa Itu Bunga Setan dan Seberapa Bahaya?

8 hari lalu

Buah Kecubung Bisa Membuat Halusinasi? Begini Penjelasannya
Viral Video Sejumlah Warga di Banjarmasin Mabuk Kecubung, Apa Itu Bunga Setan dan Seberapa Bahaya?

Viral perilaku 'aneh' sejumlah warga di Banjarmasin yang diduga mabuk kecubung. Apakah itu kecubung, seberapa berbahayanya bunga setan ini?


LPSK Lakukan Asesmen Psikologi Bagi Para Saksi dan Korban Kasus Kematian Afif Maulana

8 hari lalu

Orangtua Afif Maulana, pelajar SMP yang tewas diduga dianiaya oknum polisi, menabur bunga di pusara anaknya di pemakaman umum (TPU) Tanah Sirah, Padang, Sumatera Barat, Rabu, 10 Juli 2024. Keluarga Afif Maulana bersama LBH Padang dan mahasiswa menggelar doa bersama dan tabur bunga bertepatan dengan 31 hari meninggalnya Afif Maulana dan keluarga berharap mendapatkan keadilan atas peristiwa itu. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
LPSK Lakukan Asesmen Psikologi Bagi Para Saksi dan Korban Kasus Kematian Afif Maulana

LPSK mulai melakukan serangkaian asesmen psikologi saksi dan korban dalam kasus kematian Afif Maulana pada Sabtu, 13 Juli 2024.


5 Tanda Orang Tua Terlalu Keras pada Anak

11 hari lalu

Ilustrasi orang tua memarahi anak/anak menangis. Shutterstock.com
5 Tanda Orang Tua Terlalu Keras pada Anak

Meski baik menerapkan standar tinggi, tak jarang orang tua bersikap terlalu keras pada anak-anak. Berikut contohnya.


Tegur Putin, Modi: Hati Saya Berdarah atas Kematian Anak-anak dalam Perang

11 hari lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi menghadiri pertemuan di kediaman negara Novo-Ogaryovo dekat Moskow, Rusia 8 Juli 2024. Sputnik/Gavriil Grigorov/Pool via REUTERS
Tegur Putin, Modi: Hati Saya Berdarah atas Kematian Anak-anak dalam Perang

PM India Narendra Modi mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa kematian anak-anak yang tidak bersalah adalah hal yang menyakitkan


Singapura Punya Taman Neraka tentang Kehidupan Setelah Mati, Yuk Intip Isinya

12 hari lalu

Turis berfoto di sebelah patung singa Merlion di kawasan pusat bisnis Singapura 6 Februari 2015. [REUTERS / Edgar Su]
Singapura Punya Taman Neraka tentang Kehidupan Setelah Mati, Yuk Intip Isinya

Taman Neraka di Singapura berisi pemandangan mengerikan tentang kehidupan pendosa setelah mati.