Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Hari Lupus Sedunia: Pencegahan Lupus Diihat dari Gejalanya

image-gnews
Ilustrasi lupus. Shutterstock
Ilustrasi lupus. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, JakartaHari Lupus Sedunia diperingati pada 10 Mei setiap tahunnya. Peringatan ini bertujuan untuk mengembalikan fokus dunia untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan pasien, kembali meneliti penyebab dan pengobatan yang dapat dilakukan kepada penderita lupus sehingga dapat mendiagnosis lupus sejak dini.

Lupus adalah sebuah penyakit yang tergolong sebagai penyakit autoimun. Penyakit autoimun sendiri membuat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Penyakit lupus ini biasanya akan menyerang persendian, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru-paru.

Akibatnya, para penderita lupus juga akan merasakan sakit yang hebat pada bagian-bagian tersebut. Gejala yang umum ditemukan pada penderita lupus adalah  nyeri sendi, sakit kepala, ruam, demam, kelelahan, sakit mulut, kebingungan, pembengkakan kelenjar, pembekuan darah dan lainnya.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Pondok Indah, Franciscus Ari penyakit lupus merupakan penyakit kambuhan dimana akan datang dan hilang saat sudah terdiagnosis. "Jadi bisa remisi (hilang), lalu kambuh kembali," kata Franciscus kepada Tempo, Sabtu, 16 September 2017.

Dilansir dari upk.kemkes.go.id, penyakit lupus dapat dicegah atau setidaknya mendeteksinya sedini mungkin dengan metode SALURI atau periksa lupus sendiri. Metode ini mengandalkan pertanyaan yang sudah ditentukan dan apabila Anda menjawab “ya” untuk minimal 4 pertanyaan segera lakukan konsultasi.

Berikut adalah pertanyaan yang merujuk pada metode SALURI:

  1. Apakah Persendian Anda sering terasa sakit, nyeri atau bengkak lebih dari 3 bulan?
  2. Apakah jari tangan dan/ jari kaki pucat, kaku atau tidak nyaman di saat dingin?
  3. Apakah Anda pernah menderita sariawan lebih dari 2 minggu?
  4. Apakah Anda mengalami kelainan darah seperti: anemia,leukositopenia, atau trombositopenia?
  5. Pernahkah pada wajah Anda terdapat ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu yang sayapnya melintang dari pipi ke pipi?
  6. Apakah Anda sering demam diatas 38º C dengan sebab yang tidak jelas?
  7. Apakah Anda pernah mengalami nyeri dada selama beberapa hari saat menarik nafas?
  8. Apakah Anda sering merasa sangat lelah dan sangat lemas, bahkah setelah cukup beristirahat?
  9. Apakah kulit Anda hipersensitif terhadap sinar matahari?
  10. Apakah terdapat protein pada pemeriksaan urin Anda?
  11. Pernahkah Anda mengalami serangan kejang?

Apabila Anda adalah salah satu penderita lupus, Anda harus mulai memperhatikan faktor yang membuat penyakit tersebut kambuh kembali. Fransiscus mengatakan adanya kambuh pada lupus bergantung juga pada kondisi imun dari pasien tersebut.

"Juga adanya faktor pencetus, seperti terkena penyakit infeksi, kehamilan juga bisa menjadi pencetus. Jadi, sebelum hamil, pasien lupus harus remisi dulu lupusnya," ujarnya.

Maka dari itu, sangat disarankan bagi penderita lupus untuk melakukan kontrol rutin terutama disaat ada gejala-gejala yang mulai dirasakan oleh tubuh. Antisipasi lainnya yang dapat dilakukan menurut  Fransiscus ada tiga, yaitu menghindari sinar matahari langsung, mengkonsumsi obat secara rutin, dan hindari kontak dengan orang penyakit menular.

Antisipasi lainnya menurut WebMD adalah harus mulai mengurangi stres dan berolahraga secara teratur untuk mengembalikan kekuatan sendi. Kemudian, apabila penderitanya adalah perokok sangat disarankan untuk berhenti.

ADINDA ALYA IZDIHAR | AFRILLA SURYANIS
Pilihan editor: Sejarah Hari Lupus Sedunia: Kenali Gejala Hingga Pengobatannya

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pakar Ungkap Faktor Risiko Bayi Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan

7 hari lalu

Anastasia Solodkova, perawat anestesi melakukan operasi pada bayi yang baru 20 hari dengan penyakit jantung bawaan di Federal Pusat Bedah Kardiovaskular di Siberia Krasnoyarsk, Rusia, 28 September 2016. REUTERS/Ilya Naymushin
Pakar Ungkap Faktor Risiko Bayi Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan

Sejumlah faktor risiko jadi penyebab bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan, termasuk faktor genetik dan penggunaan obat-obatan.


8 Faktor Risiko Serangan Jantung, Penyebab Kematian Michael Jackson, Lisa Marie Presley hingga Didi Kempot

29 hari lalu

Ilustrasi Serangan Jantung. thestar.com.my
8 Faktor Risiko Serangan Jantung, Penyebab Kematian Michael Jackson, Lisa Marie Presley hingga Didi Kempot

Serangan Jantung merenggut nyawa Michael Jackson, Lisa Marie Presley hingga Didi Kempot. Apa saja faktor risikonya?


Halsey Perdana Muncul di Premiere Film MaXXXine Usai Umumkan Diagnosis Lupus

29 hari lalu

Halsey menghadiri acara red carpet pemutaran perdana film MaXXXine di Hollywood, Amerika Serikat, Senin, 24 Juni 2024. Foto: Instagram Story/@maxxxinemovie
Halsey Perdana Muncul di Premiere Film MaXXXine Usai Umumkan Diagnosis Lupus

Halsey pertama kali menghadiri acara karpet merah film terbarunya, MaXXXine, setelah mengungkapkan bahwa dia didiagnosis lupus.


Tes Urine Bisa Deteksi Setidaknya 5 Kondisi Kesehatan

49 hari lalu

Ilustrasi urine. Shutterstock
Tes Urine Bisa Deteksi Setidaknya 5 Kondisi Kesehatan

Tes urine adalah alat diagnostik penting yang memberikan deteksi terhadap kesehatan dan membantu ketahui kondisi tubuh secara dini.


Mengenang Komika Babe Cabita, Perjalanan Hidup dan Karya-karyanya

50 hari lalu

Babe Cabita. Foto: Instagram/@raditya_dika
Mengenang Komika Babe Cabita, Perjalanan Hidup dan Karya-karyanya

Babe Cabita melalui perjalanan hidup di berbagai aspek kehidupan, mulai dari komedian sampai bintang iklan. Harusnya hari ini ia merayakan usia ke-44.


Masyarakat Perkotaan Semakin Sadar Risiko Penyakit Autoimun

57 hari lalu

Ilustrasi autoimun. Shutterstock
Masyarakat Perkotaan Semakin Sadar Risiko Penyakit Autoimun

Teknologi untuk mendiagnosis penyakit autoimun juga lebih canggih sekarang.


7 Mitos soal Lupus dan Faktanya

23 Mei 2024

Ilustrasi lupus. Shutterstock
7 Mitos soal Lupus dan Faktanya

Seperti kondisi kesehatan lain, banyak mitos terkait lupus yang membuat orang merasa sulit untuk memahami dan mengelola penyakit ini.


Mengenal 7 Penyakit Autoimun Selain Lupus

15 Mei 2024

Ilustrasi penyakit Lupus. entresemana.mx
Mengenal 7 Penyakit Autoimun Selain Lupus

Penyakit autoimun umumnya tidak dapat disembuhkan, namun bisa dikurangi dampaknya. Kenali 7 penyakit ini untuk pencegahan.


Alasan Dokter Tak Anjurkan Suplemen Penguat Imun untuk Pengobatan Lupus

13 Mei 2024

Ilustrasi lupus. Shutterstock
Alasan Dokter Tak Anjurkan Suplemen Penguat Imun untuk Pengobatan Lupus

Konsumsi suplemen yang memiliki klaim meningkatkan kekebalan tubuh itu sebaiknya dihindari pada pasien lupus.


Jangan Hentikan Pengobatan Lupus meski Sudah Dapat Remisi

13 Mei 2024

Ilustrasi penyakit Lupus. entresemana.mx
Jangan Hentikan Pengobatan Lupus meski Sudah Dapat Remisi

Pakar mengatakan kondisi remisi pada penyakit lupus belum tentu sama dengan berhenti berobat. Berikut penjelasan dokter penyakit dalam.