Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

7 Fakta MERS-CoV, Varian Corona dari Unta yang Harus Diwaspadai Jamaah Haji

image-gnews
Sejumlah  calon haji berjalan menuju ke gedung Mina di asrama haji embarkasi Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 11 Mei 2024. Sebanyak 1.855  calon haji serta petugas kloter secara bertahap berdatangan di asrama haji embarkasi Surabaya  pada hari  Sabtu (11/5). ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Sejumlah calon haji berjalan menuju ke gedung Mina di asrama haji embarkasi Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 11 Mei 2024. Sebanyak 1.855 calon haji serta petugas kloter secara bertahap berdatangan di asrama haji embarkasi Surabaya pada hari Sabtu (11/5). ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah meminta seluruh jamaah haji Indonesia mewaspadai Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV). Sebab, terjadi tiga kasus di Arab saudi hingga jelang musim haji tahun ini. 

MERS-CoV adalah virus yang telah menimbulkan kekhawatiran global sejak pertama kali diidentifikasi pada tahun 2012. Virus ini menjadi perhatian khusus bagi jamaah haji, karena berkumpulnya jutaan orang dari berbagai belahan dunia dalam waktu yang relatif singkat menjadi potensi penyebaran penyakit. Berikut adalah beberapa fakta penting yang perlu diperhatikan oleh jamaah haji terkait MERS-CoV:

1. Merupakan Turunan Virus Corona

MERS-CoV, yang berasal dari Timur Tengah, adalah turunan dari virus corona yang dapat mengganggu sistem pernapasan dan berpotensi fatal. Meskipun belum menjadi kegawatdaruratan kesehatan saat ini, penting bagi jemaah haji Indonesia untuk tetap waspada dan mempraktikkan kebersihan dan kesehatan yang baik selama menjalani ibadah haji.

2. Menular Melalui Kontak Langsung dengan Penderita

Penyakit MERS-CoV, dapat menyebar melalui kontak langsung dengan individu yang terinfeksi. Dalam situasi ini, virus dapat dengan mudah ditularkan dari satu orang ke orang lain, meningkatkan risiko penularan di antara masyarakat. Karena itu, penting untuk menghindari kontak dekat dengan individu yang mungkin terinfeksi dan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan seperti menggunakan masker wajah.

3. Belum Ada Vaksinnya

Mengutip dari laman Upk.kemkes.go.id, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, ia menyatakan bahwa saat ini belum ada vaksin khusus untuk mencegah infeksi MERS-CoV. Oleh karena itu, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi sangat penting bagi jemaah haji guna mengurangi kemungkinan terpapar penyakit MERS-CoV.

4. Termasuk Virus Zoonosis

Virus MERS-CoV adalah virus yang awalnya menular dari unta dromedaris yang terinfeksi ke manusia. Virus ini termasuk dalam kategori zoonosis, yang berarti dapat ditularkan antara hewan dan manusia. Penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung maupun tidak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

5. Asal Muasalnya Belum Sepenuhnya Dipahami

MERS-CoV telah terdeteksi pada unta dromedaris di beberapa negara di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan. Sejak tahun 2012, 27 negara telah mencatat kasus MERS-CoV, yang mengakibatkan 858 kematian akibat infeksi dan komplikasi yang terkait. Meskipun asal-usul virus ini belum sepenuhnya dipahami, analisis genom virus yang berbeda menunjukkan kemungkinan bahwa virus ini awalnya berasal dari kelelawar dan kemudian menyebar ke unta pada suatu masa di masa lalu.

6. Penularan

Penularan antarmanusia merupakan kemungkinan, walaupun kasus penularan yang terjadi di antara anggota keluarga yang tinggal serumah terbilang sedikit. Namun, dalam konteks layanan kesehatan, penularan dari satu individu ke individu lain tampaknya lebih sering terjadi. Hal ini menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap protokol kebersihan dan penggunaan peralatan pelindung diri di lingkungan pelayanan kesehatan untuk mencegah penyebaran MERS-CoV.

7. 35 Persen Pasien MERS-CoV Meninggal Dunia

Dilansir dari laman Who.int, sebanyak sekitar 35 persen dari pasien yang terinfeksi MERS-CoV dilaporkan meninggal, tetapi angka ini mungkin menjadi perkiraan yang terlalu tinggi karena kasus-kasus MERS-CoV yang ringan mungkin tidak terdeteksi oleh sistem surveilans yang ada. Saat ini, tingkat kematian hanya dihitung berdasarkan kasus-kasus yang telah dikonfirmasi secara laboratorium.

MERS-CoV adalah ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama dalam konteks acara besar seperti musim haji. Jemaah haji perlu meningkatkan kesadaran tentang penyakit ini, mengikuti langkah-langkah pencegahan yang tepat, dan bekerja sama dengan otoritas kesehatan untuk meminimalkan risiko penyebarannya. Dengan langkah-langkah yang tepat, kita dapat memastikan bahwa ibadah haji tetap menjadi pengalaman spiritual yang aman dan bermakna bagi semua umat Islam.

Pilihan Editor: 4 Vaksin Wajib Bagi Jamaah Haji 2024, Dua Jamaah dari Provinsi Ini Ada Tambahan Vaksin Polio

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pengamat Usulkan Pembentukan Badan Haji di Luar Kementerian, DPR: Kami Tampung

3 hari lalu

Jemaah calon haji Indonesia kloter 106 embarkasi Surabaya turun dari bus di Mekah, Arab Saudi, Selasa, 11 Juni 2024. Fase kedatangan jemaah haji Indonesia 1445 H/2024 M di tanah suci telah berakhir pada Selasa, 11 Juni 2024 yang ditandai dengan mendaratnya 333 jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang 106 embarkasi Surabaya (SUB-106). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Pengamat Usulkan Pembentukan Badan Haji di Luar Kementerian, DPR: Kami Tampung

Pembentukan Badan Penyelenggara Haji dan Umrah bertujuan agar pengelolaan dapat dilakukan secara akuntabel dan independen.


Presiden Jokowi soal Pembentukan Pansus Haji: Itu Hak yang Dimiliki DPR

5 hari lalu

Presiden Jokowi bertolak ke Uni Emirat Arab dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa, 19 Juli 2024. TEMPO/Daniel A. Fajri
Presiden Jokowi soal Pembentukan Pansus Haji: Itu Hak yang Dimiliki DPR

Jokowi menghormati keputusan DPR untuk membentuk panitia khusus untuk mengevaluasi penyelenggaraan haji tahun ini


Kemenag Persilakan Pansus Buktikan soal Dugaan Korupsi dalam Pengalokasian Kuota Tambahan Haji

5 hari lalu

Jamaah haji mengelilingi Ka'bah, 1 Juli 2022. REUTERS/Mohammed Salem
Kemenag Persilakan Pansus Buktikan soal Dugaan Korupsi dalam Pengalokasian Kuota Tambahan Haji

Ditjen PHU Kemenag memberikan tanggapan perihal dugaan korupsi alokasi kuota haji.


Kismis, Oleh-oleh Haji yang Memiliki Manfaat Kesehatan

5 hari lalu

Ilustrasi kismis atau buah kering (Pixabay.com)
Kismis, Oleh-oleh Haji yang Memiliki Manfaat Kesehatan

Kismis, merupakan anggur yang dikeringkan, sering dijadikan oleh-oleh khas saat pulang haji karena memiliki banyak manfaat dan khasiat kesehatan.


Respons Parpol hingga KPK Soal Pembentukan Pansus Haji DPR

6 hari lalu

Jemaah haji melakukan tawaf ifadah mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Kamis, 20 Juni 2024. Jemaah haji melakukan tawaf ifadah yang menjadi rukun haji usai melakukan wukuf di Arafah dan lempar jamrah di Jamarat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Respons Parpol hingga KPK Soal Pembentukan Pansus Haji DPR

Zulhas menilai Pansus Haji DPR sebaiknya dibentuk setelah seluruh jemaah haji Indonesia kembali ke Tanah Air.


LPKHU Dukung Pansus Haji Investigasi Kebijakan Kemenag soal Dugaan Jual Beli Kuota Jemaah

8 hari lalu

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mulai melayani kepulangan jemaah haji dalam musim Angkutan Haji 2024. Istimewa
LPKHU Dukung Pansus Haji Investigasi Kebijakan Kemenag soal Dugaan Jual Beli Kuota Jemaah

DPR membentuk Pansus haji, salah satunya untuk menyoroti soal pembagian kuota haji yang diputuskan Kemenag.


Tanggapan MUI dan Dosen UIN Jakarta atas Pembentukan Pansus Haji DPR

9 hari lalu

Jemaah haji melakukan tawaf ifadah mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Kamis, 20 Juni 2024. Jemaah haji melakukan tawaf ifadah yang menjadi rukun haji usai melakukan wukuf di Arafah dan lempar jamrah di Jamarat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Tanggapan MUI dan Dosen UIN Jakarta atas Pembentukan Pansus Haji DPR

Muhammadiyah berharap pembentukan Pansus Haji bukan untuk kepentingan politik.


Kementerian Luar Negeri RI Benarkan Beri Pendampingan Hukum terhadap Ketua DPRD Rembang

9 hari lalu

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha. ANTARA/Yashinta Difa/aa.
Kementerian Luar Negeri RI Benarkan Beri Pendampingan Hukum terhadap Ketua DPRD Rembang

Kementerian Luar Negeri RI membenarkan ada lima WNI yang ditangkap atas dugaan pelanggaraan keimigrasian terkait haji.


Haji 2024, Pemerintah Siapkan 62 Ton Obat untuk Jemaah

9 hari lalu

Jamaah haji Indonesia memanjatkan doa saat berada di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Kamis 27 Juni 2024. Masjid Nabawi menjadi salah satu tujuan kaum muslim untuk beribadah dan ziarah setelah melaksanakan rangkaian puncak ibadah haji di Makkah. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Haji 2024, Pemerintah Siapkan 62 Ton Obat untuk Jemaah

Pada penyelenggaraan haji tahun 1445 H/2024 M, pemerintah menyediakan 62,3 ton obat untuk menunjang kesehatan para jemaah haji selama di Tanah Suci.


PPIH Minta Jemaah Haji Jaga Pola Hidup Sehat sambil Tunggu Jadwal Pulang

11 hari lalu

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia mulai melaksanakan pemulangan jemaah haji. Dok. Garuda
PPIH Minta Jemaah Haji Jaga Pola Hidup Sehat sambil Tunggu Jadwal Pulang

PPIH mengimbau jemaah haji Indonesia untuk menjaga pola hidup sehat saat menunggu jadwal kepulangannya ke Tanah Air.