Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Terapis pun Bisa Alami Fomo. Ini yang Mereka Lakukan dan Bisa Ditiru

Reporter

image-gnews
Ilustrasi cemas. Shutterstock.com
Ilustrasi cemas. Shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, JakartaFOMO atau fear of missing out adalah sikap kebanyakan orang sekarang yang takut ketinggalan sesuatu, terutama yang terobsesi di media sosial dan setiap aktivitas harus didokumentasikan. FOMO melibatkan persepsi atau keyakinan orang lain melakukan sesuatu yang lebih baik dan menyenangkan sementara Anda sendiri ketinggalan.

Mengalami FOMO sebenarnya wajar saja namun bisa juga berdampak negatif pada kepercayaan diri, harga diri, dan kebahagiaan. Siapa pun bisa mengalaminya, bahkan para terapis yang biasa memberi nasihat soal masalah mental dan psikologis pun bisa mengalaminya. Berikut cara mereka mengatasinya.

Mengubah pola pikir
Menurut Erica Basso, psikoterapis dan pendiri Erica Basso Therapy, terkadang kita perlu mengubah pola pikir soal FOMO. Daripada berfokus pada hal-hal yang Anda lewatkan, pikirkan hal-hal yang telah Anda capai pada periode yang sama. ganti FOMO dengan JOMO atau joy of missing out alias bahagia karena ketinggalan sesuatu.

Tarik napas panjang
Tarik napas panjang jika merasa FOMO sudah menggerus ketenangan. "FOMO sering memicu respons stres tubuh, mengaktifkan sistem saraf simpatetik atau yang kita kenal sebagai respons lawan atau lari," tutur Israa Nasir, terapis dan pendiri Well.Guide, kepada HuffPost

Tetapkan batasan
Ketika memikirkan FOMO, ingatkan diri kalau Anda tak harus menghadiri setiap acara atau undangan. Emma Giordano, terapis di Empower Your Mind Therapy, memastikan dirinya selalu menetapkan batasan karena sungguh tak realistis berharap melakukan semua yang ingin dilakukan, katanya. Contohnya saat teman mengajak jalan ketika Anda sedang bekerja, fokuslah pada tanggung jawab Anda dengan menetapkan batasan karena pekerjaan penting buat Anda. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Membiarkan diri mengalami FOMO 
Di masyarakat yang selalu bergerak, terkadang ada manfaatnya juga membiarkan FOMO, kata Basso. Melawan pikiran yang cemas jelas tidak nyaman tapi hal ini juga bisa memberikan rasa peduli dalam mengeksplorasi perasaan. 

Bersyukur
Selalu bersyukur juga cara untuk melawan FOMO. Nasir mengatakan ia selalu bersyukur untuk mengalihkan fokusnya dari sesuatu yang ia lewatkan dengan yang ia miliki saat ini.

Pilihan Editor: 6 Masalah yang Paling Sering Dikonsultasikan Gen Z ke Terapis

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


10 Cara Agar Bisa Panjang Umur, Jaga Pola Makan hingga Bersyukur

22 hari lalu

Ada beberapa cara sederhana agar bisa panjang umur. Di antaranya adalah jaga pola makan, nongkrong bersama teman, hingga bersyukur. Foto: Canva
10 Cara Agar Bisa Panjang Umur, Jaga Pola Makan hingga Bersyukur

Ada beberapa cara sederhana agar bisa panjang umur. Di antaranya adalah jaga pola makan, nongkrong bersama teman, hingga bersyukur.


Ingin Rayakan Idul Adha di Tanah Suci, Ayudia Bing Slamet: Super Fomo Lihat Orang Pergi Haji

38 hari lalu

Ayudia Bing Slamet/Foto: Instagram/Ayudia
Ingin Rayakan Idul Adha di Tanah Suci, Ayudia Bing Slamet: Super Fomo Lihat Orang Pergi Haji

Di Hari Raya Idul Adha, Ayudia Bing Slamet menyelipkan doa agar segera diberi kesempatan untuk menyusul melaksanakan ibadah haji.


8 Dampak Negatif Media Sosial Jika Tak Digunakan Dengan Bijak

44 hari lalu

Ilustrasi perempuan melihat Instagram. unsplash.com/social.cut
8 Dampak Negatif Media Sosial Jika Tak Digunakan Dengan Bijak

Media sosial juga memiliki dampak negatif apabila tidak digunakan dengan bijak. Apa saja?


Sama Bahaya dengan FOMO, Ini Alasan Tak Boleh Tenggelam Dalam FOPO

21 Mei 2024

Ilustrasi gosip/pertemanan. Shutterstock
Sama Bahaya dengan FOMO, Ini Alasan Tak Boleh Tenggelam Dalam FOPO

Rasa takut beragam, bisa pada opini dari rekan kerja, atau komentar soal pakaian kita, atau sikap yang mungkin aneh buat orang lain adalah ciri FOPO.


3 Jenis Pengobatan untuk Pasien Parkinson

17 Mei 2024

Nancy Van Der Stracten, 75 tahun yang menderita penyakit Parkinson, berpose saat akan mulai latihan tinju di sebuah klub tinju di Antalya, Turki, 26 Februari 2021. REUTERS/Umit Bektas
3 Jenis Pengobatan untuk Pasien Parkinson

Ada tiga jenis pengobatan yang dapat digunakan untuk pasien Parkinson, melalui obat-obatan, terapi fisik, dan metode operasi.


Mengenal terapi Chiropractic, Apakah Pijat Kretek Aman Dilakukan?

26 April 2024

Ilustrasi Chiropractic. Shutterstock
Mengenal terapi Chiropractic, Apakah Pijat Kretek Aman Dilakukan?

Chiropractic merupakan salah satu metode pengobatan terapi manual yang awal mengenalnya sebagai pijat kretek. Amankah?


Marshanda Bersyukur Bisa Merasa Penuh

13 April 2024

Marshanda. Foto: Instagram/@marshanda99
Marshanda Bersyukur Bisa Merasa Penuh

Aktris Marshanda merasa bersyukur atas semua yang dia miliki sekarang. Ia merasa penuh.


Tips Hadapi Orang Tua Beracun dari Psikolog

11 Maret 2024

Ilustrasi anak dan orang tua. Freepik.com/Peoplecreations
Tips Hadapi Orang Tua Beracun dari Psikolog

Sikap beracun orang tua sulit diubah. Lalu, bagaimana cara menghadapi hidup yang penuh tekanan dari orang tua? Berikut beberapa yang bisa dilakukan.


7 Langkah Membangun Hubungan yang Kokoh

4 Maret 2024

Ilustrasi pasangan sarapan. Foto: Freepik.com/wayhomestudio
7 Langkah Membangun Hubungan yang Kokoh

Saat ada masalah dalam hubungan orang pun mencari pendapat dan saran dari orang lain. Berikut saran terapis untuk membantu mengatasi masalah hubungan.


Alasan Gen Z Sulit Menabung, Benarkah karena Bergantung pada Paylater?

7 Februari 2024

Ada beberapa alasan Gen Z sulit menabung. Salah satunya adalah karena bergantung pada paylater untuk kesenangan. Ini penjelasannya. Foto: Canva
Alasan Gen Z Sulit Menabung, Benarkah karena Bergantung pada Paylater?

Ada beberapa alasan Gen Z sulit menabung. Salah satunya adalah karena bergantung pada paylater untuk kesenangan. Ini penjelasannya.