Selasa, 17 September 2019

Bila Ibu Perokok Menyusui Bayi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • www.emoryhealthcare.org

    www.emoryhealthcare.org

    TEMPO Interaktif, Barcelona - Berhenti merokok, jangan minum lebih dari tiga cangkir kopi per hari, jangan minum jenis obat apa pun, atau jika Anda melakukannya, lakukan selama mungkin sebelum menyusui bayi Anda. Ini adalah beberapa rekomendasi yang termuat dalam sebuah riset oleh peneliti Spanyol mengenai metode mendeteksi obat-obatan dalam air susu ibu (ASI). Hasil studi ini menunjukkan bahwa risiko dari zat-zat seperti alkohol masih belum dipahami dengan baik.

    Ada kebingungan besar di antara komunitas ilmiah tentang apakah wanita pecandu obat harus menyusui bayi mereka. Untuk menjelaskan masalah ini, para ilmuwan dari sejumlah rumah sakit Spanyol dan pusat penelitian mengkaji metode yang digunakan untuk mendeteksi zat dalam ASI, efek yang merugikan, dan rekomendasi yang sebaiknya diikuti para ibu. Rekomendasi tersebut dimuat jurnal Analytical and Bioanalytical Chemistry edisi Juni ini, seperti dikutip ScienceDaily 24 Juni 2010.

    "Rekomendasi umum adalah benar-benar hindari penyalahgunaan narkoba saat menyusui, karena zat ini dapat lolos secara langsung ke bayi baru lahir," kata peneliti Óscar García Algar, dokter di Departemen Pediatri di Rumah Sakit del Mar di Barcelona.

    Menurut peneliti zat-zat tersebut bisa masuk ke tubuh janin dalam kandungan melalui plasenta, dan setelah bayi lahir, masuk lewat ASI.

    Untuk penelitian ini, tim menggunakan patokan rata-rata asupan ASI sekitar 150 mililiter per kilo berat badan. ASI ibu perokok berisi antara 2 dan 240 nanogram nikotin per mililiter, yang berarti bayi mereka menerima dosis yang setara dengan 0,3-36 mikrogram/kg/ hari. Bayi ini cenderung menderita kolik dan lebih rentan terhadap infeksi pernapasan.

    Sarannya adalah berhenti merokok selama kehamilan dan menyusui, hindari asap rokok di lingkungan sekitar.

    Kafein - yang terdapat di kopi, teh, minuman cola, dan obat-obatan - dapat menyebabkan mudah marah dan susah tidur. Untuk itu, ibu menyusui dianjurkan untuk mengurangi konsumsi kafein sampai maksimum 300 mg/hari, yang setara dengan sekitar tiga cangkir kopi per hari.

    Untuk alkohol, beberapa penelitian menunjukkan alkohol dapat membahayakan perkembangan motorik bayi, serta menyebabkan perubahan pola tidur mereka, mengurangi jumlah makan mereka, dan meningkatkan risiko hipoglikemia.

    Zat-zat yang terkandung dalam narkoba (ganja, kokain, dan lainnya), bisa masuk ke tubuh bayi melalui ASI dan asap rokok, yang dapat menyebabkan sedasi, kelesuan, kelemahan dan kebiasaan yang buruk dalam menyusui.

    Peneliti juga menyarankan agar ibu menyusui menghindari kokain secara total. Sebab, racun yang terkandung dalam kokain, yang masuk ke bayi melalui ASI, bisa menyebabkan bayi lekas marah, gemetar, pupil melebar, tachycardia, dan tekanan darah tinggi setelah menyusu.

    Konsumsi amfetamin oleh ibu yang menyusui bisa menyebabkan bayi menangis dan kurang tidur.

    ScienceDaily/NF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.