Tiga Jenis Tenun Nusa Tenggara Timur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenun ikat khas Nusatenggara Timur pada Gelar Kain Khas Nusantara. TEMPO/Prima Mulia

    Tenun ikat khas Nusatenggara Timur pada Gelar Kain Khas Nusantara. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Menurut Stephanus Hamy dari buku Chic mengolah wastra Indonesia, berikut tiga jenis tenun Nusa Tenggara Timur:
    1. Tenun Ikat,
    Pembentukan motifnya diperoleh dari proses pengikatan benang yang kemudian dicelup warna. Bagian yang tidak diikat akan menyerap warna celupan. Di NTT, benang yang diikat adalah benang lungsi sedangkan di daerah lain di Indonesia ada yang mengikat benang pakannya. Daerah penyebaran tenun ikat hampir merata di seluruh NTT kecuali Manggarai dan sebagian Ngada.

    2. Tenun Buna,
    istilah ini berasal dari Timor Tengah Utara. Proses menenun dalam membuat ragam hias menggunakan benang yang sudah diwarnai lebih dulu. Daerah penyebaran kain buna mencakup Kupang, Belu serta Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara.

    3. Tenun Lotis/Sotis/Songket,
    Proses pembuatannya mirip dengan tenun buna, yaitu memakai benang yang telah diwarnai. Jenis kain ini ditemukan di Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Alor, Flores Timur, Lembata, Sikka, Ngada dan Manggarai. AMANDRA MUSTIKA MEGARANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Politik Dinasti dalam Partai Peserta Pemilihan Legislatif 2019

    Kehadiran politik dinasti mewarnai penyelenggaraan pemilihan legislatif 2019. Sejumlah istri, anak, hingga kerabat kepala daerah.