Minggu, 22 September 2019

Hobi Dilakoni, Hoki yang Datang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ikan KOI. TEMPO/Arif Fadillah

    Ikan KOI. TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO Interaktif, Makassar -Warna putih, jingga, hitam, merah, dan kuning menghiasi kolam dan membuat mata ingin selalu memperhatikannya. Apalagi warna-warna itu selalu bergerak lincah dalam air. Warna cerah yang dihasilkan dari ikan koi itu terus menggoda pengunjung untuk memandang ke dalam kolam.

    Rizal Husain, pemilik ikan itu, mengikutkan ikan koi kesayangannya dalam kontes "7th Makassar Koi Show 2011" di Mal Graha Tata Cemerlang, akhir pekan lalu. Dua ikan koi miliknya berhasil menyabet gelar juara dalam kontes itu, masing-masing pada kelas ikan shiro dengan panjang 0-25 sentimeter dan ikan showa dengan panjang 21-25 sentimeter. Kedua ikannya memiliki pola warna yang menarik. Apalagi salah satu ikan koinya, yang jenis shiro, bercorak hitam dan putih.

    Pria berusia 39 tahun ini menceritakan, hobi memelihara ikan koi muncul pada saat koi miliknya baru menetas. Anak-anak ikan ini disebut burayak. Menurut Rizal, di sinilah letak keasyikan memelihara ikan koi. "Selain corak tubuhnya sedap dipandang, jika sudah besar, pemeliharaan pada saat masih menjadi burayak lebih menantang bagi saya," katanya.

    Setelah memilih induk burayak untuk disemai, Rizal akan sibuk menyiapkan kolam khusus untuk persemaian serta membuat media untuk telur-telur dari tali rafia agar menyerupai rumput. Selain itu, kejernihan dan suhu air harus terus terjaga agar si betina bisa lebih berkonsentrasi bertelur. "Dalam semalam, biasanya indukan sudah melepas telurnya," ujar pria kelahiran Makassar ini. Setelah itu, telur-telur itu harus segera dipindahkan ke kolam lain agar tidak terganggu pergerakan induknya.

    Selanjutnya, Rizal harus menunggu 2 x 24 jam agar telur itu menetas dan menjadi burayak koi. "Di sinilah saya harus ekstra bekerja keras menjaga anak-anak dari koi. Karena burayak berukuran sangat kecil. Jadi, makanannya pun harus biota yang renik pula," ia menjelaskan. Burayak biasanya memakan kutu air atau udang renik air tawar terkecil.

    Pria berbadan kurus ini mengisahkan, mencari pakan burayak akan memakan waktu berjam-jam. Saat berangkat pada subuh hari, ia hanya membawa peralatan seadanya berupa kaleng dan jaring berdiameter kecil. Menjelang sore, seluruh rawa-rawa di Makassar disambanginya, dari Jalan Cendrawasih hingga Jalan Pongtiku.

    Tak jarang kakinya terasa ngilu terendam air selama berjam-jam. "Tetapi harus berjuang untuk mendapat makanan burayak karena itu merupakan masa sulit bagi mereka. Rentan mati," kata Rizal, yang melakoni hobinya 2001. Saat burayak berumur 21 hari atau lebih, Rizal melanjutkan, pencarian pakan diganti menjadi jentik nyamuk. Jika ada dana lebih, ia biasanya membeli pakan buatan.

    "Untuk mendapatkan corak yang bagus, itu tergantung dari ikannya sendiri. Karena hanya 10 persen dari pakan dan 20 persen dari air," katanya.

    Awalnya, ia hanya mengoleksi ikan biasa, seperti ikan mas. Setelah mengenal ikan koi, Rizal pun beralih. Apalagi hobi ini dipercaya dapat mendatangkan hoki. Rizal meyakini hal itu. Buktinya, "Selain bisa mendapat banyak kenalan dan teman akrab, saya bisa menghidupi tiga orang anak dan seorang istri."

    Tak jarang pula hoki didapat saat ia mengikuti kontes ikan koi. "Pernah salah satu ikan koi saya mendapat juara dan ditawar Rp 2 juta rupiah oleh pencinta koi dari Jakarta. Padahal ukurannya hanya kelas 0-25 sentimeter," katanya. Menurut Rizal, tak ada standardisasi dalam harga, semua tergantung penawaran.

    Rizal begitu tekun memperhatikan seluruh ikan peliharaannya. Ia mewajibkan diri untuk mengenal setiap ekor ikannya. Sebab, jika koi bertingkah laku tidak seperti biasanya, menurut Rizal, ikan itu harus dikarantina. "Karena kemungkinan ikan tersebut sakit. Harus segera diobati," katanya.

    Rizal sering mendapati ikannya mati karena penyakit ataupun karena lompat dari kolam. Tapi kesedihan itu cepat terobati hanya dengan memandangi ikan-ikannya, sambil memberinya pakan saban sore. "Selain mencarikan makanannya saat masih kecil, memberikan makanan saat ikan sudah besar merupakan kesenangan tersendiri," ujar pria asal Pinrang ini.

    Koleksi koi Rizal saat ini ada yang berukuran 65 sentimeter untuk jenis ikan shiro. Jenis ikan koi lainnya, yang dikoleksi Rizal, adalah showa, kohaku, go sanke, taisho, dan sebagainya. "Untuk tahu soal ikan koi, harus terjun ke dunianya langsung," katanya.

    | KAMILIA


    Tip Memelihara Koi Bagi Pemula

    Rizal Husain telah bergelut dengan ikan koi sekitar 10 tahun. Menurut dia, memelihara ikan koi merupakan hobi yang menyenangkan. Karena corak yang keluar pada sisik ikan ini dapat menenteramkan pikiran dan menjadi hiburan tersendiri.

    Pria yang lahir pada Desember 1971 ini memberi beberapa masukan cara memelihara ikan yang berharga mahal itu. Menurut dia, hobi ini tak terlalu mahal, jika bisa disiasati. Pertama, siapkan kolam ikan. Menurut dia, kolam yang ideal adalah kolam yang memiliki kedalaman 1,5 meter dengan bentuk memanjang. "Agar ikan lebih leluasa berenang," katanya.

    Sirkulasi air juga harus diperhatikan. Penyediaan aerator dalam kolam sangat penting sebagai penyuplai oksigen untuk ikan. Meskipun terdapat aerator, jumlah ikan dalam kolam harus dijaga. Menurut Rizal, jika jumlahnya terlalu banyak, pertumbuhan ikan dapat terganggu. "Untuk kedalaman 1,5 meter dan lebar 1 meter lebih baik kurang dari 20 ekor ikan dalam satu kolam," katanya.

    Ikan koi yang sehat dapat dipilih dengan cara melihat bentuk tubuh dan coraknya. Selain itu, pemberian pakan tak boleh terlalu sering dilakukan. Cukup dua hingga tiga kali sehari. "Dan yang paling penting bagi pemula, mulailah dari ukuran ikan yang kecil agar bisa mengetahui tingkah laku ikan sejak dini," katanya.

    | KAMILIA

    Tujuh hal yang harus diperhatikan:

    - Ukuran Kolam
    Volume air sangat berpengaruh terhadap kesehatan ikan koi. Jika ukuran ikan tidak terlalu besar, buatlah kolam ikan yang tidak terlalu dalam. Begitu pula sebaliknya. Perhatikan jumlah populasinya, seimbangkan dengan luas kolam.
    - Pasang Aerator
    Selain berfungsi mengalirkan oksigen ke dalam kolam, aerator berguna untuk menciptakan arus. Gelembung arus yang ditimbulkan aerator membuat koi sering bergerak, sehingga ototnya makin bagus.
    - Haluskan Dinding
    Sifat koi yang gemar menggesekkan tubuhnya ke dinding kolam perlu diwaspadai. Agar ikan tak terluka, pilihlah jenis material yang halus untuk dinding kolam, seperti keramik.
    - Penyinaran
    Dalam sehari, koi membutuhkan sinar matahari minimal tiga jam agar warna tubuh koi tetap mengkilap dan tak pudar. Bila kolam ikan berada di dalam ruangan, penyinaran bisa diganti dengan lampu pijar.
    - Makanan Berkualitas
    Makanan berkualitas diperlukan agar ikan selalu sehat dan lincah. Kandungan spirulina dalam makanan akan membentuk dan memperkuat pigmen, sehingga warna ikan selalu cerah.
    - Kebersihan Kolam
    Buatlah filter air agar tetap bening dan sehat. Kuras kolam koi setiap tiga bulan sekali, jika sistem filter berjalan normal. Saat menguras kolam, sisakan 25 persen air agar kandungan oksigen tetap tersedia.
    - Akuarium Cadangan
    Jika ada ikan yang sakit, masukkan ikan itu ke dalam akuarium cadangan untuk dikarantina agar penyakitnya tidak menular. Jaga suhu udara agar tetap berada pada suhu 28 derajat Celcius. Berikan obat ikan sesuai dengan sakit yang diderita.

    | YATI | BERBAGAI SUMBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe