Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Awas, IQ Anak 'Jongkok' Gara-gara Anemia  

image-gnews
Foto: hehealthyhaven.wordpress.com
Foto: hehealthyhaven.wordpress.com
Iklan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Anda memiliki anak dengan permukaan lidah halus tanpa papil (bintik-bintik) atau kuku jari tangannya pecah-pecah dan berbentuk seperti sendok? Waspadalah, kondisi seperti itu merupakan gejala anemia defisiensi besi. Apalagi jika wajahnya tampak pucat, kondisi tubuhnya lemah dan mudah lelah, komplit sudah gejala anemia kekurangan zat besi yang menyerang tubuhnya.

Anemia defisiensi besi merupakan jenis anemia yang paling sering dijumpai, kata Profesor Djajadiman Gatot, dokter spesialis anak, dalam seminar bertajuk "Action for Iron Deficiency Anemia" di Jakarta dua pekan lalu. Ketua Satuan Tugas Anemia Defisiensi Besi, Ikatan Dokter Anak Indonesia ini meminta agar masalah anemia tak dianggap enteng. Bila kondisi seperti itu dialami seorang anak sampai lebih dari dua tahun, maka akan membuat kecerdasannya berkurang atau malah ber-IQ jongkok. Jangan berharap IQ mereka lebih dari 100, paling tinggi 90-an, kata Djajadiman, Pagi diajari, sore lupa!

Menilik efek buruk anemia defisiensi besi yang begitu banyak, maka pemberian zat besi kepada yang membutuhkan harus secepatnya. Jika terlambat dan komplikasi sudah muncul, Djajadiman mengingatkan, bukan mustahil kekurangan zat besi tersebut akan lama sembuh atau malah tak bisa lagi diobati.

Angka kejadian anemia defisiensi besi pada anak di tanah air terbilang tinggi. Survei Kesehatan Rumah Tangga 2001 menunjukkan angka kejadian pada anak bawah lima tahun (balita) mencapai 47 persen. Sementara, Asian Development Bank memperkirakan ada 22 juta anak di Indonesia yang terkena anemia, yang menyebabkan hilangnya angka IQ sebesar 5-15 poin. Prestasi mereka di sekolah pun buruk.

Kekurangan zat besi pada anak bisa disebabkan oleh sejumlah faktor. Antara lain, asupan makanannya memang kurang mengandung zat besi, pertumbuhan saat bayi dan remaja berlangsung cepat, atau lantaran di ususnya bersarang cacing tambang.

Menurut Soedjatmiko, Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, makanan yang banyak mengandung besi terutama berasal dari protein hewani, seperti daging, ikan, dan hati. Cuma, dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak yang semestinya membutuhkan zat besi tinggi dari daging merah atau hati justru dikalahkan oleh orang tuanya. Biasanya, saat makan, bapaknya yang mendapat jatah daging atau hati lebih besar, sedangkan anak-anaknya mendapat keratan yang lebih kecil, katanya.

Untuk menambal kekurangan zat besi pada anak-anak, Direktorat Bina Gizi Kementerian Kesehatan, membuat terobosan dengan meluncurkan program Taburia pada Januari lalu. Ini adalah makanan berbentuk serbuk yang sudah diperkaya dengan zat gizi. Taburia mengandung 12 vitamin dan empat mineral penting, yakni yodium, seng, selenium, dan zat besi, kata Ivonne Kusumaningtyas dari Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan.

Selain praktis, serbuk penuh gizi ini tidak mengubah rasa, aroma, dan bentuk makanan utama yang dikonsumsi balita, seperti nasi atau bubur. Namun, Taburia tak boleh dicampur dengan sup, teh, atau susu karena akan menggumpal. Pencampuran dengan makanan panas juga harus dihindari karena merusak lemak yang melapisi zat besi.

Setelah diujicobakan di Jakarta Utara dan dinilai sukses meningkatkan kadar zat besi bagi balita setempat, kini penggunaan Taburia diperluas ke enam provinsi yang menjadi lokasi proyek NICE (Nutrition Improvement through Community Empowerment) atau Perbaikan Gizi Melalui Pemberdayaan Masyarakat). Masing-masing adalah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan.

Jika balita yang mengonsumsi Taburia mengalami susah buang air besar dan tinja berwarna hitam karena kandungan zat besi, orang tua tak perlu khawatir. Efek samping itu, kata Ivonne, bisa diatasi dengan minum air putih lebih banyak.

MAJALAH TEMPO

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Terpopuler Bisnis: Menkes Soroti Asimetri Informasi di Industri Kesehatan, Pizza Hut Terdampak Isu Boikot Produk Israel

2 jam lalu

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pemaparan saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 7 November 2023. Rapat tersebut membahas isu faktual Penanganan korban Gangguan Ginjal Akut (GGAPA), penanganan penyakit menular di Indonesia seperti dengue, tuberkulosis, monkey pox, hepatitis, dan penanganan penyakit tidak menular seperti kesehatan jiwa, diabetes, dan kanker, serta penanganan beberapa kasus malpraktik di rumah sakit. TEMPO/M Taufan Rengganis
Terpopuler Bisnis: Menkes Soroti Asimetri Informasi di Industri Kesehatan, Pizza Hut Terdampak Isu Boikot Produk Israel

Berita terpopuler ekonomi bisnis sepanjang Jumat, 8 Desember 2023 antara lain tentang Budi Gunadi menyoroti asimestri informasi di industri kesehatan.


Budi Gunadi Soroti Asimetri Informasi di Industri Kesehatan: Biaya Operasi Usus Buntu Bisa Beda 10 Kali Lipat

1 hari lalu

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pemaparan saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 7 November 2023. Rapat tersebut membahas isu faktual Penanganan korban Gangguan Ginjal Akut (GGAPA), penanganan penyakit menular di Indonesia seperti dengue, tuberkulosis, monkey pox, hepatitis, dan penanganan penyakit tidak menular seperti kesehatan jiwa, diabetes, dan kanker, serta penanganan beberapa kasus malpraktik di rumah sakit. TEMPO/M Taufan Rengganis
Budi Gunadi Soroti Asimetri Informasi di Industri Kesehatan: Biaya Operasi Usus Buntu Bisa Beda 10 Kali Lipat

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti asimestri informasi di industri kesehatan saat ini.


Mengapa Makanan Ultra Proses Harus Dihindari?

1 hari lalu

Ilustrasi susu kocok (milkshake) dan burger. Shutterstock
Mengapa Makanan Ultra Proses Harus Dihindari?

Makanan ultra proses mengandung kadar gula yang tinggi, bahan tambahan buatan, karbohidrat olahan, dan lemak trans.


Alibaba Alihkan Fokus dari Riset Kuantum ke AI Bidang Kesehatan dan Pertanian

9 hari lalu

Alibaba Cloud meluncurkan serangkaian alat kecerdasan buatan (AI) khusus industri pada Konferensi Apsara tahunan di Hangzhou, Tiongkok. (Gizmochina)
Alibaba Alihkan Fokus dari Riset Kuantum ke AI Bidang Kesehatan dan Pertanian

Langkah ini menandakan perubahan signifikan dalam fokus Alibaba terhadap kecerdasan buatan (AI)


RPP Kesehatan Atur Pengendalian Rokok, Juru Bicara Sri Mulyani: Kami Ikut Beri Masukan

9 hari lalu

Juru Bicara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Yustinus Prastowo, saat ditemui di acara Indonesia Digital Summit 2023 di Hotel Four Season, Jakarta Selatan, pada Selasa, 28 November 2023. TEMPO/ Moh Khory Alfarizi
RPP Kesehatan Atur Pengendalian Rokok, Juru Bicara Sri Mulyani: Kami Ikut Beri Masukan

Jubir Sri Mulyani menyatakan Kemenkeu selama ini aktif memberi masukan dalam penggodokan RPP Kesehatan.


6 Manfaat Daun Kari bagi Kesehatan

9 hari lalu

Ilustrasi daun salam. wikipedia.org
6 Manfaat Daun Kari bagi Kesehatan

Daun kari menawarkan banyak manfaat kesehatan karena senyawa tanaman kuat yang dikandungnya.


Tak Mudah Merawat Orang Sakit, Ini Cerita Jadi "Caregiver" Penyandang Kanker

12 hari lalu

Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS
Tak Mudah Merawat Orang Sakit, Ini Cerita Jadi "Caregiver" Penyandang Kanker

Putri dari Indro Warkop Hada Kusumonegoro membagikan pengalamannya menjadi orang yang merawat anggota keluarga sedang sakit atau "caregiver".


Komunitas Faktor Penting Dalam Perjalanan Kesehatan, Ini Surveinya

15 hari lalu

Ilustrasi lari/herbalife
Komunitas Faktor Penting Dalam Perjalanan Kesehatan, Ini Surveinya

Survei membuktikan komunitas pendukung sangat penting dalam upaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan.


5 Manfaat Makan Tauge bagi Kesehatan

16 hari lalu

Tumis Tauge Ikan Asin. youtube.com
5 Manfaat Makan Tauge bagi Kesehatan

Tauge memberikan nutrisi dengan kualitas yang sangat baik. Lantas, apa saja manfaat makan tauge?


Dikabarkan PHK 500 Karyawan, Ini Kata Halodoc

22 hari lalu

Pangkas Antrean di RS, Halodoc Luncurkan Layanan
Dikabarkan PHK 500 Karyawan, Ini Kata Halodoc

Perusahaan rintisan Halodoc dikabarkan melakukan PHK terhadap 500 karyawan. Benarkah?