Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Eksim Tingkatkan Risiko Impotensi  

image-gnews
Ilustrasi eksim pada kulit. sciencephoto.com
Ilustrasi eksim pada kulit. sciencephoto.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Para pria yang mengalami alergi kulit akibat eksim berisiko lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi (erectile dysfunction, ED) ketimbang pria lainnya. Kesimpulan ini berdasarkan sebuah studi terhadap ribuan pria yang mengalami disfungsi ereksi di Taiwan yang dimuat di Journal of Sexual Medicine.

Para ilmuwan berpendapat masih diperlukan studi lanjutan karena terlalu awal untuk mengkonfirmasikan bahwa eksim saja bisa menyebabkan impotensi.

“Memang ada hubungan antara ED dengan atopic dermatitis, ” tulis ketua peneliti, Shiu-Dong Chung dan teman-temannya dari Taipei Medical University seperti dikutip situs Reuters edisi 8 Februari 2012. Atopic dermatitis adalah istilah medis untuk eksim. “Penelitian selanjutnya direkomendasikan, baik untuk mengulang hasil yang tampak saat ini maupun untuk mengklarifikasi mekanisme di balik ini.”

Ditambahkan Chung, selama ini beberapa penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes diketahui memiliki hubungan dengan risiko yang lebih tinggi terhadap disfungsi ereksi. Kemungkinan penyebabnya adalah gangguan pada aliran darah dan syaraf.

Beberapa penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa pria yang radang kulit pada tingkat tertentu, seperti psioriasis, mempunyai rata-rata lebih tinggi untuk mengalami disfungsi ereksi ketimbang pria lain. Chung meneliti data klaim asuransi atas 3.997 pria dengan diagnosis terbaru disfungsi ereksi. Ia kemudian membandingkannya dengan hampir 20 ribu pria seusia tetapi tak punya sejarah disfungsi ereksi. 

Hampir 11 persen dari pria yang disfungsi ereksi ternyata mengalami eksim sebelum terdiagnosis impoten. Sedangkan pria tanpa sejarah disfungsi ereksi hanya di bawah tujuh persen yang pernah mengalami eksim sebelumnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Setelah para peneliti memperhitungan faktor-faktor lain termasuk masalah kesehatan seperti diabetes dan penyakit jantung, mereka menemukan bahwa pria disfungsi ereksi ternyata 60 persen cenderung memiliki sejarah eksim ketimbang pria yang tak disfungsi ereksi.

Ahli alergi di Jewish Health di Denver Colorado, Donald Leung yang tidak ikut dalam penelitian ini mengatakan bahwa hasil temuan ini ‘menarik’ tetapi studi ini mempunyai batasan. Sebab penelitian ini berdasarkan pada klaim administrasi yang mungkin saja tidak akurat dan tidak jelas apakah pria terkena eksim saat didiagnosis mengalami disfungsi ereksi atau beberapa tahun sebelumnya.

“Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasikan apakah eksim menyebabkan disfungsi ereksi,” ujar Leung dalam surel kepada Reuters sembari menambahkan bahwa penyakit kronis berpotensi menciptakan tekanan emosi pada sebuah pasangan.

REUTERS | ARBA’IYAH SATRIANI

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Penelitian Ungkap Dampak Positif Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas (PKRS) pada Remaja

22 hari lalu

Foto ilustrasi dok. Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI).
Penelitian Ungkap Dampak Positif Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas (PKRS) pada Remaja

Penelitian Global Early Adolescent Study atau GEAS membuktikan, kurikulum Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas (PKRS) komprehensif bernama SETARA (Semangat Dunia Remaja) di kalangan remaja, sukses menciptakan dampak positif yang signifikan.


Kesehatan Reproduksi Wanita, Kenali Penyakit Polycistic Ovary Syndrome atau PCOS

40 hari lalu

Ilustrasi-Ketika kanker ovarium masih dalam tahap awal, yaitu ketika kanker masih terbatas pada ovarium, ada kemungkinan besar untuk berhasil diobati, kata seorang spesialis onkologi. (ANTARA/Shutterstock/mi_viri)
Kesehatan Reproduksi Wanita, Kenali Penyakit Polycistic Ovary Syndrome atau PCOS

Ihwal kesehatan reproduksi wanita, PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome adalah kondisi hormonal pada wanita yang berkaitan dengan insulin dan hormon.


Stunting Jadi Masalah Bersama, Edukasi Antar Pihak Harus Dilakukan

11 Maret 2024

Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Ayodhia G.L Kalake menyerahkan cenderamata kepada Corporate Affairs Director Dexa Group Tarcisius Tanto Randy di acara Program Edukasi & Intervensi Stunting dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan, di Kupang, NTT, Kamis, 7 Maret 2024/Istimewa
Stunting Jadi Masalah Bersama, Edukasi Antar Pihak Harus Dilakukan

Stunting masih menjadi masalah bersama. Perlu kolaborasi antar pihak untuk menyelesaikan stunting yang masih jadi perhatian.


Alasan Endometriosis Disebut sebagai Penyakit Perkotaan

8 Maret 2024

Deteksi Endometriosis Melalui Darah
Alasan Endometriosis Disebut sebagai Penyakit Perkotaan

Penelitian di Eropa menunjukkan naiknya kasus endometriosis banyak terjadi di kota karena pengaruh polusi udara yang tinggi.


7 Sumber Konflik Pernikahan Menurut Konselor

21 Januari 2024

Ilustrasi nikah muda. shutterstock.com
7 Sumber Konflik Pernikahan Menurut Konselor

Konselor pernikahan memaparkan tujuh sumber konflik dalam rumah tangga. Apa saja dan bagaimana mengatasinya?


Alasan Perlunya Sosialisasi Kesehatan Reproduksi pada Orang Tua dan Anak

20 Juni 2023

Aktivitas Tenggara Youth Community yang dalam menyampaikan materi edukasi kesehatan reproduksi. Dok. Istimewa
Alasan Perlunya Sosialisasi Kesehatan Reproduksi pada Orang Tua dan Anak

Pendidikan kesehatan reproduksi tak hanya diberikan di sekolah. Orang tua juga perlu memberikan edukasi tentang hal tersebut kepada anak.


Cegah Seks Bebas, Pentingnya Remaja Putri Pahami Kesehatan Reproduksi

1 Mei 2023

Suasana pemberian materi kelas kampanye dengan alat peraga berupa boneka di acara National Youth Camp Sexual and Reproductive Health and Rights (SRHR) pada 16-18 Juli 2019 Embung Kaliaji, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. TEMPO | Pito Agustin Rudiana
Cegah Seks Bebas, Pentingnya Remaja Putri Pahami Kesehatan Reproduksi

Remaja putri perlu menjaga kesehatan reproduksi dan menghindari seks bebas untuk mencegah penularan penyakit menular seksual, kehamilan di luar nikah.


Perlunya Peran Orang Tua Edukasi Anak Perempuan Kesehatan Reproduksi

15 April 2023

Sulitnya Melakukan Komunikasi dengan Anak Praremaja (Depositphotos)/Tabloid Bintang
Perlunya Peran Orang Tua Edukasi Anak Perempuan Kesehatan Reproduksi

Orang tua harus bisa menjadi sumber pengetahuan utama bagi anak perempuan tentang masalah kesehatan reproduksi, terutama jika sudah menstruasi.


Perlunya Pendidikan Seks sejak Dini untuk Lindungi Anak dari Kejahatan Seksual

9 Januari 2023

Ilustrasi pelecehan seksual pada anak perempuan. Shutterstock
Perlunya Pendidikan Seks sejak Dini untuk Lindungi Anak dari Kejahatan Seksual

Pemerhati anak mengatakan pendidikan seks sejak dini bisa melindungi anak dari kejahatan seksual. Bagaimana caranya?


CISDI Kritik Pasal Pidana soal Alat Kontrasepsi di RKUHP: Beri Dampak Buruk

3 Desember 2022

Thumbnail grafis Pasal Kontroversi RKUHP
CISDI Kritik Pasal Pidana soal Alat Kontrasepsi di RKUHP: Beri Dampak Buruk

CISDI menyampaikan kritik atas dua pasal kesehatan di Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).