1,6 Juta Anak Indonesia Kekurangan Gizi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eka Pratiwi (4) penderita gizi buruk dirawat sejak kemarin malam di Rumah Sakit Pasar Rebo, Jakarta (26/5). Kondisi ekonomi keluarga merupakan faktor utama sakitnya Eka.Foto: TEMPO/Dwianto Wibowo

    Eka Pratiwi (4) penderita gizi buruk dirawat sejak kemarin malam di Rumah Sakit Pasar Rebo, Jakarta (26/5). Kondisi ekonomi keluarga merupakan faktor utama sakitnya Eka.Foto: TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebanyak 40 persen dari 4 juta anak di Indonesia mengalami stumping atau malnutrisi sejak di kandungan. Penyebabnya, minimnya pengetahuan nutrisi ibu mengandung akan nutrisi. Selain itu juga karena masalah ekonomi masyarakat yang masih masuk dalam kategori miskin. Maka perlu pengetahuan soal nutrisi bagi para ibu hamil dan mempunyai anak bawah lima tahun.

    "Maka perhatian terutama nutrisi manusia harus sejak usia di kandungan sampai 360 minggu usia anak," kata Arif Mujahidin, Corporate Affairs Head PT Sarihusada, produsen nutrisi ibu dan anak saat berada di Yogyakarta, Ahad 13 Mei 2012.

    Perhatian terhadap nutrisi anak ini sangat dibutuhkan untuk tumbuh-kembang anak. Jika mengalami malnutrisi, anak akan mengalami gagal tumbuh yang proporsional. Juga akan berakibat pada kecerdasan anak.

    Gagal tumbuh anak jelas terlihat pada perkembangan fisik. Baik ukuran pinggang maupun tubuh yang tidak proporsional.

    "Ada indikator anak-anak Indonesia yang lahirnya kurang nutrisi karena (saat) ibu mengandung tidak memperhatikan nutrisinya," kata dia.

    Menurut Nur Kholid Umam Kurniawan, dokter spesialis anak di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, persoalan malnutrisi anak di Daerah Istimewa Yogyakarta tidak separah angka secara nasional, yaitu hanya terjadi di kisaran angka 4 persen hingga 5 persen.

    Penyebab utama dari stumping adalah ketidaktahuan ibu hamil soal nutrisi sejak anak dalam kandungan. Selain itu ekonomi lemah juga mempengaruhi daya beli makan bernutrisi tinggi bagi janin dan anak.

    "Seharusnya pemerintah jemput bola anak-anak yang kurang nutrisi. Saat ini baru ada rumah pemulihan gizi yang ada di Kota Yogyakarta," kata dia.

    Seharusnya, ia menuturkan, di setiap kota atau kabupaten mempunyai program serupa. Selain itu di setiap kecamatan juga sudah ada puskesmas yang bisa menjadi tempat rujukan para ibu hamil. Namun, tidak semua masyarakat, terutama yang berada jauh dari jangkauan perangkat kesehatan bisa mengaksesnya.

    Menurut Wineng Endah, pegiat sosial yang peduli terhadap perlindungan ibu dan anak, nutrisi anak sejak usia dalam kandungan harus diperhatikan. Juga pemerintah harus selalu mensosialisasikan kepada para ibu soal nutrisi. Anak yang normal lahir dengan berat di atas 2 kilogram. Tapi dokter saat ini juga menyarankan dengan istilah "kecil di dalam, besar di luar".

    "Masyarakat perlu pemahaman yang baik soal nutrisi anak," kata dia.

    MUH SYAIFULLAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Undang-Undang Pemberantasan Terorisme Berlaku, 375 Ditangkap

    Sejak pemberlakuan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme yang baru pada Mei 2018, kepolisian menangkap ratusan orang yang diduga terlibat terorisme.