Salon Hewan Berbahan Herbal ala UGM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas klinik dan perawatan hewan peliharaan Nature Vet sedang memasukan seekor kucing persia kedalam kandang di Kawasan Tebet, Jakarta, Rabu (16/9). Tempo/Tony Hartawan

    Seorang petugas klinik dan perawatan hewan peliharaan Nature Vet sedang memasukan seekor kucing persia kedalam kandang di Kawasan Tebet, Jakarta, Rabu (16/9). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sekelompok mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menciptakan konsep usaha jasa perawatan hewan berbasis kesehatan nan terjangkau.

    Konsep yang dinamakan "Bone Clinx Groming Hewan Kesayangan" tersebut menyediakan jasa perawatan hewan mulai dari kucing, anjing, hingga kelinci yang metode perawatannya menggunakan aneka bahan berbahan herbal.

    “Konsep utama perawatan adalah menjaga kesehatan hewan. Jadi perawatan kecantikannya pun menggunakan bahan-bahan alamiah, bukan kimiawi agar hewan tetap sehat,” kata anggota kelompok Muhammad Atma, Jumat 3 Agustus 2012.

    Konsep yang berhasil menyabet emas untuk kategori Poster dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-25 di Yogya Juni 2012 tersebut misalnya mengandalkan penggunaan sampo berbahan herbal yang diracik sendiri.

    Penggunaan sampo herbal rancangan kelompok yang terdiri dari Muhammad Atma S, Martinus Prastya, Yosavat Agung, Aprilia Dwi A dan Handang Widantara tersebut pun memecah trend jasa grooming (perawatan) hewan di Indonesia yang sampai saat ini masih berkutat pada bahan kimiawi.

    “Herbal ini selain cocok dengan kulit hewan, wanginya juga lebih tahan lama,” kata anggota lain, April. Sementara bahan kimia sering kali berminyak lembap, dan lama kelamaan menimbulkan bau apek dan dapat merusak kulit hewan dalam jangka waktu lama.

    Ada dua varian sampoo herbal yang diciptakan kelompok ini: sampo herbal daun pandan dan sampo herbal lidah buaya.

    Selain itu konsep usaha grooming hewan ala UGM ini pun juga menggunakan prosedur pemeriksaan kesehatan hewan secara menyeluruh sebelum hewan itu dipercantik. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan fisik mata, mulut, gigi, telinga, rambut, kuku, hingga anus.

    "Jadi tidak asal langsung diperbaiki penampilan luarnya, tapi dalamnya keropos. Kesehatan adalah ciri utama menarik tidaknya penampilan hewan,” kata April.

    PRIBADI WICAKSONO

    Berita lain:
    Whistleblower Simulator SIM Pernah Dipukuli Polisi

    Begini Cara Sukotjo Bambang Menyuap Polisi

    Foke: Ceramah Isu SARA Rhoma Irama Tidak Keliru

    Uang Suap Disebutkan Diselipkan di Dalam Brownies

    SBY Diminta Perintahkan Polri Tak Halangi KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.