Iklan Tong Fang Masih Beredar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Klinik TongFang. TEMPO/Subekti

    Klinik TongFang. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memastikan iklan klinik obat tradisional seperti Tong Fang, Cang Jiang, dan Tay Shan, masih beredar di sejumlah media, terutama stasiun televisi lokal. “Kami sudah tidak menemukannya di stasiun tv nasional, tapi sekarang di tv lokal masih ada,” kata Komisioner KPI, Nina Mutmainah Armando, Ahad, 26 Agustus 2012.

    Pada 31 Mei 2012, KPI menghimbau seluruh stasiun televisi untuk tidak menayangkan iklan Klinik Tong Fang, Cang Jiang, dan Tay Shan. KPI menyatakan iklan-iklan tersebut melanggar Peraturan Menteri Kesehatan No. 1787 Tahun 2012 tentang Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan. Pasalnya, iklan itu berisi testimoni yang diragukan akurasinya dan diskon pembayaran pelayanan kesehatan.

    Nina memastikan KPI pusat akan berkoordinasi dengan Komisi Penyiaran di daerah-daerah untuk mencabut iklan-iklan mirip Tong Fang di tv lokal. Selain iklan klinik tradisional, KPI saat ini tengah memantau sejumlah program diskusi atau talkshow di televisi tentang pengobatan alternatif. Program acara itu kerap mendatangkan narasumber dari kalangan pasien yang mengklaim sudah sembuh berkat pengobatan alternatif itu. “Ini berpotensi melanggar dan segera kami tertibkan,” katanya.

    MARIA YUNIAR

    Berita Terpopuler:
    Yang Terjadi di Kamar Itu Saat Harry Difoto Bugil

    Ahok: Hebat kan, Saya Jadi Koboi

    Ribuan Orang Padati Halal Bihalal Jokowi-Ahok

    Samsung Kalah Gugatan, Android "Deg-Degan"

    Rp 9,5 M Tak Cukup Buat Harry Tampil Bugil

    Hashim : Jokowi-Basuki akan Bantu Prabowo di 2014

    Jokowi Mengaku Tak Gentar Hadapi "Gajah"

    Sosial Media di Mata Jokowi

    Artis-artis Ini Dukung Jokowi-Ahok

    Kalla: Isu SARA Pilkada DKI Bahayakan Bangsa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.