Deteksi Penyakit Lewat Bau Kentut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bau. Livescience.com

    Ilustrasi Bau. Livescience.com

    TEMPO.COBeijing - Pernah terbayang di benak Anda untuk bekerja sebagai pencium bau kentut? Beberapa orang Cina yang berlatih pengobatan alternatif rupanya percaya bahwa setiap orang yang sedang bermasalah dengan perut, kembung, misalnya, memiliki bau kentut tertentu: pahit, gurih, manis, dan amis.

    Ciri khas bau ini dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit oleh ahli yang terlatih dengan penciumannya yang tajam. Bau yang berasa penuh daging busuk, misalnya, bisa ditafsirkan sebagai indikasi perdarahan usus atau tumor.

    Ternyata beberapa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa penggunaan deteksi kentut sebagai alat diagnostik ini tidak terdengar mengada-ada. Bahkan, anjing telah dilatih untuk mendeteksi kanker prostat dari bau sampel urin pasien. Selain itu, anjing terlatih juga mampu mengidentifikasi sampel tinja dari pasien kanker kolorektal dengan akurasi 97 persen.

    Orang-orang yang memilih profesi ini di Cina berada pada jalur karier yang menguntungkan. Bayangkan saja, mereka digaji sekitar USD $50 ribu per tahun. Hanya orang-orang berusia 18 hingga 45 tahun saja yang diterima. Mereka juga harus bebas dari setiap gangguan atau penyakit hidung dan menahan diri dari rokok dan alkohol. Kalau begitu, Anda berminat?

    LIVE SCIENCE | ISMI WAHID

    Berita Lain:
    Jepang Ciptakan Teknologi Air Virtual
    Dinosaurus Punah Karena Letusan Gunung Berapi?
    Merokok pada Usia Remaja Sebabkan Osteoporosis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Mengurus Pasien Covid-19 di Rumah

    Pasien positif Covid-19 yang hanya mempunyai gejala ringan dapat melakukan isolasi di rumah.