Trauma Tangan, Penyakit yang Sering Diabaikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Kiki

    ANTARA/Kiki

    TEMPO.CO , Jakarta: Merasa kaku di pangkal telapak tangan atau jempol tak mau ditekuk setelah banyak mengetik di keypad handphone, maka berhati-hatilah. "Setiap ada nyeri di bagian tangan, itu bisa disebut hand trauma," kata dokter spesialis tulang, Lukman Shebubakar, dalam diskusi Hand Trauma, di RS Premier Bintaro, Kamis, 7 Februari 2013.

    Hand trauma atau trauma tangan adalah salah satu penyakit yang banyak diabaikan banyak orang di Indonesia. Bahkan kecelakaan kerja yang berhubungan dengan tangan yang juga masuk trauma tangan pun tak dianggap isu besar oleh perusahaan lokal.

    "Terkadang para pekerja hanya ditangani mantri atau layanan kesehatan biasa," ujar Konsultan trauma tangan ini. Akibatnya, pekerja hanya mendapat jahitan asal-asalan yang menganggu fungsi utama kerja tangan mereka.

    Semua itu disebabkan karena perusahaan tak mau menanggung biaya yang besar dan juga bagi sebagian orang tangan bukan dianggap organ yang vital yang kalau tidak segera diobati akan meninggal. Salah satu buktinya adalah ada pasien yang sudah kecelakaan sejak usia 5 tahun, tapi baru dibawa ke rumah sakit pada usia 15 tahun. Memang sang pasien tidak sampai meninggal, tapi selama 15 tahun, fungsi tangannya tentu akan terganggu.

    Lukman menambahkan, sebenarnya masalah trauma tangan banyak terjadi di Indonesia. "Demand-nya ada, tapi banyak yang tidak bisa akses ke layanan kesehatan," ujar dia.

    Apalagi, menurut dia, memang tidak banyak dokter yang ahli untuk trauma tangan. Lukman memperkirakan, di Indonesia hanya ada sekitar 20 dokter. "Itu pun yang di Jakarta hanya ada 3-4 orang saja dan biasanya di rumah sakit besar," ujar dia. Padahal, kasus trauma tangan yang terbesar justru ada pada pekerja yang sayangnya minim akses ke layanan kesehatan.

    DIANING SARI


    Terpopuler:
    Menangkal Tuberkulosis dengan Herbal

    Inilah Kacamata untuk Penderita Buta Warna

    Amerika Terancam Epidemi Alzheimer

    Harga Miras Naik, Angka Kematian Turun

    Benarkah Pecandu Makanan Sama Dengan Obesitas?

    Stres karena Pekerjaan Bukan Pemicu Kanker

    Bahaya Polusi untuk Ibu Hamil

    Victoria's Secret Rilis Lingerie Edisi Valentine  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.