Keindahan Diplomasi Batik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fashion show Alleira Batik di Berlin, Jerman. (foto: istimewa)

    Fashion show Alleira Batik di Berlin, Jerman. (foto: istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kecintaan terhadap budaya dan heritage bangsa membuat Alleira Batik tak henti-hentinya untuk terus berkarya dan tetap menghasilkan cipta seni batik yang menawan. Rabu silam, bertempat di kediaman Duta Besar Norwegia H.E. Mr Stig Traavik beserta istri, Mme. Noor Sabah Traavik, Alleira Batik menghadirkan acara bertema "Spouses Head of Mission Meeting with touch of Batik".

    Menurut Nyonya Dubes Mme. Noot Sabah Traavik, acara ini bertujuan untuk lebih memperkenalkan batik kepada negara sahabat, termasuk Norwegia. “Batik adalah Indonesia. Dan sebuah kehormatan rakyat Norwegia yang sudah sangat akrab mengenal batik mengajak semua para istri duta besar yang tergabung di Spouses Head of Mission (SOM) ini untuk mencintai batik,” kata Mme. Noor Sabah Travik.

    Pada pertemuan tersebut, Alleira Batik memperlihatkan langsung seni tata cara pembuatan batik Indonesia. Acara ini dihadiri Dra Sri Danti, MA, Sekretaris Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

    Menurut Ade Kartika dari Alleira Batik, selain peragaan busana, acara ini juga berisi demo membatik. Dengan menampilkan proses pembuatan batik Alleira secara tradisional dan modern, para istri duta besar juga diajari soal pengetahuan batik tulis dan aneka motif batik di Indonesia. “Keseriusan kami terhadap batik mengajak masyarakat internasional memahami batik bukan sekadar hasil yang indah, tapi proses pembuatan dan filosofi yang membuat mereka akan sangat menghargai batik,” kata Ade.

    Ade juga mengatakan, “Melalui acara ini sebagai diplomasi batik bukan sekadar keindahan batik yang perlu mereka tahu dan pahami, tapi proses, filosofi, dan makna kehidupan di baliknya,” ujar Ade.

    Sedangkan Mme. Noor Sabah Travik mengatakan, dia dan para istri duta besar melalui acara ini semakin mengagumi batik melalui pengetahuan tentang proses pembuatan dan nilai filosofi batik. “Kami jadi tahu batik bukan sekadar dibuat dari canting berisi lilin, tapi ada prosesi ritual yang sarat filosofi dan makna kehidupan,” ujarnya.

    HADRIANI P

    Baca juga:
    Spanduk Aliansi Nasional Anti-SBY Muncul di Kediri

    Gugat Cerai, Venna Melinda Masih Berharap Damai

    Politikus DPR Ramai-ramai Bela Anas

    Pelapor Raffi Ahmad, Artis 'N'=Nikita Mirzani?

    Xavi Bisa Sejajar dengan Hierro dan Raul


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.