Film Biru Tak Dorong Pola Seksual Remaja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris bintang film Porno, Lexi Bell merhasil keluar menjadi pemenang dalam nominasi Adegan Oral Sex Tderbaik dalam acara Adult Video News (AVN) 2013 ke 30 di hotel Hard Rock, Las Vegas. examiner.com

    Aktris bintang film Porno, Lexi Bell merhasil keluar menjadi pemenang dalam nominasi Adegan Oral Sex Tderbaik dalam acara Adult Video News (AVN) 2013 ke 30 di hotel Hard Rock, Las Vegas. examiner.com

    TEMPO.CO, Copenhagen - Berbeda dengan persepsi umum selama ini, banyak menonton film biru, acara TV, atau konten online yang berbau seksual ternyata tidak terlalu mempengaruhi bagaimana remaja berhubungan seks. Studi baru ini telah diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine, Kamis, 25 April 2013.

    "Data kami menunjukkan bahwa ada faktor-faktor lain seperti disposisi pribadi yang suka mencari sensasi, misalnya, yang memainkan peran lebih penting dalam berbagai perilaku seksual remaja maupun dewasa muda," kata Gert Martin Held, peneliti sekaligus psikolog di University of Copenhagen, yang melakukan riset.

    Hald dan rekan-rekannya menyurvei 4.600 orang berusia 15 hingga 25 tahun tentang aktivitas seksual mereka dan jenis media porno yang mereka konsumsi. Tim peneliti menemukan bahwa 88 persen pria dan 45 persen wanita telah melihat beberapa jenis media seksual secara eksplisit, seperti televisi, majalah, film, atau laman Internet, dalam satu tahun terakhir. Tapi perilaku mereka cenderung tak terpengaruh.

    Kesimpulan penelitian ini membuktikan tidak ada relasi khusus antara media berbau seksual dan dorongan perilaku seksual. Para remaja dan orang dewasa muda yang menonton lebih banyak film biru terbukti memang cenderung ingin mencoba lebih banyak variasi seks. Tapi, sekali lagi, konsumsi media seksual bukan satu-satunya faktor.

    Di Amerika Serikat, setidaknya sepertiga remaja melaporkan aktivitas seksual pada usia 16 tahun, dan 71 persen memiliki pengalaman seksual pada umur 18 tahun. Remaja yang lebih tua cenderung menggunakan kontrasepsi ketika berhubungan seks. Faktor ini menjelaskan penurunan tingkat kehamilan remaja.

    Studi baru ini menunjukkan bahwa berbagai faktor, termasuk kepribadian, dapat menentukan kapan dan bagaimana remaja berhubungan seks.

    LIVE SCIENCE | ISMI WAHID

    Berita Terpopuler:
    Ustad Jefry Al Buchori Tutup Usia di Pondok Indah

    Alasan Atlet Risa Suseanty Tolak Santunan Lion Air

    Susno Keluar dari Markas Polda Tengah Malam

    Disebut Sesat, Eyang Subur Dituding Tebar Ancaman

    Rusia Sudah Peringatkan CIA Soal Tamerlan Tsarnaev


     

     

    Lihat Juga