Beta UFO: Penggemar UFO yang Serius

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Crop Circle di Cikarang. (Beta-UFO)

    Crop Circle di Cikarang. (Beta-UFO)

    TEMPO.CO, Jakarta-Membicarakan UFO dan makhluk luar angkasa di Indonesia memang kurang jamak. Kalau ada benda bersinar yang terbang, mungkin itu dikira leak atau santet. "Masyarakat banyak yang mengaitkan fenomena alien dengan makhluk gaib, sehingga perkembangan penelitian tentang UFO di Indonesia tidak pesat," kata Ranggi Raggatha, Pengurus Nasional BETA-UFO, ketika ditemui di Cilandak Town Square, pertengahan April 2013.

    Kondisi tersebut disetujui pula oleh Fan Fan Darmawan, anggota BETA-UFO dari
    Bandung. "Beragam respons yang kami terima, dari yang antusias sampai yang mencibir," ujarnya dalam surat elektroniknya. Menurut Fan Fan, beragamnya respons ini adalah dari latar belakang budaya Indonesia, yang percaya pada hal-hal magis.

    BETA-UFO adalah singkatan dari Benda Terbang yang Aneh-Unidentified Flying Object. Ini adalah komunitas pengamat benda asing. Fenomena-fenomena benda asing menjadi hal yang disukai komunitas ini untuk dipelajari. BETA-UFO tidak serta-merta setuju soal keberadaan makhluk dari planet asing, tapi akan menganalisis dan mempelajarinya terlebih dulu. “Kami menganalisis, menguji, meriset, dan mendidik masyarakat,” kata Ranggi.  Analisis yang mereka lakukan adalah analisis ilmiah sesuai dengan latar belakang dan pekerjaan anggotanya. Maklum, latar belakang mereka memang beragam: dari pilot, geolog, psikolog, dosen astronomi, hingga ahli forensik digital.

    Salah satu hal yang mereka analisis adalah penemuan crop circle di persawahan kawasan Sleman, Yogyakarta, pada awal Januari 2011. BETA-UFO, dengan 14 tim pengurus intinya, ikut menganalisis apa yang sebenarnya terjadi pada batang-batang padi yang rebah dan membentuk lingkaran raksasa yang teratur dan estetis.

    "Kami berbeda....


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.