Proses Bertahap Penggunaan Treadmill

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas Indonesia berlatih fisik dengan berlari menggunakan treadmill di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (7/3). Latihan untuk persiapan Pra Piala Asia ini hanya berupa latihan fisik karena baru dihadiri 3 pemain dari total 58 pesepakbola yang dipanggil untuk pemusatan latihan di bawah arahan pelatih Luis Manuel Blanco. TEMPO/Seto Wardhana

    Pemain Timnas Indonesia berlatih fisik dengan berlari menggunakan treadmill di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (7/3). Latihan untuk persiapan Pra Piala Asia ini hanya berupa latihan fisik karena baru dihadiri 3 pemain dari total 58 pesepakbola yang dipanggil untuk pemusatan latihan di bawah arahan pelatih Luis Manuel Blanco. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta -Kemampuan setiap orang dalam proses pemanasan jelas berbeda. Karena itu pada proses pemanasan bisa dilakukan dengan menyetel angka treadmill pada kecepatan yang sesuai kemampuan orang itu. “Orang yang sudah biasa lari dengan yang pemula, tentu beda level pemanasannya,” kata Henry. Seperti jenis olahraga lain, pemanasan bisa berlangsung 5-15 menit.

    Pertama kali menggunakan treadmill, Anda mungkin akan merasa sedikit pusing. Karena itu, berlarilah perlahan. Lambat laun tingkatkan kecepatannya secara bertahap. Hindari berlari dengan bertumpu pada seluruh telapak kaki.

    Henry menyarankan agar tumit ditapakkan terlebih dulu, untuk memudahkan Anda bergerak dan mengurangi risiko cedera. 

    Untuk pemula, sudut tanjakan atau derajat incline pada treadmill disarankan tidak disetel terlalu curam, yakni 6-10 persen, agar beban kaki tak terlalu berat. Tingkat kemiringan biasanya dipakai untuk membakar lemak. Sementara latihan kardiovaskuler cukup dengan memainkan kecepatan dan lama latihan, lari mendaki dipercaya mampu membakar lemak lebih banyak.

    Jangan biasakan tangan menempel pada pegangan di kedua sisi mesin. Sebaiknya Anda membiasakan diri menggerakkan tangan secara bebas. Ketika lengan mengambil alih bobot tubuh Anda, kalori yang terbakar lebih sedikit.

    Dada pun harus ikut bergerak, menyesuaikan dengan kaki dan tangan. Pergerakan dada bisa membuat langkah lebih ringan. Demi kenyamanan, usahakan juga agar tulang punggung Anda tetap tegak saat berlari. Jika berlari dengan agak membungkuk, langkah akan terasa lebih berat. Napas pun menjadi lebih sulit diatur.

    ISMA SAVITRI

    Topik terhangat:

    Penembakan Tito Kei
    | Tarif Baru KRL| Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Vs KPK

    Berita Terhangat
    Turun Berat Dengan Hormon

    Lihat Profil Diri di Facebook Tingkatkan Pede

    Perancang Muda di Lomba Rancang Busana Muslim 2013



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H