Anak Pra Sejahtera Jakarta Mengembangkan Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak-anak pra sejahtera yang dibina yayasan dibina pemerintah daerah DKI Jaya mengembangkan diri lewat pentas panggung drama musikal dan  program pengembangan diri Life Skills setiap tahun oleh di Cimacan, Jawa Barat.

    Hal ini diungkapkan Tatiek Fauzi Bowo, ketua Yayasan Putera Bahagia Jaya (YPBJ)   saat hadir dalam acara Drama Musikal Tribute to Ibu Sud "Senandung Bakti Anak Negeri", belum lama ini di Mahaka Sports Mall, Kelapa Gading, Jakarta.

    Drama musikal melibatkan 65 anak-anak dari keluarga pra sejahtera yang mengangkat kisah tentang keseharian anak-anak, dirangkai lagu-lagu ciptaan Ibu Sud. Yakni, Bernyanyi Kita Bernyanyi, Ular naga, Kring-Kring Ada Sepeda, Tik Tik Bunyi Hujan. Penampilan mereka dibimbing oleh pendidik dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang bisa menghibur sekitar 1.900 penonton anak-anak sekolah dasar.

    Menurut Tatiek, pergelaran ini menjadi salah satu program yayasan mewadahi anak-anak tampil lebih kreatif dan percaya diri, dengan lagu-lagu anak karya negeri sendiri."Kemana sekarang lagu mendidik seperti diciptakan Ibu Sud, AT Mahmud, atau Pak Kasur," kata Tatiek.

    Yayasan didirikan pemda provinsi DKI Jakarta sejak 24 April 1952 yang awalnya untuk mengadakan program peningkatan gizi dan menambah wawasan, menjadi yayasan bagi  program pengembangan diri anak-anak penduduk pra sejahtera Jakarta.

    Menurut Tatiek, mengutip hasil pendataan Program Perlindungan Sosial atau PPLS tahun 2011, saat ini jumlah anak usia sekolah (usia 7 hingga 18 tahun) berasal dari keluarga pra-sejahera di Jakarta mencapai 332.465 ribu anak. Angka ini tentunya bertambah.

    Selain menyediakan panggung bagi pentas anak pra sejahtera, di masa liburan ini telah dilepas 1.800 anak-anak dan 180 guru pembimbing dari keluarga pra-sejahtera dari sekolah telah terpilih, ikut dalam program pengembangan diri Life Skills di Cimacan, Jawa Barat. Program setahun sekali yang diadakan pertama kali pada 2004, sudah diikuti 13.400 ribu siswa.

    Dalam program ini anak-anak, dibentuk dan dibangun rasa percaya dirinya untuk menggali potensi diri, hidup bermartabat dan berprestasi serta menjadi pemimpin dan agen perubahan dalam lingkungannya kelak.

    "Kami percaya bila diberi kesempatan dan medium yang tepat, anak-anak dari keluarga pra sejahtera ini memiliki talenta dan kreativitas yang hebat," kata Tatiek lagi. Ke depan, rencananya anak-anak ini akan dilibatkan untuk membuat lagu anak, kolaborasi dengan RAN grup pop dan R & B.


    EVIETA FADJAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.