Senin, 19 Februari 2018

Warna Lidah Bisa Jadi Indikator Kesehatan

Oleh :

Tempo.co

Minggu, 1 September 2013 17:01 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warna Lidah Bisa Jadi Indikator Kesehatan

    Lidah. wallls.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Lidah memiliki peran sebagai pengecap dan pendeteksi rasa pada makanan seperti manis, pahit, asin, pedas, atau asam. Namun kebanyakan orang mengabaikan peranan lidah sehingga tidak memperhatikan kebersihannya. Menurut Spesialist in Conservative Dentistry Universitas Indonesia, Bambang Nursasongko, kebanyakan orang hanya berfokus pada kesehatan gigi dan gusi.

    "Padahal kesehatan mulut akan tetap terjaga dengan kondisi lidah yang sehat pula," kata Bambang.

    Permukaan lidah merupakan tempat pelabuhan bakteri sehingga perlu perawatan secara rutin. Lidah bisa dibersihkan dengan menggunakan kain lembut. Kondisi lidah seseorang dapat dilihat dari tekstur warnanya. Sehingga tidak sulit mengkategorikan lidah sehat dengan lidah yang tidak sehat. Dari warna lidah pun, seseorang bisa mengetahui kesehatan tubuhnya.

    1. Lidah putih: biasanya terjadi pada penderita kurang darah, influenza, orang yang bermasalah dengan pencernaan, serta pada penderita typus.

    2. Lidah merah: terjadi pada orang yang sedang menderita panas tinggi. Jika terdapat bintik merah menandakan orang itu mempunyai masalah dengan liver.

    3. Lidah ungu: menandakan orang yang sedang mengalami demam atau peredaran darahnya kurang lancar.

    4. Lidah kuning: kerap dialami oleh orang yang terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas atau rokok.

    RINA ATMASARI

    Terhangat:
    EDSUS Polwan Jelita | Rupiah Loyo | Konvensi Demokrat | Suap SKK Migas

    Berita populer:
    Anggota FBR Ditembak Pria Tidak Dikenal

    Sekjen ESDM Dicegah, KPK Serius Usut Jero Wacik

    Jokowi: Lurah Susan Tak akan Dipindahkan

    Agnes Monica: Indonesia Enggak Primitif


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    JR Saragih dan 4 Calon Kepala Daerah Terganjal Ijazah dan Korupsi

    JR Saragih dicoret dari daftar peserta pemilihan gubernur Sumut oleh KPU karena masalah ijazah, tiga calon lain tersandung dugaan korupsi.