Ketahui 5 Hal Penting Soal Rokok Elektronik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Ed Andrieski

    AP/Ed Andrieski

    TEMPO.CO, Jakarta - Rokok elektronik atau e-cigarettes sudah dijual lebih dari US$ 1 juta industri sejak beberapa tahun lalu. Maraknya penjualan berasal dari opini konsumen yang merasa merokok dengan "baterai" lebih aman daripada rokok biasa. Memang terlihat lebih sehat dan praktis. Baju juga tidak akan bau dengan asap rokok.

    Sebagai konsumen, sebaiknya kenali dulu produk yang Anda akan konsumsi. Berikut ini lima hal penting yang perlu diketahui tentang rokok elektronik.

    1. Belum Masuk FDA
    Berbeda dengan rokok, tembakau, atau inhaler, rokok elektronik tidak masuk ke dalam Food and Drug Administration (FDA). Karena itu, sejumlah konsumen mendesak FDA untuk menambahkan rokok elektronik dalam daftar agar penggunaannya dapat diawasi.

    Sebelumnya, tahun 2010, sudah ada putusan tentang hal ini, tapi pihak pengawasan menundanya. Meski begitu, beberapa negara, seperti Brasil, Norwegia, dan Singapura, melarang distribusi rokok elektronik ini ke negaranya.

    2. Tidak Sepenuhnya Aman
    Sampai saat ini, FDA juga belum menyatakan bahwa rokok elektrik tidak lebih berbahaya daripada rokok biasa. Bahaya nikotin dan berbagai bahan kimia lain belum diteliti secara tuntas.

    "Masih ada yang belum diketahui dari rokok elektronik. Masih banyak yang perlu dikhawatirkan," kata Erika Sward, Asisten Wakil Presiden American Lung Association.

    3. Memiliki Banyak Variasi Rasa
    Rokok elektronik ini sudah memiliki 250 jenis varian yang dijual di pasaran. Tersedia juga dengan berbagai kualitas dan bahan yang digunakan. Tujuannya agar konsumen lebih tertarik. Pada rokok biasa sepertinya varian yang disediakan tidak akan sampai 250 jenis.

    4. Alternatif Rokok Biasa
    Produsen mengatakan bahwa rokok elektronik merupakan alternatif untuk merokok dengan cara yang berbeda. "Ini bukan pengganti rokok, hanya mengganti 'bentuk' rokok. Sulit bagi perokok untuk berhenti seutuhnya," kata seorang perokok berat.

    Meski begitu, peneliti dari Centers fo Disease Control merilis bahwa rokok elektronik jutsru menjadi "gerbang" bagi perokok pemula. Hal ini menyebabkan perokok usia remaja semakin meningkat.

    5. Promosi yang 'Tepat'
    Beberapa waktu lalu, iklan rokok elektronik dibintangi oleh dua artis sensual, Jenny McCharty dan Stephen Dorff. Keikutsertaan mereka menambah deretan artis yang mencoba mempromosikan rokok elektronik ini. Selain "menjual" nama artis, produsen juga menggunakan adegan sensual untuk menarik minat para pembeli, khususnya laki-laki. Berhasil? Ya. Buktinya, peminat rokok elektronik dari kaum Adam ini semakin meningkat.

    RINDU P HESTYA | DISCOVERY NEWS

    Berita Populer Terkait:
    5 Tanda Anda Akan Terkena Insomnia
    Bayi Merah Tak Harus Dimandikan Tiap Hari
    Eksplorasi Batik Indonesia Obin Komara
    Ghea Panggabean Hadirkan Kolaborasi Seni dan Mode
    Misteri Ulang Tahun Karl Lagerfeld


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto