Terbukti, Olahraga Lebih Baik daripada Obat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Olahraga

    Olahraga

    TEMPO.CO, Boston - Selain menyehatkan tubuh, ternyata manfaat olahraga lebih baik daripada mengkonsumsi obat, terutama bagi penderita jantung dan diabetes. Pernyataan tersebut ditemukan setelah para peneliti dari London School of Economics, Harvard Medical School dan Stanford University School of Medicine melakukan percobaan.

    Mereka membandingkan efek terapi fisik, seperti olahraga ringan, dengan konsumsi obat pada empat penyakit yang berbeda, yaitu, penyakit jantung, pemulihan stroke, pengobatan gagal jantung, dan pencegahan diabetes. Para ilmuwan itu mendapatkan 305 hasil percobaan yang melibatkan 339.274 orang yang sedang melakukan program latihan terapi fisik dan obat sebagai langkah penyembuhan.

    Penelitian itu menemukan, terapi fisik berpengaruh cukup besar bagi penderita stroke dan penyakit jantung. Terapi fisik juga dirasa lebih bermanfaat bagi penderita diabates. Mereka mengaku bahwa terapi fisik menurunkan kadar gula lebih banyak dari pada mengkonsumsi obat.

    Akan tetapi, tak semua peserta cocok dengan terapi fisik ini. Satu-satunya kelompok yang tidak mendapat keuntungan dari terapi obat adalah pasien gagal jantung. Diperkirakan karena aktivitas fisik memang tak dianjurkan untuk mereka. 

    Untuk menjaga kesehatan secara optimal, para ahli merekomendasikan berolahraga sekitar 2,5 jam seminggu. Bagi yang masih sehat,  aktivitas fisik juga sangat bermanfaat karena otot jantung dan penampilan fisik bisa lebih terjaga.

    RINDU P HESTYA | TIME

    Berita Populer Terkait:
    Pemilik Suara Siri Buka Suara  
    KakaoTalk Sediakan Telepon Gratis untuk BlackBerry  
    Operator Terbesar Kanada Ogah Jual BlackBerry Z30  
    Twitter Alami Kendala Pertumbuhan Jumlah Pengguna
    Anak Badak Liar Lahir di Way Kambas  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.