Kisah Waria 'Mangkal' Sampai Johor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga anggota forum komunitas waria Indonesia di rumah singgah waria di kawasan Depok. Jawa Barat, (20/11). Mami Yuli, sebelum membeli tanah di Depok, sempat mengalami kesulitan mencari lokasi untuk membangun rumah singgah waria. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Tiga anggota forum komunitas waria Indonesia di rumah singgah waria di kawasan Depok. Jawa Barat, (20/11). Mami Yuli, sebelum membeli tanah di Depok, sempat mengalami kesulitan mencari lokasi untuk membangun rumah singgah waria. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Yopi Uktolseya atau dikenal dengan panggilan Oma Yoti merupakan penghuni rumah singgah waria di Cinere, Depok. Kepada tempo, Yoti membeberkan petualangannya selama menjadi waria.

    Yoti pernah mengadu nasib ke Singapura lewat bantuan pamannya yang bekerja di bandara. Singapura bukan tempat yang mudah bagi Yoti untuk hidup tenang dan mudah sebagai waria. "Bajuku pas ke Singapura cuma sedikit, di sana dipinjami sama teman dan kenalan baru," katanya, Rabu 20 November 2013.

    Tak lama di Singapura ia pun pindah ke Johor. Selama di Johor, ia menjajakan diri dan menjadi simpanan pria di Malaysia.

    Pada tahun 1998 oma Yoti memutuskan kembali ke Indonesia. Ia memutuskan berhenti 'menjajakan diri' saat kembali di Indonesia. Ia mulai memotong rambut panjangnya. "Duh kalau inget dulu aku itu cantik sekali, sekarang aja gendut kayak gini," katanya.

    Kini, oma Yoti menghabiskan waktu di rumah singgah. Waria kelahiran 14 Juli 1943 ini melakukan hal yang menurutnya bisa bermanfaat, seperti ngobrol dan memasak bagi yang datangke rumah singgah. "Saling menemani dan menghibur satu sama lain," katanya. Simak Edisi Khusus Waria.

    AISHA

    Berita terkait:
    Maryani, Pendiri Pesantren Waria Di Yogyakarta
    Kisah Taman Lawang Di Jalan Latuharhary, Menteng
    Ini Klub Gay Dan Waria Di Jakarta Sejak 1980
    Pesantren Waria Yogyakarta Satu Satunya Di Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.