Ada Tiga Manfaat Susun Resolusi 2014

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO

    TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahun 2013 segera berakhir. Tahun 2014, tahun politik, segera menjelang. Perlukah menyusun sebuah resolusi diri sebagai panduan dalam melangkah untuk menggapai impian dan cita-cita?

    Ainy Fauziyah, seorang motivator dan pelatih kepemimpinan, menyatakan menyusun sebuah resolusi amatlah penting. Resolusi, kata dia, memudahkan mencapai tujuan dari perjalanan hidup, baik berupa karier, hubungan sosial, ataupun pencapaian-pencapaian lain.

    "Dengan menyusun sebuah resolusi, orang akan memiliki tujuan yang jelas di tahun 2014," kata Ainy menegaskan kepada Tempo, Kamis, 26 Desember 2013.

    Lebih rinci, Ainy menjelaskan alasan pentingnya menyusun sebuah resolusi. Menurut dia, ada tiga manfaat yang dapat diperoleh. "Pertama, lebih mengenal lebih dini apa yang kita ingin capai di tahun 2014. Kedua, akan lebih fokus dengan pencapaian tersebut. Dan yang ketiga, menjadi pemicu semangat untuk menggapainya."

    Ainy menambahkan, ada dua jenis karakter manusia dalam melakoni hidup. Dua itu adalah orang yang menyusun langkahnya sendiri dalam pencapaian yang ingin digapai dan ada pula orang yang memiliki karakter yang mengikuti arus.

    "Orang bertipe ini tidak terlalu dipusingkan dengan rencana-rencananya dalam hidup, namun dengan mengikuti arus, kita tidak dapat melakukan evaluasi terhadap diri sendiri," kata Ainy.

    RINA ATMASARI

    Topik Terhangat
    Atut Ditahan | Natal dan Tahun Baru | SEA Games | Jokowi Nyapres | Petaka Bintaro |

    Berita Terpopuler
    Bayi Lelaki Suka Boneka Ketimbang Mobil-mobilan
    Kecanduan Internet Mirip dengan Pecandu Obat 
    Jangan Bahas Berat Badan Saat Liburan 
    Gaya Hidup Pilihan 2013, dari OCD sampai Gowes 
    Lancome Rilis Parfum Harga Fantastis Rp 820 Juta  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.