Kasus Deddy Corbuzier, Waspada Latihan Beban  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deddy Corbuzier. Twitter.com

    Deddy Corbuzier. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mentalis Deddy Corbuzier mengalami insiden pada akhir pekan lalu saat sedang berada di sebuah pusat kebugaran. Dia sempat pingsan setelah bagian punggung hingga kaki kirinya memanas. Akhirnya, dia tampil dalam acara The Next Mentalist, Ahad, 26 Januari 2014, dalam keadaan duduk di kursi roda.

    Insiden di pusat kebugaran memunculkan isu Deddy mengalami kelumpuhan akibat diet OCD (Obssesive Corbuzier's Diet) terlalu berlebih. Dari hasil pemeriksaan itu diketahui bahwa saraf tulang punggung Deddy terjepit oleh tulang ekornya akibat kecelakaan beberapa tahun lalu. Deddy membantah OCD mengakibatkan kelumpuhan. (Lihat: Isu Lumpuh Akibat OCD, Deddy Corbuzier: Bodoh)

    Dokter spesialis olahraga, Michael Triangto, mengatakan penyebab seseorang melakukan pemeriksaan Lumbosacral adalah kesalahan yang terjadi pada bagian tulang belakang. Keadaan ini terjadi karena ada tekanan yang terlalu besar pada bagian tulang belakang, khususnya pinggang. Dalam kasus Deddy, kecelakaan ditambah beban olahraga yang terlalu berat memicu kondisi tulang belakangnya yang sudah salah semakin parah.

    "Salah satu penyebab biasanya berupa gerakan angkat beban berlebih dan bertumpu di pinggang, akhirnya menekan otot yang kemudian menekan saraf," kata Michael saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu, 29 Januari 2014.

    Diet OCD yang dilakukan Deddy juga bukan penyebab utama kelumpuhannya. OCD, menurut Michael, hanyalah pencetus. "Jadi tubuh sudah stres ditambah angkat beban yang berlebih dan diet yang berlebih juga, tapi bukan OCD penyebabnya, itu hanya pencetus," katanya.

    CHETA NILAWATY


    Terpopuler:

    FOTO Deddy Corbuzier dalam Rekaman Lensa
    Saraf Menciut, Deddy Corbuzier Optimistis Sembuh
    Deddy Corbuzier Kirim Cuitan Pasca-Isu Lumpuh COD
    Farhat Abbas: Deddy Minder Acaranya Diambil Alih


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).