Empat Hal Mengapa Posesif Rusak Hubungan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Posesif. es.wikihow.com

    Ilustrasi Posesif. es.wikihow.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Posesif merupakan perhatian yang berlebihan. Posesif dinilai sebagai kebiasaan buruk karena dapat merugikan diri sendiri maupun pasangan.

    Ainy Fauziyah, seorang motivator dan pelatih kepemimpinan, mengatakan tak ada hal positif bagi pribadi posesif. Meski begitu, terkadang posesif diartikan sebagai bentuk rasa sayang kepada pasangan.

    "Ego cenderung lebih kuat pada pribadi posesif, jangan hanya memahaminya sebagai bukti sayang," Ainy menjelaskan kepada Tempo, Selasa, 4 Januari 2014.

    Pribadi posesif justru memperkeruh hubungan Anda dengan pasangan. Berikut ini beberapa efek negatif bagi pribadi posesif:

    - Hidup tidak tenang
    Orang posesif tidak pernah mengalami ketenangan. Hal ini disebabkan karena kecenderungannya yang selalu khawatir dengan pasangan. Misalnya, selalu ingin tahu apa yang dilakukan pasangan.

    - Kurangnya kepercayaan terhadap pasangan
    Dengan pribadi posesif, Anda tentu tidak memiliki kepercayaan kepada pasangan. Pasangan akan merasa Anda kurang menghargainya. Hal ini juga dapat memicu pasangan tidak percaya pada Anda.

    - Tidak fokus bekerja
    Orang posesif selalu memikirkan pribadinya dan pasangan. Pikirannya hanya dipenuhi kekhawatiran terhadap pasangan. Hal ini menyebabkannya tidak dapat fokus dalam bekerja.

    - Emosi yang meledak-ledak
    Emosinya akan meledak jika kekhawatiran seorang posesif tidak terjawab. Hal ini akan memicunya bertutur kasar terhadap pasangan.

    RINA ATMASARI

    Berita Terpopuler
    Penulis Harry Potter Sesali Asmara Hermione-Ron 
    Operasi Plastik Payudara Makin Marak di Inggris
    Ini 7 Tip Membersihkan Rumah Pascabanjir
    Wawancara Peggy, Perancang Gaun Odette Annable


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.