Sepuluh Fakta Tentang Kanker Usus Besar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi menyemil makanan. Fitsugar.com

    Ilustrasi menyemil makanan. Fitsugar.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang berpersepsi salah mengenai kanker usus besar. Di antara penyebab anggapan yang salah tersebut adalah bentuk penyangkalan terhadap tanda-tanda yang diberikan tubuh. Karena itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Hepatologi - Onkologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Cosphiadi Irawan membeberkan fakta tentang kanker usus besar. Berikut ulasannya:

    1. Kanker usus besar bukan penyakit keturunan
    Sebanyak 80 Persen pasien kanker usus besar tidak memiliki riwayat kanker di keluarganya. Jika ada riwayat, maka perlu kesadaran lebih untuk melakukan pemeriksaan atau deteksi dini.

    2. Kanker usus besar pada stadium awal tidak menimbulkan gejala
    Gejala baru muncul pada stadium lanjut, berupa perubahan bentuk dan konsistensi pada kotoran.

    3. Polip usus bukanlah kanker usus besar
    Polip menurut Cosphiadi adalah tumor jinak. Namun bila dibiarkan dapat berpotensi menjadi kanker.

    4. Pasien kanker usus besar dapat bertahan hidup lebih lama
    Asalkan deteksi dini terhadap gejala kanker usus besar dilakukan lebih dini. Saat ini sudah tersedia berbagai pilihan terapi untuk stadium lanjut.

    5. Kanker usus besar mulai menyerang orang muda
    Angka kejadian kanker usus besar pada orang tua memang lebih tinggi, tapi saat ini sudah banyak pasien kanker usus dengan usia muda, yaitu umur 25 tahun, walau belum ada data pasti.

    6. Banyak cara penapisan (screening) kanker usus besar
    Hingga saat ini kolonoskopi atau prosedur pemeriksaan usus besar adalah prosedur yang dianggap paling standar. Tapi ada juga pemeriksaan lain seperti tes darah samar dan penggunaan sinar x (x-ray) atau double contrast barium enema.

    7. Penapisan wajib dilakukan meski tidak ada gejala
    Meski tidak mengalami gejala yang mengarah pada kanker usus besar, penapisan perlu dilakukan. Dengan melakukan penapisan, angka harapan hidup pada orang yang kemudian dapat diselamatkan hingga 90 persen.

    8. Makanan rendah serat
    Makanan rendah serat berpotensi menyebabkan kanker usus besar.

    9. Beda pengobatan
    Pengobatan pada kanker usus besar berbeda dengan pengobatan kanker saluran cerna lainnya.

    10. Obesitas
    Obesitas menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kanker usus besar.



    CHETA NILAWATY

    Topik terhangat:
    MH370 | Kampanye 2014 | Jokowi | Prabowo | Dokter TNI AU

    Berita terpopuler lainnya:
    Terdeteksi 122 Obyek, Puing MH370?
    7 Media Ini Dituding Berpihak dan Tendensius
    Abraham Samad Bingung, Bisakah KPK Periksa SBY?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.