Kena Sinar Matahari Pagi Bikin Langsing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sinar matahari menembus kumpulan awan Cumulonimbus yang memenuhi langit Pulau Jawa termasuk Jakarta (29/1).  (TEMPO/Aris Andrianto)

    Sinar matahari menembus kumpulan awan Cumulonimbus yang memenuhi langit Pulau Jawa termasuk Jakarta (29/1). (TEMPO/Aris Andrianto)

    TEMPO.CO, New York - Menghabiskan waktu di bawah sinar matahari bisa membuat Anda langsing, demikian diungkapkan hasil penelitian terbaru. Sebuah penelitian kecil mengungkapkan bahwa orang-orang yang terpapar sinar matahari di pagi hari, cenderung untuk lebih langsing dibandingkan rekan-rekannya.

    "Kami sangat tertarik melihat hubungan antara sinar dan efeknya terhadap berat tubuh Anda," ujar penulis senior hasil riset, Dr. Phyllis Zee, director of the sleep disorders center di Northwestern Univesity Feinberg School of Medicine di Chicago.

    "Ini adalah penelitian awal, tetapi kami benar-benar melihat hubungan yang kuat antara jumlah sinar matahari, waktu penyinaran dan berat badan," ujar Zee seperti dikutip situs Health Day edisi 2 April 2014. Namun ia juga menjelaskan bahwa studi ini menemukan hubungan antara paparan sinar dengan berat badan, tetapi bukan hubungan sebab akibat.

    Studi ini melibatkan 54 orang dewasa di antaranya 26 orang pria yang rata-rata berusia 31 tahun. Sebuah alat pemantau spesial  dikenakan di pergelangan yang digunakan untuk mengukur paparan sinar matahari, titik pertengahan tidur dan durasi waktu tidur selama tujuh hari.

    Berat tubuh dan tinggi badan dilaporkan sendiri oleh partisipan. Para ilmuwan mengkalkulasi body mass index (BMI) dari pengukuran tersebut. BMI adalah perkiraan kasar dari lemak seseorang. Para partisipan juga menjaga pola makan selama tujuh hari saat mengenakan alat pemantau.

    Zee mengatakan, hubungan terkuat bisa dilihat dari mereka yang terpapar sinar setidaknya 500 lux, yang setara atau lebih redup dari sinar di dalam ruangan. Hari yang cerah di luar ruangan memberikan sinar seribu lux atau lebih tinggi sementara di dalam ruangan rata-rata hanya 200 hingga 250 lux.

    Namun waktu penyinaran juga mempengaruhi. Mereka yang terpapar sinar lebih awal, ternyata lebih langsing. "Untuk setiap jam selanjutnya pada hari tersebut Anda mencapai 500 lux yang diterjemahkan dengan peningkatan 1,28 BMI. Semakin pagi sinar matahari, semakin rendah BMI," kata Zee.

    Untuk hasil terbaik, Zee merekomendasikan untuk berada di bawah paparan sinar matahari selama 20 - 30 menit antara pukul 8 pagi hingga tengah hari. "Jika memungkinkan, dapatkan paparan sinar matahari lebih awal," kata Zee. "Berjalan kaki ke tempat kerja jika bisa. Sinar matahari yang cerah akan berada di sekitar 500 lux. Jika Anda tidak bisa memperoleh sinar di luar ruangan, bekerjalah dekat jendela. Jika tak bisa mencapai jendela, setidaknya pastikan bahwa lingkungan Anda cukup terpapar sinar," ujarnya.

    HEALTH DAY | ARBA'IYAH SATRIANI

    Berita Lain:
    Manjusha, Replika Perhiasan Jawa Kuno Abad Ke-6
    Inspirasi Ranah Minang Karya Stephanus Hamy
    Artis Ini Punya Cara Dongkrak Pamornya yang Redup

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.