Cara Atasi Gugup Bicara di Depan Umum  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Co-Chair dan Trustee dari Bill dan Melinda Gates Foundation, Bill Gates menyampaikan pidatonya saat menghadiri  penggalangan dana dari sejumlah pengusaha nasional di Hotel Shangri-La, Jakarta (5/4). Tempo/Aditia Noviansyah

    Co-Chair dan Trustee dari Bill dan Melinda Gates Foundation, Bill Gates menyampaikan pidatonya saat menghadiri penggalangan dana dari sejumlah pengusaha nasional di Hotel Shangri-La, Jakarta (5/4). Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Indiana - Ada sejumlah cara dari para ilmuwan untuk membantu Anda berbicara di depan umum seperti dilansir Medical Daily berikut ini.

    1. Banyak latihan
    Persiapan dan latihan dapat meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum sebanyak 75 persen. Para ahli di MIT menyarankan cara terbaik untuk memastikan pidato Anda berjalan lancar adalah banyak berlatih, baik di ruangan atau ruangan serupa tempat pidato, agar terbiasa dengan lingkungan.

    Anxiety and Depression Association of American menyarankan agar Anda juga melakukan latihan relaksasi. Latihan ini secara signifikan dapat meningkatkan berbicara di depan umum dengan mengubah pikiran Anda ke dalam respons santai, bukan defensif.


    2. Tarik napas

    Teknik pernapasan yang tepat ternyata dapat meningkatkan 15 persen kondisi mental yang tenang dan positif sehingga meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum sebanyak 10 persen. 

    Julie Paramenter dari Indiana State University mengatakan bahwa dengan menarik napas panjang dapat meningkatkan jumlah oksigen dalam aliran darah dan menjaga suara tetap bagus dan stabil.

    Mengenai demam panggung saat berbicara di depan umum, hal itu wajar dan tak terelakkan. Karena itu, Anda harus beradaptasi dengan situasi. Ahli menyebutkan bahwa demam panggung bukan menyangkut emosi, tapi respons fisiologis. Sebelum berbicara di depan publik, misalnya berpidato, hipotalamus mengirimkan pesan pada tubuh untuk melepaskan adrenalin dan memicu tubuh kita melawan.

    Otot-otot kita kemudian menjadi tegang dan inilah yang menyebabkan kaki dan tangan bergetar.  Kulit kita pun berkeringat lalu tekanan darah tiba-tiba turun. Tak hanya itu, sistem pencernaan akan menutup untuk memaksimalkan pengiriman nutrisi ke otot dan organ penting, dan ini yang menyebabkan sensasi seperti ada kupu-kupu di perut Anda.

    Pupil mata pun akan membesar sehingga sulit bagi kita melihat benda-benda dalam jarak dekat, seperti catatan atau slide. Namun pandangan jarak jauh tak berubah sehingga memungkinkan kita melihat semua wajah penonton.

    Jika Anda harus berbicara di depan umum, ingatlah untuk mencoba tidak khawatir. Cobalah menenangkan saraf Anda.

    ANT | ALIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.