Cerita Martha Tilaar Tentang 'The Power of Jamu'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Martha Tilaar. TEMPO/Seto Wardhana

    Martha Tilaar. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Surabaya - Pengusaha kosmetik dan jamu nasional, Martha Tilaar, menceritakan pengalaman pribadinya tentang penggunaan jamu. Menurut dia, ramuan jamu telah mengubah kualitas hidup dan keluarganya. "Saya bisa melahirkan karena minum jamu tradisional," ujar Martha Tilaar di acara International Symposium Traditional Complimentary and Alternative Medicine di Hotel Shangri-La, Surabaya, Sabtu, 12 April 2014.

    Martha Tilaar mengisahkan, saat memasuki usia 40 tahun, dia mengaku belum juga dikaruniai keturunan. Tak patah semangat, Martha bersama suami, H.A.R. Tilaar, mencoba peruntungan dengan berobat ke tiga negara, yakni Belanda, Turki, dan Amerika Serikat. Hasilnya, semua ahli kandungan di negara-negara itu memvonis Martha Tilaar tidak akan pernah punya keturunan. Dokter ahli kandungan di Indonesia juga menilai Martha Tilaar mandul.

    Namun, atas saran eyangnya sekaligus ahli jamu tradisional, Martha Tilaar menjalani terapi herbal dipadu minuman jamu selam tiga tahun. Hasilnya tokcer, ramuan jamu tradisional itu membalikkan fakta empiris kedokteran. "Dengan sabar, saya dipijitin menggunakan ramuan Jawa oleh eyang saya. Kata eyang, ini adalah the power of jamu," kata Martha.

    Berkat kesabaran dan ketekunan, Martha merasakan kedahsyatan jamu dan berhasil mengandung anak pertama saat usia menginjak 45 tahun. Usia yang dianggap berisiko bagi wanita hamil. "Anak-anak saya semua lulus kuliah dengan prestasi. Saya sendiri sekarang usia 77 tahun, tidak ada masalah. Eyang saya, meninggal di usia 107 tahun," ujarnya.

    Karena merasakan dampak positif langsung ramuan jamu tradisional, Martha Tilaar mendorong jamu dan pengobatan tradisional lainnya dimasukkan pada pelayanan kesehatan di masyarakat.

    Ia melihat, saat ini masyarakat cenderung memilih pengobatan herbal ketimbang obat bahan kimia. Alasannya, obat-obat herbal tidak tercampur bahan kimia yang sebetulnya juga berbahaya bagi kesehatan tubuh. "Konsumen sekarang pintar-pintar. Kalau disuruh pilih antara chemical atau natural, pasti pilih pengobatan natural," kata dia.

    DIANANTA P. SUMEDI

    Topik terhangat:
    Pemilu 2014 | MH370 | Pesawat Kepresidenan | Jokowi | Prabowo

    Berita terpopuler:
    Punya Pesawat Mirip RI, Presiden Ini Terjungkal
    Siapa Dua Pilot Pesawat Baru Kepresidenan RI? 
    Jokowi: Saya Datang IHSG Naik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.