Gadis Kecil Ini Menderita Penyakit Mata Langka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang siswa melakukan pemeriksaan mata secara gratis di SMP 40, Surabaya (10/21). Selain diperiksa, siswa juga mendapat kacamata gratis. TEMPO/Fully Syafi

    Seorang siswa melakukan pemeriksaan mata secara gratis di SMP 40, Surabaya (10/21). Selain diperiksa, siswa juga mendapat kacamata gratis. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Manchester - Molly Bent, seorang gadis berusia 6 tahun, didiagnosis menderita retinitis pigmentosa, sebuah penyakit mata yang belum ditemukan obatnya, pada Desember 2013 lalu. "Kami sangat terkejut saat mendengar berita itu karena kami diberi tahu hanya anak laki-laki yang mengidap penyakit ini," kata Eve, ibu Bent, seperti dilansir Telegraph, Ahad, 13 April 2014.

    Eve menuturkan bahwa Molly lahir dengan penglihatan sempurna. Namun belakangan ia mulai mengamati putrinya lambat laun harus berjuang saat menonton televisi maupun mengerjakan pekerjaan rumah. Penyakit ini merupakan penyakit keturunan yang jarang terjadi. Penyakit ini membuat retina mengalami kemunduran (degenerasi) yang berkelanjutan hingga menimbulkan gangguan penglihatan. Penyakit ini akan berujung pada kebutaan.

    Dalam keluarganya, kata Eve, ia memiliki saudara laki-laki dan beberapa paman dengan kondisi serupa. Ia tak pernah menyangka putrinya juga akan mewarisi penyakit itu. "Kami tidak tahu kapan persisnya Molly akan buta, tapi rasanya penglihatannya memburuk setiap kali kami pergi ke optik," ujarnya.

    Molly, Eve menjelaskan, saat ini tak bisa melihat dari sisi matanya. Menurut Molly, dalam penglihatannya, orang-orang berdiri dalam jarak yang jauh. Ia juga tak bisa melihat pada malam hari dan dalam keadaan minim cahaya. Kondisi ini membuatnya sering terjatuh.

    Anak-anak Eve yang lain, Charlotte, 5 tahun, dan Samuel, 2 tahun, telah diajari untuk membantu Molly. Charlotte, kata Eve, sangat membantu kakaknya setiap perjalanan pulang dari sekolah. Charlotte memberi tahu Molly jika ada penghalang di jalan, seperti lubang atau tiang lampu.

    Lantaran jenis penyakitnya turunan, Eve juga memeriksakan penglihatan Charlotte dan Samuel setiap 3-6 bulan. "Masih ada kemungkinan ketiga anak saya akan buta, dan itu menakutkanku."

    Eve berujar putrinya bertekad untuk melihat hal sebanyak yang ia bisa sebelum penglihatannya hilang. Gadis itu telah menyusun daftar sepanjang lengannya yang berisi hal dan tempat-tempat yang ingin dilihatnya. Keluarganya juga telah menggalang dana dan berhasil mengumpulkan GBP 13 ribu atau sekitar Rp 248 juta. "Saya tak akan bisa menyanggupi semuanya, tapi saya akan berusaha," katanya.

    LINDA HAIRANI | THE TELEGRAPH

    Topik terhangat:
    Pemilu 2014 | Jokowi | Pesawat Kepresidenan | MH370 | Prabowo

    Berita terpopuler:
    Ini Pola Baru Penggalangan Dana Teroris 
    Green House, Proyek Pribadi Jokowi di Jakarta 
    Mengenal Heartbleed Bug yang Mengancam Internet


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.